Monday, July 11, 2011

Italian stories (1) :: Roma

Italia, I've been captivated by this territory for so long.

Last year I managed to visit Bologna and Venezia for the first time, it was beautiful places but at the same time very touristic.
I guess I felt the same when I was visiting Roma, which I could say probably the most touristic places in the whole Europe (or come second after Paris).

In general, I already fell in love with Italy, for several reasons.
Italian people are very warm (in my opinion) compare to north European of course (and I was staying in Denmark for a long time, so my definition of 'warm people' probably has a huge bias).

I remember the first time I visit Italy in 2010, I was arrived in Bologna airport.

At that moment, something went wrong with my cell phone so my SIM card was blocked!
I could not contacted my friend with my cell phone, so I tried to change my money with coins.


Unluckily, not every Italian understands English! Yes, it was really an effort just to exchange paper money for coins from people. I was a bit panic and even asking the information center was not very helpful.

In the end, I managed to get coins to make a call with public phone (with only Italian instruction) because these young Italians couples who understood English and even gave me 50 cents, for free. Sweet.


Anyway, so this is my second visit to Italy, but my first visit to Rome. And it was July, high season for the tourist. I was traveling alone and most of the times I felt I was trapped between these English-speaking tourists from the States, or UK.

Strange, I didn't feel like traveling in Italy at all.

People around me speak with obnoxious American/Bristish accents.
Hmmmm.... So that's the story how I developed resistance towards US/Brit accents (or the people, because then I could hear their pointless conversations accidentally).


Back to the reason why I love Italia, not just the people. But also the foods. I love pasta and pasta sauce and gellato and tiramisu (I love all the Italian desserts besides Tiramisu).

And the weather! It was a bit too hot even for a tropical girl like me, in the mid of July. I wish I could revisit Rome later during autumn or spring to experience more convenient weather.


Rome is on my top wish of travel lists, since I love the story of Roman history when I was young. When I was a kid, I was basically raised by comic books and one of them was Asterix.

I learned that Roman history conquered many places in Europe in the past, and Giulius Cesare as one of the big famous (or infamous) conquerors during that golden period of Roman emporium.

il Colloseoil Colosseo Amphiteatre :: built in ca. 70-80 AD

To actually visit this historical places where Colloseum, tombs, statues, ruins from hundreds, even thousands years ago felt like a dream come true for me!
It was half unreal, and half realisation from a pilgrim like me :)

It was too short to visit for 4 days actually, I actually missed Museo di Vaticano (because I didn't want to wasted time queue for 5-7 hours to get inside the Sistine Chapel- and will spend only couple of seconds only to see the ceiling painted by Michaelangelo Buonarotti.)

Not that I don't like works of art from this Italian maestro, but simply in the name of anti-hegemony I refused to give more money to Vatican.
All my Italian friends have warned me that Vatican has loads of money but still steal from tourists, in the name of religion or historical arts.

Shame.


BUT, I could say that I was happy enough to be around the city and surrounding areas, even though I missed the museum.
It was trully historical places all over the cities.


My host, an Italian man originally from Bari but has worked in Roma for years, told me that recently the government has stopped to dig a place to work on a new metro line.
Just because everytime they dig they found a new archeological sites.
Just as awesome as that.

My tips how to get around Roma is,
1. Bring a bottle for water (water could be get freely from the fountains almost everywhere).
2. Be careful of your belongings, especially when taking the public transport (metro). There are many pickpockets, don't look too 'flashy'.

3. Speak a bit of Italians (with the right accent!) it's so annoying when American tourist saying 'Grazie' and pronounce the 'z' wrongly !
4. It's so easily to get lost in this city, even with the map in your hands. Don't be shy to ask people. And if a guy asked you out for a coffee instead of giving the right direction, just lie to him and say you already have Italian boyfriend at home :-)
5. For those who wanna buy souvenirs, find a place a bit further from touristic places. Magnetic fridge should be cost 1 Eur if you find a right place.

Friday, July 8, 2011

Stockholm :: Beautiful guys [2]

Selain kotanya yang bersih, infrastrukturnya yang bagus, gedung-gedungnya yang kuno dan artistik serta fasilitas publiknya yang maju (seperti layaknya negara lain di Skandinavia) kesan gw tentang Stockholm yang laen adalah surprisingly cowo-cowo Stockholm juga beautiful guys :)

Ehm ... istilah 'beautiful guys' disini bukan artinya mereka overall good looking - walopun ada juga sih yang good looking, tapi lebih ke gaya dandannya yang . . . ahemm . . . . mereka pake celana pendek (pendek banget, setengah paha, dengan potongan kaya celana pendek untuk cewe), lalu rambutnya banyak yang gondrong (bukan gondrong acak-acakan kaya rockstar, tapi gondrong sebahu lebih, halus, berkilau, dan terawat!), paling penting . . . banyak yang bawa handbag! (yup shockingly handbag disini ternyata bukan buat cewe doank, tapi juga untuk cowo.)
Yeah emancipation works!

Tadinya gw bertanya-tanya apakah ini cuman 'kebetulan' doank nemu beberapa sampel cowo tipikal seperti itu, ternyata setelah ditotal selama 4 hari exploring Stockholm, ternyata sampelnya lumayan signifikan sehingga akhirnya gw bisa bikin statement kalo emang gaya mereka seperti itu. Ternyata masih banyak hal-hal di dunia ini yang belum gw ketahui.

Pas gw ngobrol sama temen-temen gw yang tinggal disitu, ehm rasanya mereka gak merhatiin itu . . . atau mereka terbiasa kali, sampe gak merhatiin lagi.

Sayangnya gw gak berani poto, karena gw takut nanti dianggep paparazzi dan mengganggu privasi- maklum buat orang Eropa utara kan privasi dijunjung tinggi banget.
Lagian tampang gw pada saat traveling itu seringnya dekil, kucel dan kalo moto-moto orang sembarangan kayanya bikin masalah aja . . .

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, hmmm ... bisa aja sih gw pura-pura moto gedung :)
kan seru juga ngereview gimana style anak-anak muda di Eropa utara. . .

Anyway, sebelum gw ngelantur ke topik laen yang gak penting dan gak berhubungan dengan traveling - gimana kalo kita liat aja poto-poto hasil jepretan selama disana. . .

iklan yang gw gak ngerti apa artinya di dalem metro Stockholm


stockholm buildingbersih banget kan aer lautnya, ini laut bukan sungai/canal karena mereka emang kepulauan

view from the top!setelah nyasar sesepedaan, akhirnya gw nemu spot yang breathtaking ini dari atas kota Stockholm . . .
cocok untuk tempat foto prewedding ... hihi


Quick facts about Sweden :
1. Negara asalnya produk fashion merk H&M (makanya disini pas summer sale bahaya buat kantong! akhirnya panik belanja deh, abis jadi murah banget)

2. Mereka juga ngakunya keturunan Viking (tapi Viking versi lebih 'feminim' kali yah dibanding Denmark dan Norway . . . hehehe) Bahasanya mirip juga sama Danish dan Norwegian sih.
3. Sama juga kaya di Denmark, museum disini banyak yang gratis hari-hari tertentu.
Info tentang Museum apa aja yang gratis dan hari apa aja bisa nanya ke turis informasi atau digoogling di website.

Italian Vocabs

Bahasa Italia menurut gw salahsatu bahasa yang menarik untuk dipelajari (dan termasuk susah sih benernya) karena terdengar ekspresif dan indah didengar ^^

Pelajaran bahasa Italia gw dimulai dari Bologna dan Venezia, tahun 2010 waktu pertama kali nyampe Itali.
Yang wajib diketahui sih simple phrase seperti Buongiorno (selamat pagi), Grazie (terima kasih), Ciao (halo/ dagh), Prego (silahkan), permesso (permisi), scusi/scusa (maaf).

Banyak juga website yang ngasi clue untuk belajar bahasa Itali contohnya :
http://www.linguanaut.com/english_italian.htm

Atau yang lebih advance bisa liat disini :
http://www.iluss.it/schede_gram_free.html


Bahkan ada link dari BBC yang ngasi tips Italian phrase untuk situasi yang informal :)
http://www.bbc.co.uk/languages/italian/cool/pulling_flash.shtml

My free Italian lesson sebenernya gak masuk kamus, karena ini bahasa yang mestinya gak dipake sehari-hari alias vocab untuk swearing :)
However, kenapa gw masukin di blog ini, karena setelah belajar (tau) fakta ini, gw perhatiin banyak banget orang dijalan make kata-kata swearing ini!

Berikut contohnya :

Vafan Culo! (= f**k ass , ekspresi sangat menentukan, jadi make sure kalo pake ini mukanya juga harus beneran marah) bisa dipake kalo ada kendaraan yang seenaknya nyerobot jalur kita.

Porca Puttana!/Porca Troia!/Porca lainnya (porca=pig, jadi silahkan ditambahkan di depan kata apapun udah jadi kasar artinya) boleh dipakai juga kalo untuk ngedumel, misalnya nyari barang gak ketemu-ketemu.

Sei uno stronzo! kurang lebih artinya 'you are shit' ... jadi pake kalo bener-bener kesel sama orang/orang yang sangat menyebalkan

Pezzo di merda! (=piece of shit) ini paling tepat dipake kalo qta abis nginjek 'ranjau' dijalan, hasil buangan anjing yang suka diajak jalan-jalan sama majikannya :)

Sei un ciccione (m)/cicciona (f) artinya sih 'you are fat', tapi orang Itali kayanya bakalan tersinggung banget kalo dibilang gendut. Temenku bilang ini cocok dipake kalo sesama cowo maen sepak bola lalu mengumpat yang larinya paling lambat.

Tu non scopi !! artinya 'kamu impoten' ... hmm kebayang kan betapa marahnya orang Itali (yang sangat mengagung-agungkan machoisme) kalo dibilang ini, so ati-ati make yang satu ini

Selaen itu ada hal-hal yang lucu dari bahasa Itali yang gw tau seperti
tokoh kartun Popeye ternyata disana namanya Braccio di Ferro (=lengan dari besi).

Fakta lainnya yang penting : Orang (atau cowo) Itali juga termasuk romantis dan affectionate, dijamin bisa klepek-klepek deh kalo ada cowo Itali naksir qta (para cewe).

Mereka juga masih memperhatikan tata krama Galateo e.g. wanita harus jalan di depan lebih dulu, harus dibukain pintu, dikasi duduk (kalo naik kendaraan umum), pas dating disiapin kursi dengan pemandangan lebih nyaman etc.


Owya ini nasehat yang gw kasi untuk temen (cewe) gw yang jomblo :
"Get yourself an Italian man at least once in a lifetime, they're the best thing in the world that woman can get"
[Oktavia, 2011]
^^

Stockholm :: Venice of the North [1]

Sekilas tentang kenapa gw milih Stockholm sebagai tempat tujuan setelah Bergen.

Ehm, pertama untuk alasan kepraktisan aja nih, karena kan masih sama-sama Skandinavia dan gw belum pernah nyampe kota laen di Swedia selain Malmø (yang berbatasan sama Denmark, dan cuman 40 menit pake train dari Kopenhagen).
Dan waktu itu nyari tiket nemu yang gak terlalu mahal (pake Norwegian Air, karena booking beberapa bulan sebelumnya), akhirnya ya udah deh diputuskan sebagai tempat tujuan jalan-jalan setelah Bergen.

Owya, sebelumnya googling dulu- seperti apa sih Stockholm dan apakah worth to visit.

Sebenernya untuk orang Indo mah, ampir semua tempat di Eropa tentunya worth to visit, kan orang Indo easy to please :-)
Lagian kita udah biasa susah juga di negara sendiri, jadi research tempat destinasi cuman untuk persiapan aja biar gak kaget gitu pas nyampe sana. Juga supaya tau apa-apa aja yang mesti dikunjungi.

gamla stanGamla Stan :: old town-nya Stockholm

Ternyata kata tante Wiki, Stockholm punya nama sebutan Venice of the North.
Baru tau juga kalo kota Stockholm itu sebenernya beberapa pulau (kecil) yang digabung jadi satu municipality. Makanya banyak kawasan air juga kaya di Amsterdam. Bedanya kalo di Amsterdam kan kanal, kalo di Stockholm ya perairannya itu laut.

Kesan pertama gw tentang Stockholm : Mahal !

Dan gw dirampok gara-gara mbak yang di tempat turis informasi ngasi tau untuk beli tiket train untuk nyampe city centre pake Arlanda Express seharga 260 SEK (Swedish Kroner) ~ 350 ribu IDR. Padahal ada bus yang bisa nganter ke city centre dengan harga 1/8 nya!

*Grgrgrrgrgrrrgrgrrr*
Teganya.

Dampaknya gw jadi mesti berhemat-hemat di Stockholm (yang akhirnya gagal juga, abis ada summer sale . . . . huhuhu)

Pas nyampe ternyata suhunya lumayan cerah.
Bukan lumayan lagi sih, tapi 29 derajat Celsius! Officially summer here :)

arsitektur gedungnya mengingatkan gw sama Budapest,
hanya disini lebih bersih ...


Disini juga bisa naek sepeda, dan aslinya enak banget sesepedaan (asal gak nyasar dan bisa baca peta :) karena udaranya bersih, kotanya juga enak dijelajahi dengan sepeda karena banyak taman yang bisa diexplore, dan disini ada city bike yang bisa disewa selama 3 hari seharga 165 SEK (~ 220 ribu IDR).

city bikeCity bike :: modal untuk meng-explor kota ^^

City bike ini ada beberapa spot rack-nya di kota, dan bisa diakses pake kartu city bike yang bisa dibeli di turis informasi deket TT-Centralen (statiun central nya Stockholm).

Kalo males pake sepeda juga bisa beli tiket untuk 16 journey seharga 180 SEK (~242 ribu IDR), hanya tiket ini ternyata gak beneran bisa dipake untuk 16 kali perjalanan ternyata . . . cuman bisa untuk 8 kali aja :(

Karena summer artinya cuaca udah mulai anget dan nyaman untuk outdoor activities, sebenernya gw sih prefer sesepedaan. Tapi buat nyonya dan nona yang gak mau item dan kurang fit untuk sepedaan silakan saja pake transport umum.
Transport umum juga lebih cepet dan gak lecek, hanya buat gw sih (yang udah biasa sesepedaan di Amsterdam & Kopenhagen) rasanya gak afdol kalo gak ngerasain sesepedaan juga disini.

biking aroundbanyak turis laen yang sesepedaan juga, bagus sih cuacanya

Tourist center:
Vasagatan 14

Arlanda (airport) - Stockholm Cityterminal ; one way ticket 89 SeK (pake Swebus)
Cityterminal - Skavsta (airport) ; one way ticket 119 SeK

Monday, July 4, 2011

My Bergen experience (part 2) :: Whale for sale !

Lalu besokannya gw diajak sama MB ke pusat kota.
Kan rumahnya dia itu sebenernya sekitar 40 menit perjalanan pake mobil dari pusat kota Bergen. Dan hari ini dia ngajakin naek kapal dari port terdekat yang bisa langsung ke pusat kota.

Kita mestinya dianter pake mobil tapi hari itu lagi gak ada mobil, jadi kita jalan ke depan rumahnya ... lalu dia nyetop mobil orang yang lewat dan nanya boleh hitchhike gak.
Ajaib banget deh ... abis kota kecil kali jadi semua orang rasanya kenal dan gak ada yang berani macem-macem.

Jadi kita dianterin sampe port lalu dari situ naek kapal gede (yang tiketnya sebenernya mahal banget untuk perjalanan yang lamanya kurang dari 15 menit).


In overall, biaya hidup di Norwegia emang lebih mahal dibanding Denmark.
Dan Skandinavia emang lebih mahal dibanding negara Eropa yang lebih selatan.
Sama kaya Amsterdam juga lebih mahal dibanding Spanyol dan Itali.


Anyway, dari kapal ini udah bisa keliatan pusat kota Bergen. Bagian ini juga terkenal dengan deretan rumah khas Skandinavia (atau lebih tepatnya tipikal Bergen) dan termasuk daftar UNESCO World Heritage Site.

city centre:: Bergen city center view from the boat ::

Dari port tempat kita turun, udah walking distance ke pusat kotanya.
Dan pas kita kesana, karena lagi summer jadi banyak turis deh.

Turis-turis yang kesini biasanya naek kapal pesiar mewah, melintasi kota-kota yang punya pelabuhan di Eropa. Mereka turun bentar, liat-liat dan poto-poto, lalu jam sekian mesti balik lagi ke kapalnya karena lanjut ke tempat tujuan laen.


Gw dan MB membahas gaya jalan-jalan kaya gini. Buat kita, tipe perjalanan kaya gitu bakal ngebosenin banget. Palagi kita yang masi muda kan senengnya jalan-jalan yang penuh tantangan. Si MB ini orangnya juga adventurous dan juga extreme sports (makanya qta cocok temenan kli yah ... )
Mungkin (kesimpulan kita) kalo kita udah tua, gak punya tenaga untuk jalan-jalan tipe adventurous, baru deh kita mau ikutan jalan ala kapal pesiar kaya gini.


Trus, karena Bergen punya pelabuhan jadi disini yang terkenal pasar ikan atau Fiskemarkt. Fiskemarkt-nya dikelola lumayan profesional loh, sampe terima pembayaran pake kartu kredit segala (disini termasuk bisnis yang serius-an deh). Lalu banyak student dari negara bagian laen di Eropa juga kerja magang disini bantuin dagang.

Salahsatu contohnya ada Benjamin, student dari Jerman yang nawarin tester salmon dan ngajak gw ngobrol. Dia ternyata kuliah Psikologi di Cologne.
Dan cuman disitu sebagai kerjaan summer. Kata temen gw MB sih kerjaan kaya gini lumayan banget duitnya untuk selama summer. Maklum standar gaji di Norway kan gede, termasuk tinggi dibanding negara Eropa laen.

Owhya, si Ben ini malah nanyain. 'Elu asal mana?' Gw bilang dari Indonesia. Trus dia nanya lagi, 'Indonesia belah mana? Kota apa?'

Jarang-jarang juga ada orang mau nanya lebih jauh.
Buat orang Eropa kalo udah tau Indonesia aja udah hebat soalnya. Ini malah nanya kota apa lagi. Ternyata dia punya temen di Cologne yang asal Bandung, orang Indonesia juga.
Which is my hometown! Ih dunia yang sempit banget.
Si Ben ini menurut gw orang Jerman yang exceptional juga. Ramah, mau ngajak ngobrol duluan, mungkin karena udah sering traveling yah. fiskemarktini dia Ben, dia gak nolak juga pas gw bilang mo foto dia, malah action 'pura-pura natural look' :)

Ada satu sisi yang kontroversial dari Fiskemarkt ini. Ternyata mereka jual daging paus/ Whale ! Buat gw yang pecinta alam, pecinta binatang, apalagi whale yang populasi-nya semakin jarang, kenyataan semacam ini sempet bikin gw shock.

Trus gw bikin statement (keras-keras) di depan si mbak2 yang jualan: "How could you people sell whale here. They are endangered species!"
Lalu si mbak2 ini meng-counter argumen gw dengan bilang bahwa whale itu makan banyak ikan di laut, sehingga populasi ikan yang seharusnya dimakan manusia berkurang. Sebab itulah perlu untuk (ngebunuh) mengurangi populasi whale (dan juga dikonsumsi) supaya ada cukup ikan untuk dimakan manusia.
TEGANYA! Dan dia keukeuh nyuruh gw nyobain daging whale itu!

whale salecewe yang maksa nyuru gw nyobain daging whale, tega bener

MB juga bilang kalo sebenernya daging whale itu gak enak-enak amat sih.
Rasanya kaya makan minyak ikan, katanya.
Makanya gak bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak juga. Belenek kali ye.

Norway quick facts'

Fakta tentang Norwegia (quick survey pas ngetrip ke Bergen) :

1. Orang Norway ternyata suka ngejelek-jelekin (bikin jokes) tentang orang Swedia, mungkin hubungannya kaya Indonesia dan Malaysia kli yah. . .

2. Di Norwegia standar hidupnya termasuk yang tinggi juga dibanding negara Skandinavia lainnya, dampaknya harga barang lebih mahal (gaji juga lebih gede daripada di Denmark, katanya). Maternal leave/ cuti habis melahirkan bisa nyampe 2 tahun (kalo digabung suami+istri).

3. Norwegia juga kaya sama minyak, sumber daya andalan mereka nih.
Kata temen gw (cewe) kalo mau cari suami kaya cari cowo Norway aja . . . nice tips :)

Alamnya sendiri juga indah, dan langitnya bersih (maklum polusinya minim banget) makanya orang Norway seneng kegiatan outdoor mungkin yah.

They also trully Viking . . . pantang menyerah, gak takut sama cuaca jelek :-)


viking code

Sunday, July 3, 2011

My Bergen experience (part 1)

My time in Bergen has been amazing since my first day here.
Walaupun cuacanya dingin pas kemaren nyampe airport, tapi overall it's been fantastic experience so far.

Ini pertama kalinya gw nyampe di Norwegia, negara lain di Skandinavia selain Denmark.
Di sini gw tinggal di rumah orang tuanya MB, dia salahsatu besfren gw selama di Kopenhagen. Dia asli Norway dan orangtua nya baek banget. Mereka masih percaya Tuhan (gak atheis seperti kebanyakan orang Eropa) dan pas acara makan masih doa bareng.

Trus nyampe airport Bergen itu kan udah malem tapi karena lagi summer jadinya masih terang aja kaya masi sore di Bandung. Dari Bergen itu rumahnya MB sebenernya masi sekitar 1 jam perjalanan lagi naek mobil.

Di perjalanan dalam mobilnya itu dia cerita ada relasi-nya yang baru aja meninggal karena kecelakaan. A very unexpected event buat dia dan juga keluarga, juga komunitas gerejanya.
Owya penduduk Norway itu kan sedikit yah, juga Bergen populasinya sedikit, terlebih lagi Flesland (tempat MB tinggal).

Dampaknya, mereka jadi bisa dibilang kenal satu sama laen. Setiap kali acara keluar sama MB rasanya ada aja orang yang dia kenal di jalan. Entah kenalannya di rumah sakit, di gerejanya, temen sodaranya, temen orangtuanya, pokonya rasanya pasti aja ketemu orang yang dia kenal.

Karena Bergen itu deket laut, dan Flesland juga, pas hari pertama gw nyampe Norway itu sama dia dibawa ke suatu tempat deket laut. Spot nya selaen bagus juga tenang dan relaxing. Disini juga asik untuk yang suka nature, atau kegiatan outdoor. Dan untungnya kalo kesini pas summer gak terlalu dingin juga untuk kegiatan outdoor sih.
Makanya orang Norwegia itu gw rasa udah tua pun masih fit (seperti orangtua nya MB contohnya) abis mereka itu biasa banget trekking atau kegiatan di alam.
Pas trekking ama mamahnya MB (yang umurnya 70 taun lebih) stamina-nya gak beda jauh ama gw, sama sekali gak ngos-ngosan.
Beda banget sama anak muda di Indo yang masi muda disuru naek tangga dikit langsung ngos-ngosan.... (palagi kalo ngeroko).

Fleslanddaerah sekitar rumahnya MB, banyak boat, soalnya deket laut

Papahnya juga baek banget. Mereka (ortunya MB) sebenernya gak bisa ngobrol pake bahasa Inggris. Dan gw gak bisa bahasa Norwegia (walopun mirip Dansk).
Tapi mereka ngerti Inggris dikit sih. Kadang-kadang MB suka terjemahin.
Sering kejadiannya sih gw ngomong Inggris dan mereka ngomong Norsk tapi kurang lebih kita ngerti artinya apa :-)

Sebenernya, kata orang Norway sih Dansk itu old version of Norsk.
Ada beberapa kata yang penulisannya beda tapi pengucapannya sama/mirip.
Contoh: Tusind tak (Dansk) dan Tussen takk (Norsk).

Kebiasaan di Norwegia (or di Flesland tempat gw tinggal sementara ini) mereka dinner sore sekitar jam 4-5an. Lalu setelah itu malemnya jam 8-9 makan sandwich (mirip smorrebrod-nya Danish) dan sebelum tidur bisa minum teh atau snack, atau kue yang manis-manis. Dan karena summer, jadi siangnya kan panjang, kita bisa tidur malem banget skitar j11-12. Pas gw tidur j12 pun langitnya gak gelap-gelap amat, tapi masih ada sisa matahari terbenam.

view dari depan jendela kamar, udah tengah malem pun masi terang

Hari ini pun cuacanya exceptional bagus (peristiwa jarang buat orang Norway, cuman terjadi max 2 minggu pas summer) karena matahari-nya keluar dan langitnya biru. Bener-bener anget skitar 26-27C sampe sekitar jam 9-10 malem pun masih konsisten bagus cuacanya.

Seperti biasa (=biasa a la Norway) kalo cuaca bagus kaya gini mereka udah siap-siap bikin acara barbeque. Karena udah ngecek weather forecast beberapa hari sebelumnya jadi pas hari ini udah siap semua bahan-bahan untuk barbeque.
Dan yang dateng keluarga besarnya MB, sodara-sodara dia plus istri & anak-anaknya. Menunya pun lengkap; kentang, ayam panggang, salad, jamur, etc. Plus dessertnya cake buah. Ah pokonya luxurious banget deh buat gw (yang sedang traveling, karena biasa makan seadanya), serasa ada acara besar (padahal mah buat mereka cuman acara ngumpul-ngumpul keluarga doang).

MB and her lovely fam!

Kalo ada acara makan-makan gini, sebenernya lumayan banget ngirit budget makan. Standar Norwegia (dan Skandinavia pada umumnya sih) termasuk mahal soalnya untuk makan di luar. Makanya seringnya orang sini masak, selaen ngirit juga bagusnya makanannya lebih sehat sih. Trus juga mempererat rasa kekeluargaan (hihi... ini pendapat gw aja, soalnya di keluarga MB ini emang kerasa banget buat mereka acara makan itu seperti ritual untuk ngumpul dan share cerita).