Thursday, October 22, 2009

things that (might) happened..

Cerita #3 : Nyasar di Lisabon


We're sorry we cannot provide this traveling story in English.
Selama di Portugal, walopun kita punya map tapi masih suka ajah nyasar. Akhirnya kita mesti sering-sering nanya orang kalo mau ke suatu tempat. Untungnya, orang-orang Portugal termasuk yang ramah dan helpful (love them!) However, masih ada juga kendala biarpun udah nanya ke (beberapa) orang. Love this part of Portugal!

Seperti waktu di Lisboa, sempet satu hari kita mengalami sesuatu yang gak direncanakan banget.
Dan fatal untuk seorang traveler. Yaitu, kehabisan uang tunai.
Moreover, waktu itu lagi weekend (hari Sabtu malem mau ke Minggu kalo gak salah)
temenku berkali-kali nyoba ngambil tunai di ATM tapi gak berhasil.

Setelah beberapa kali nyoba di tempat ATM yang berbeda (dan jalan beberapa ratus meter di malam yang dingin, kelaperan- gak punya uang buat beli makan.... sedihnya.... begini toh rasanya jadi gembel di negara orang) akhirnya berhasil juga ngambil uang di ATM
!!! The story might end up with the title: How to survive without money in Lisbon :-)
Lalu kita me-reward dengan makan paket hemat di KFC mallnya Lisboa, di deket Parque des Naçoes.
(Salahsatu KFC paling enak yang pernah gue makan ! gara-gara kelaperan :-)

Langkah berikutnya adalah nyari penginepan, karena mau nyari emergency host juga udah gak mungkin.
Kita udah punya hostel yang dituju dan alamatnya, tapi nanya ke orang-orang koq beda-beda sih jawabannya ?!?

Ada yang bilang, mesti naek train antar kota dulu satu stasiun, ada yang bilang jalan kaki ajah 'gak terlalu jauh koq', ada yang bilang belok kiri, ada yang bilang belok kanan.

Lah, malah tambah bingung kita dan nyasar (LAGI) deh.

Karena udah pegang uang cash, akhirnya sih kita memutuskan naek taksi (
tiket kereta yang udah keburu dibeli, kita pake ilegal besok paginya :-) dan ternyata orang yang ngasi tau kita pertama kali yang bener kasi petunjuknya
!!
Banyak bertanya koq malah sesat di jalan......
keywords: travel, traveling, cheap travel, funny experience, Eurotrip, Europe, Lisboa, Lisbon, Lissabon, Portugal, backpacker, backpacking

Thursday, October 15, 2009

Things that (might) happened. . . [cerita lucu #2]

Cerita lucu #2. Diusir (lagi-lagi) Lifeguard di Tavira
We're sorry that we cannot provide this story, about funny traveling experience, in English, it might not pretty well told in other language. And this uniquely interesting in certain culture only.
The one and only 'beach moment' kita selama Eurotrip ini adalah di pantai sebelah selatan Portugal.

Nama kotanya Tavira, dari kota kecil yang bagus ini kalau mau ke pantainya harus naek boat lagi selama setengah jam perjalanan. Boatnya berangkat dari pelabuhan di kota dan tiket pulang-perginya gak mahal sih.


Kita udah dikasi tau sebelumnya sama beberapa kenalan bahwa pantai di Tavira ini bakalan bagus dan termasuk 'hidden paradise' untuk para turis. Terutama gue, si anak pantai, tentu aja menantikan momen 'sun, sand and sea' ini.

Nyampe stasiun kreta, kita nyari hostel (dan nyasar, walopun udah nanya orang sana-sini, abis nanya orang Portugis pake bahasa Inggris susah juga. Dia gak ngerti, giliran dia nerangin pake bahasa Portugis, kita yang gak ngerti).


Untung di hostel, resepsionisnya okeh banget Inggrisnya, dan informatif juga.
Ditanya segala tau (termasuk dimana cari tempat makan yang murah ;-)


Pas besokannya ke pantai, kita naek boat pagi biar bisa nikmatin lama disana.

Nyampe sana, pantainya bersih dan lumayan oke, lautnya biru dan langitnya cerah (tapi airnya masih aja dingin.... brrrrrr)


Kenapa gue bilang lumayan ? Karena pantai di selatan Lombok juga sebenernya ada yang bagus kaya gini, cuman gak sebersih di Portugal.
Dan disini lebih banyak nemu cowok-cowok cakeup versi Portugal juga....... *HALAH*


Anyway, orang laen mah pada bawa handuk pantai untuk berjemur, payung untuk berteduh, kita cuman bawa bekel makan siang doang.
Sunblock pun dapet gratisan dari cewe Turki yang barangnya ketinggalan....hihihi..

Karena gak bawa payung, disana ada sih zona payung yang bisa disewa. Tapi berhubung mau menghemat Euro, kita nyari aja payung orang yang gak kepake. Setelah 1-2 jam berjemur (sekalian bobo siang, anginnya enak.... adem :-) kita makan siang, maen-maen aer, dan berjemur lagi ..... tiba-tiba ada lifeguard nyamperin kita.
Trus dia ngomong pake bahasa Portugis : 'bla...bla.... bla.... '
Gue + partner mana ngerti, kita bilang aje : "Sorry, we don't understand Portuguese. Do you speak English ?"

Si lifeguard-nya keliatan frustasi gituh ngomong sama kita yang pasang tampang gak ngerti alias bego, sambil ngedumel dia ninggalin kita balik ke pos-nya. Kita ngebahas, 'Tadi dia bilang 'prohibido', emangnya kita salah apa?'

Tau-tau si Lifeguard balik lagi sama temennya, kali ini temennya yang ngomong sama kita (pake Inggris yang lumayan dimengerti sama kita),
dia bilang: " Eh lu berdua tuh dilarang diem disini. Ini payung punya kita, untuk lifeguard. Kalo elu mau pake payung ya pake yang sebelah sana, bisa sewa."
Barulah kita ngerti......... owh gitu toh maksutnya.
(Padahal dari tadi kita juga udah bikin asumsi sih, kali aja ni payung punya si Lifeguard abis enak gitu posisinya strategis....) keywords: traveling, travel, backpacking, backpacker, cheap travel, Portugal, Tavira, Portuguese, beach, sun, sea, sand, Europe, Eurotrip, vacation, experience

beach in TaviraPantai di selatan Portugal yang sebenernya biasa aja di banding pantai di selatan Lombok

PS. Cowo-cowo Portugal (or yang gue temui selama di Portugal) emang cakep-cakep!
Christiano Ronaldo itu gak ada apa-apanya dibanding cowo sebelah gue yang lagi berjemur -sambil telanjang dada...... ehemmmm.... tapi ada cewenya gituh deh.


Sunday, October 4, 2009

Cerita luchu saat ngetrip (bahasa Indonesia version only)

Sans souci, Postdam
#1. Diusir satpam di Sans Souci, Postdam

Cerita bermulai dari suatu hari yang panas di Jerman, di akhir bulan September (jarang-jarang!) aku pengen ke Postdam, liat istana Sans Souci.
So berangkatlah kita dari Berlin menuju Postdam, setelah menyiapkan bekal buat makan siang juga disana (yang nyiapin temenku sih, aku bantu ngabisin aja :-)
Sampai sana, cuaca bener-bener cerah ! Langit biru, mataharinya hangat...

Setelah muter-muter istana, karena tambah siang tambah panas, juga efek dari perut kenyang abis makan siang, akhirnya kita memutuskan untuk tidur siang di rumput depan istana musim panas Sans souci yang empuk.
(setelah Eurotrip berakhir pun, kesimpulan gak berubah, rumput Postdam emang yang paling enak untuk dipake tidur siang!)

Tidur siangnya enak banget, dibawah bayangan pohon, sampe akhirnya kita dibangunin sama dua orang satpam: 'Sori, kalian dilarang bobo disini.'
Kita masih coba ngedebat lagi dengan bilang: 'Tapi gue liat disana ada juga tuh orang yang bobo, jadi kita pikir boleh.' (emang bener)
Satpamnya bilang lagi: 'Oke, nanti orang itu juga kita usir.'

Berakhir deh tidur siang kita yang nikmat.

Catatan : karena gue gak bisa bahasa Jerman, dan satpam itu ngomongnya pake Deutsch, jadi gue mah bisa pura-pura pasang tampang bego (
yah kalo ada aturan tertulis pun, emang gue gak ngerti artinya ... )

funny stories, Eurotrip, Europe, backpacking, backpacker, Indonesia, traveler, traveling, trip, cheap travel, Postdam, Sans Souci, Germany, Berlin

Friday, October 2, 2009

coming back home : Munich - Dubai


it feels like a dream and its time to wake up.

realizing my vacation has come to the end, I wept in my seat on the flight back home.
the sunset has seen my tears down on my face.
for it has been a great journey, a fantastic adventure, with such a partner and it was all must come to an end somehow.
I hardly say goodbye to the things, especially to those nice things happened, but he has made me saying it loud.

i already miss it all.
the weather in Portugal. autumn in Berlin. smell of olive tree in Andalusia.

a French friend told me that French people didn't say goodbye, instead they would say, 'Au revoir'
means 'see you later'.


so I'd say
Au revoir.

pertama, harus diakui bahwa ada masalah psikologis yang belum terselesaikan.
namanya perpisahan.
dan itu pasti selalu, akan terjadi, pada semua cerita.
terutama cerita yang bagus.

tiba-tiba aja jadi sedih.
untuk semua hal-hal menyenangkan yang telah dialami dan harus kembali ke realita.


itulah konsekuensinya jadi orang dewasa.

aku kecanduan.
sama traveling.
parah parah parah.


keywords: Muenchen, Dubai, Eurotrip, backpacker, backpacking, Germany, Europe

Thursday, October 1, 2009

Muenchen : Dachau Concentration Camp

memorial siteDachau Concentration Camp, Germany

The words 'Arbeit Macht Frei' (Work Makes Free) written in the front gate of Dachau Concentration Camp, the first concentration camp that established by Nazi back then on the beginning of World War II.

It was not feel scary at all when you're visiting the place with hundreds of visitors altogether, until I watched the documentary movies (yes it was gratis) and informed how this story begun.

Started from the end of the World War I and how Nazi was won the election
(lesson learned: democracy didn't always chose the 'nice' party), and how was this anti-Semit movement leading to death of millions people during period 1933 - 1945.


It is a long story to be retold, yet intensely intriguing.


tulisannya : May the example of those who were exterminated here between 1933-1945
because they resisted Nazism help to unite the living to defence of peace and freedom
and in respect for their fellow men

'Never Again'
marked in four different language in the memorial site of Dachau concentration camp.


My friend recited 'History belongs to the winner'.

Means the winner could reshape the history, which is normally occurred in any countries in the world.
But Germany took the fact that even the democracy had chosen the dictator, they also learned from history that it should never happened again.

Waktu kita di Muenchen, ada dua pilihan : satu, pergi ke Salzburg (kotanya Mozart) dimana disana bisa ngeliat kota-kota tua ala Eropa.

Atau pilihan kedua, Dachau, salahsatu kamp konsentrasi pertama yang didirikan Nazi pada jaman diktator Hitler berkuasa.

Karena udah bosen liat kota-kota tua, akhirnya aku lebih milih Dachau.
Dan pengen tau juga tentang sejarahnya kenapa ini dan itu terjadi.

Sebelumnya, aku udah riset kecil-kecilan dengan bantuan tante Wikipedia dan om Google untuk cerita tentang kamp konsentrasi, dan juga ngobrol sama beberapa orang yang udah pernah ke Dachau sebelumnya.


Tips dari mereka : pulang dari Dachau, harus dilanjutkan sama kegiatan yang entertaining. Supaya gak frustrated dan kepikiran udahnya.

It was a good advice indeed.

gas chamberini dia salahsatu kamar gas (chamber room)
yang dipake untuk ngebunuh tahanan secara massal,
sebelum dimasukkin kesini tahanan mesti dicukur dulu rambutnya dan disuru telanjang

gross krematoriumgambar mayat orang-orang yang ditumpuk
karena krematorium udah gak cukup lagi menampung orang yang mati

Kamp konsentrasi Dachau memang pertamanya dibuat untuk tujuan tempat kerja orang-orang pengangguran, pengemis, debil (sebelum akhirnya jadi tempat 'pembuangan' orang Yahudi) dimana mereka suruh bangun jalan, infrastruktur, dan peralatan perang Jerman- yang waktu itu memang lagi perang dunia kedua.

Disini ada audioguide yang bisa dipinjem, untuk tau keterangan tentang arti masing-masing tempat yang kita lewatin.
Pas kita kesana juga ada semacam pameran visualnya, bisa lihat dokumentasi yang berhubungan dengan peristiwa Nazi, sejarah terbentuknya kamp konsentrasi, perang dunia pertama dan kedua.


Juga ada memorabilia yang berhubungan dengan kamp konsentrasinya; baju tahanan, alat bekas percobaan yang dilakukan tenaga medis Jerman ke para tahanan.


Banyak juga visual guide yang cerita gimana perlakukan tentara atau bahkan dokter-dokter Nazi yang memperlakukan tahanan secara gak manusiawi.
Tahanan yang mencoba melarikan diri biasanya ditembak mati ditempat.
Tahanan yang 'nakal' mencoba melawan juga dihukum berat supaya jadi 'contoh' buat tahanan laen supaya nurut sama tentara Nazi.
Juga banyak tahanan yang stres di tempat ini karena beban kerja mereka yang gak manusiawi juga situasi tempat tahanan yang mirip kandang binatang, akhirnya mereka mencoba bunuh diri dengan cara menabrak pagar penjagaan yang emang dialiri listrik.

Kita ke Dachau ini udah dateng pagi banget, tapi masih aja enggak sempet ngeliat semua bagiannya. Sampe akhirnya pas lagi liat gambar-gambar di pamerannya, tiba-tiba udah dikasi tau sama satpamnya kalau mereka mau tutup.


Gak kerasa banget.

Abis seru banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari sejarah Jerman dan kamp konsentrasi ini.
Baik dari segi historikalnya juga dampak sosialnya ke kehidupan Jerman sekarang.

Pas balik ke Muenchen lagi,
Rathaus (=gedung walikota) yang kalo siang warnanya polos sekarang tiba-tiba jadi warna warni kena permainan cahaya lampu.

Waktu itu masih Oktoberfest juga, jadi rame banget banyak orang di jalan.
Lumayan untuk bikin gak kepikiran soal jutaan orang yang mati di kamp konsentrasi.

rathausRathaus warna-warni banyak lampunya

Info harga: Tiket XXL dari Munich ke Dachau ~ 11.80 €

keywords : Dachau KZ, Munich, Muencheh, Germany, Bavaria, Oktoberfest, Eurotrip, Europe, backpacking, backpacker