Friday, July 18, 2014

Kenapa MAS ?

Kemaren malam kita dikagetkan kembali oleh peristiwa jatuhnya pesawat MH17 di daratan Ukraina, yang kali ini (sialnya) kabarnya terkena tembak rudal oleh pihak milisi Pro-Rusia.
Terlepas dari siapa yang mengklaim perbuatan tersebut (dan sejauh ini baik dari pihak Ukraina maupun Rusia, sama-sama menyangkal) peristiwa ini membawa kehilangan yang sangat besar bagi sejumlah orang.

Sampai tulisan ini dibuat, sudah diberitakan sekitar 298 korban jiwa melayang dalam tragedi MH 17, dimana 283 diantaranya merupakan penumpang (280 dewasa, 3 bayi) dan 15 kru kabin.
Diperkirakan ada 12 orang warga negara Indonesia diantara para penumpang yang meninggal.

My deepest condolences goes out to those who affected by this shocking tragedy...

Tapi yang membuat saya merasa sangat kehilangan adalah, sekitar 108 orang dari penumpang MH17 merupakan akademisi, peneliti dan ilmuwan di bidang HIV-AIDS.
Mereka dalam perjalanan menuju konferensi AIDS internasional (International AIDS Conference) yang dimulai secara resmi tanggal 21 Juli mendatang di Melbourne.
Buat saya pribadi, mereka mendapat perhatian khusus karena inilah orang-orang yang mendedikasikan pemikiran, tenaga dan waktunya bagi ilmu dan kemanusiaan....

And I keep wondering... why some people tried to make this world as a better place
while some just like to kill other humans?
 
Secara statistik, bepergian dengan pesawat termasuk pilihan paling aman, dibandingkan moda transportasi lain seperti sepeda motor, mobil, atau kereta (train).
Kecelakaan pesawat merupakann peristiwa yang bisa dibilang jarang terjadi, tapi kalau terjadi bisa dipastikan fatal akibatnya. Dari banyak kasus, seringnya tubuh korban hancur akibat ledakan di udara ataupun jika ditemukan sulit dikenali karena terbakar.

Malaysian Airlines (MAS) sendiri menurut saya bukan maskapai yang abal-abal sehingga 'layak' mendapat musibah ini (well, sejujurnya tidak ada seorang pun yang 'layak' kena musibah).
MAS umumnya bermodal pesawat-pesawat keluaran baru dan canggih, seperti Boeing seri 777 atau 700. Pelayanan pre- dan in flight yang saya alami sewaktu berangkat dari Changi ke Dubai bulan April kemarin pun bisa dibilang memuaskan. Maskapai nasional negeri jiran ini punya branding yang cukup dikenal oleh dunia internasional. Buktinya, setelah tragedi hilangnya MH370 pun MAS tetap dipercaya untuk mengantarnya ratusan ilmuwan dan peneliti dari Eropa dalam perjalanan menuju konfrensi internasional.... which so sadly took them in the end of their journey :'(

This is certainly not a good year for MAS, mereka punya banyak tantangan ... salahsatunya mengembalikan kepercayaan publik tentang keselamatan dalam penerbangan.

Kenapa MAS ? Kenapa MH 370 yang hilang ? Kenapa MH 17 yang ditembak rudal ?

Itu semua rahasia (Tuhan) yang tentu aja gw gak tau jawabannya. Mungkin bahkan mereka yang punya semua fakta dan teori tentang peristiwa terkait pun belum tentu tau semua jawabannya.

taken on 14.04.2014
[on my way to Dubai]

For sure, bahkan gw pun (yang biasanya gak parno dan logical thinking) sekarang jadi mikir-mikir untuk milih MAS lagi setelah peristiwa ini ... at least for certain period of time.

Akan gw tutup tulisan ini dengan sebuah doa : Semoga keluarga, teman dan mereka yang ditinggalkan oleh korban mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan YME ... Amin.