Friday, August 12, 2011

Italian stories(2) :: Get lost in Rome

So much to say about Rome!

Sampe gak tau mulai dari mana dulu yah ... hmmm . . . .

Gimana kalau mulai dari cerita gimana akhirnya gw memutuskan pergi ke Roma.

Alesan utama karena nemu tiket murah pake Ryanair dari Stokholm.
Emang murah sih tapi kalo pake budget flight macem Ryanair artinya musti merelakan barang-barang yang overload dibuang. Abis mereka strict banget soal aturan koper yang masuk kabin cuman boleh 10 kgs.

Waktu itu gw kelebihan beberapa ratus gram, dan akhirnya ngebuang 1 celana panjang (untuk tidur) lagian the rest of the journey will be warm. So I won't need it anyway!

Ini juga salahsatu pelajaran tentang kehidupan yang gw dapet selama traveling, yaitu

1. Sesungguhnya kita gak butuh banyak barang untuk bertahan hidup, jadi bawa yang penting-penting aja.

2. Barang yang kita bawa tapi gak kepake akhirnya cuman bikin cape aja, karena mesti dibawa-bawa sepanjang perjalanan.
Masih mending gw traveling 'hanya' selama 30 hari. Kebayang kan banyak orang membawa 'beban emosional' yang tidak penting selama bertahun-tahun.
Just let it go.

Waktu itu saya mendarat di airport Ciampino dari Skavsta, Stokholm. Keduanya sebenernya bukan bandara udara utama, tapi lebih airport untuk maskapai budget.
Karena bukan airport utama jadi letaknya gak deket banget sama kota, beda sama Fiumicino yang lebih deket sama pusat kotanya Roma.

Tapi kalau waktu traveling kita fleksibel gak masalah koq, tinggal naek bus ke Metro Line A. Anagnina (harga tiket 1,20 Eur) lalu disambung pake metro ke pusat kota Roma, st. Termini (1 Eur, single ticket).

Yang berasa bahwa saat itu saya officially sampai di Italia adalah pas naek metro dari airport Ciampino ke city centre ada bapak pengamen yang nyanyi lagu 'Santa Lucia' dengan suara soprano yang indah banget! Berasa nonton live opera dari kursi tempat duduk metro.
Priceless : )

Roma sendiri bukan cuman sekedar kota yang indah secara arsitektur, tapi juga punya nilai historikal yang tinggi.
Hampir semua bangunan kuno yang saya lihat disana, selalu aja ada cerita historis yang sangat menarik di belakangan.

Yang paling terkenal di kalangan turis tentunya kompleks bersejarah Colloseo (atau terkenal dengan nama Colloseum), Foro Romano (Forum Romanum) di bukit Palatine.

Ada juga monumen Vittorio, bangunan megah yang dibangun gak jauh dari kompleks bersejarah Forum Romanum. Tapi ada temen saya orang Italia asli, benci sama monumen Vittorio ini.
Menurut dia bangunan monumen Vittorio itu terlalu modern, gak cocok banget dibangun di kawasan historikal yang usianya beberapa abad.

Dia bilang bangunan bersejarah yang jadi objek turistik di Roma itu cuman sebagian kecil dari yang sudah diketemukan oleh arkeolog. Sisanya masih banyak yang sudah ditemukan tapi masih dipelajari, tapi tidak dibuka untuk umum.
Banyak juga yang diketahui tanpa sengaja, contohnya waktu pemerintah melakukan penggalian untuk bikin jalur metro baru ternyata eh malah ketemu situs bersejarah.


Akibatnya sekarang pemerintah Roma berhenti melakukan penggalian untuk mencari jalur metro karena malah akhirnya jadi penggalian situs bersejarah deh.

Banyak bangunan di Roma juga termasuk dalam UNESCO World Heritage Sites karena situs bersejarahnya pabalatak, tersebar di beberapa tempat.
Sebenernya meng-eksplor kota Roma itu gak cukup cuman 3-4 hari karena banyak banget tempat bagus yang bisa dilihat. . . Mungkin seminggu pun gak cukup, yang pasti saya pengen suatu saat balik kesini lagi, entah spring atau autumn saat cuaca lebih bersahabat.


air mancur Trevi :: Fontana di Trevi ::
air mancur paling terkenal di dunia (katanya)
tourists crowd #1


Tapi yah highlight turis kan biasanya cukup ke Colloseo, Fontana di Trevi, Pantheon, Piazza di Spagna (Spanish steps), Museo di Vaticano, atau Basilica Santo Pietro.
Kalo turis udah nyampe sana dan bisa foto dengan latar belakang tempat tsb, biasanya udah dianggap 'sah' mengunjugi Roma deh : )


Piazza di Spagna:: Spanish steps ::
Piazza di Spagna
tourists crowd #2


Owh ya. . . . cowo-cowo disini (cowo Italia asli maksutnya, bukan turis yang berkunjung),
hmmm . . . cakep-cakep
. Yummy Latino :)
Dan tentu aja gak girlie seperti cowo Swedish.

Selaen itu di Italia juga masih ada perilaku gentlemen, seperti lelaki muda ngasi tempat duduk ke perempuan lebih tua (ini perilaku yang hampir musnah di Denmark rasanya).

Tips penting selama di Roma:

1. Cukup bawa botol kosong aja selama bepergian, karena banyak fontana/ sumber air yang bisa diminum di beberapa tempat. Contohnya di depan Colosseo atau di Piazza di Spagna.
Minum langsung dari situ juga boleh, hanya lebih enak kan kalau minum dari botol.

2. Mau masuk chiesa Basilica St. Peitro gak boleh pake celana pendek atau baju terbuka (keliatan bahu). Jadi jangan udah antri panjang taunya depan pintu gak boleh masuk sama penjaganya.
Solusinya kalau udah keburu kesana adalah, di depan jalan masuk Basilica St. Pietro ada banyak tukang dagang pashmina (harga 5 Eur, overprice sih, tapi masuk basilica gratis).

3. Kalau mau beli magnet kulkas untuk oleh-oleh, menurut gw tempat yang paling murah adalah sepanjang jalan dari Colloseo menuju ke monumen Vittorio, harganya bisa cuman 1 Eur/buah (kalau beli 5). Mungkin bisa ditawar lebih murah lagi kalau beli banyak.
Kalau di toko sekitar Fontana di Trevi itu udah lebih mahal, bisa 3-5 Eur/buah, tapi lebih variatif juga desainnya.

4. Katanya Roma termasuk kota pusat turis yang banyak copetnya (sama lah kaya di Paris atau Barcelona). Gada pengalaman buruk sama pickpocket selama disini, tapi pastikan aja barang bawaan aman selalu naek metro, lumayan penuh di line yang menuju pusat turis.


Sebenernya gw udah punya peta Roma sebelum memutuskan mau pergi kemana aja selama disana.
Masalahnya . . . kemampuan gw baca peta emang payah :(
Akhirnya tetep aja suka nyasar, contohnya pas mau pergi ke chiesa Basilica St. Pietro, eh malah jadinya nyasar ke Museo di Vaticani (yah letaknya emang deket, deket disini beberapa ratus meter, tetep aja bete kalau nyasar).

Karena kesasar, akhirnya gw malah masuk antrian untuk ke Museo di Vaticani, ini antrian buset banget, kaya antrian haji! Ada kali 1 kilometer doang untuk antri masuk museum-nya.
Buset ini para turis mau aja dikerjain sama Vatikan, gara-gara cuman mau liat lukisan di Sistine chapel karya Michael d'Angelo kali yah.

Pas kesasar perasaan gw emang udah bilang ini jalan ngaco deh, tapi bingung nanya ke siapa karena disana isinya turis doang!
Gak ada orang Italia-nya (katanya orang Roma benci turis selama musim panas, karena menuh-menuhin kota).

Akhirnya gw kenalan sama Anna & Dante, mereka mahasiswa jurusan tourism yang lagi magang jadi tour guide. Dante campuran USA sama Italian, makanya bahasa Inggris dia bagus banget, tapi tampangnya cakep kaya Italiano (pengen gw poto tapi norak banget yah).
Mereka nganterin gw menuju arah yang benar, yaitu pintu masuk chiesa Basilica St. Pietro.
Wah pokonya berkesan banget ketemu mereka walopun bentar, ini yang bikin hati gw tetap hangat sekalipun traveling sendirian ^^

Kata Anne & Dante, antrian turis hari ini (yang panjangnya udah 1 kilometer itu) gak ada apa-apanya dibanding hari sibuk. Biasanya turis ini udah nangkring dari pagi/subuh untuk ngantri karena kalo kesiangan akan tambah panjang tuh antrian.
Antrian panjang untuk masuk ke Museo di Vaticano ini bayarnya 14 Eur, tapi kalau mau cara yang lebih cepat bisa beli tiket seharga 26 Eur (shortcut gitu deh, tapi masih ngantri juga, hanya gak terlalu panjang).

Si temen gw orang Italia asli bilang kalau Vatikan tuh tajir banget cuman karena buka itu museum, karena pemasukan dari turis aja bisa berapa juta Euro.
Turis yang ngantri kan ribuan per hari. . .
Pokonya kepausan di Vatikan itu bisa cuman ongkang ongkang kaki doang kerjaannya, cukup dari tiket masuk.

Owh ya, karena gw menganut paham anti imperialis, makanya gw juga gak mau masuk museum ini.
Apalagi ngantri-nya tidak berperi kemanusiaan kaya gitu, walopun sebenernya gw penasaran sama Sistine Chapel-nya Michael d'Angelo *hiks*
Tapi masuk Basilica St. Pietro juga puas koq. Maklum orang Indonesia liat apa aja disana itungannya bagus . . . hehe

basilika Santo Petrus:: Basilica Santo Pietro ::

'Rome in July is a perfect place, if you wanna see tourists'


Beberapa expenses selama di Roma :

one way ticket (bisa dipake untuk naek metro) ~ 1 Eur
Lasagna (beli di deket Fontana di Trevi) 7 Eur, termasuk tip
Breakfast 3,20 Eur (brioches+minum)
postcard+ stamp 9 Eur
magnet kulkas 5 @1 Eur

Tuesday, August 9, 2011

Leaving Copenhagen!

:: Danes saved the day ! ::

Mon 08.08

Di tanggal cantik ini (yang katanya hoki menurut penanggalan Cina) gw meninggalkan Denmark karena program master yang udah beres.

Tapi rupa-rupanya cuaca gak bersahabat banget sama gw.
Tiba-tiba ujan gede banget pas sore deket waktu gw mo brangkat! Emang dari pagi perasaan udah gak enak sih, soalnya gw tau kalo pagi-pagi ada suara burung berkicau (dan kemaren-kemaren ini mereka selalu ribut, bikin orang kebangun aja) berarti cuaca bakal cerah.
Sedangkan hari ini pagi-pagi sepi banget.... saking sepi sampe bisa diperkirakan 90% confidence interval bahwa cuaca pasti jelek.
Lebih parah lagi, internet di rumah dari kemaren gak jalan!
Jadinya gw gak bisa ngecek weather forecast juga :-(

Karena masih ujan terus-terusan (bukan ujan yang bisa ditunggu, ujan awet kata orang Sunda) padahal udah gelisah pengen berangkat ke airport, jadilah gw putuskan untuk tetep berangkat walaupun ujan.
So, mulailah gw menurunkan 2 koper (1 koper ukuran gede yang beratnya setengah badan gw! dan 1 lagi ukuran kabin) dari lante 4 tempat gw tinggal.
Sebagai tambahan- di tempat gw tinggal gak ada lift- jadi lumayan sehat deh kalo mau olahraga tiap hari. Pantat dan betis gw ajah sekarang kenceng :-) digabung sama naek sepeda tiap hari... hehe..

Anyway, setelah usaha menurunkan 2 koper tersebut, mulailah perjuangan menembus hujan dari rumah menuju stasiun Metro. Yakin deh orang-orang yang ngeliat gw geret-geret koper dalam hati pasti kesian, mungkin dipikirnya : 'Duh ini cewe udah mungil, item, kurus, geret-geret koper segede itu, ditengah ujan pula!'
Tapi gw sih malah ngerasa lega meninggalkan Kopenhagen, karena kalo cuacanya bagus mungkin hati gw bakal lebih berat.

Then, nyampe stasiun metro- guess what . . .
Lift-nya rusak!
Belum pernah selama ampir lebih dari 6 bulan bolak balik stasiun metro itu lift-nya rusak, baru hari ini doank! Pas lagi bawa koper gede pula... Ajaib gak sih...

Tapi kalo Tuhan punya rencana apa pun bisa terjadi. . .

Selama beberapa lama tinggal disini sebenernya gw udah ngerasa bete banget sama kelakuan orang Denmark yang jutek, cold, nyebelin, egois, self-centered etc.
Hanya hari ini ada sesuatu yang beda.
Pas sedang berusaha susah payah (nurunin koper pake tangga), ada cowo bule yang bantuin gw! Dia ngomong pake bahasa Danish (dan honestly gak tau apa yang dia omongin, tapi gw ngerti dia mo bantuin gw), tus langsung aja tuh koper ukuran jumbo dijinjing ama dia dibawa turun tangga.
Langsung aja gw bilang: 'Tusind tak' (beribu terimakasih) berulang-ulang.

Nah, setelah beli tiket lalu turunlah gw pake eskalator dengan koper-koper itu.
Dan. . . tiba-tiba, ada 1 koper gw yang jatoh pas di eskalator!
Heboh banget deh, karena gw takut koper itu bikin celaka cowo (bule laen lagi) depan gw.
Gw udah bilang.. 'Sorry.. sorry ... ' takut aja dia marah atau bete.
Taunya dia malah bantuin pegangin tu koper sampe gw beres turun nyampe bawah. . . . Hari ini pokonya exceptionally mata hati gw dibukakan sama kelakuan baik orang Denmark :-)

Walaupun hari ini hari yang jelek (karena cuacanya) tapi hati gw hangat rasanya *bigsmile*
Karena tau bahwa selalu ada orang yang baek (di Denmark, atopun di mana ajah) yang mau nolong orang laen (despite tampang gw yang 'imigran' :-)

Saturday, August 6, 2011

single but not alone [or even lonely!]

'Ngapain sih jalan-jalan sendirian ?'
Mungkin itu pertanyaan sebagian orang pas tau kalo gw sering jalan (traveling) sendirian.

Ada banyak alasan, mulai dari alasan praktis (ngerencanain jadwal jalan untuk 1 orang lebih gampang daripada untuk 2 orang) sampe alasan personal (soalnya gw gak suka diatur, juga gak suka ngatur :-)

Emang bisa dibilang alesan yang terakhir lebih kuat, ini juga baru disadari akhir-akhir ini-
saat gw berkontemplasi dalam perjalanan: kenapa prefer jadi single traveler (walopun sebenernya gw gak masalah juga kalo gabung dalam grup, dan termasuk orang yang bisa diatur... mestinya :-)

Karena [1] jalan sendirian itu sangat fleksibel, bisa ngatur sendiri mau jalan kemana, mau liat apa, mau bangun jam berapa, makan apa, trus milih rute sesuka kita (juga nyasar sesuka hati),

[2] dengan jalan sendirian kita bisa belajar banyak hal: belajar how to survive (gimana beli tiket pake mesin, atau bahkan validasi tiket sebelum naek train), belajar bahasa lokal (ngedenger paling engga, kalo ngomong mungkin take some time), dan juga karena gw demen meng-observasi orang dan kebudayaan terasa lebih 'original'.

[3] dan jalan sendirian itu bukan artinya kita gak ketemu banyak temen!
Berhubung gw ikutan couchsurfing [CS], dan so far sekitar 95% pengalaman gw in between nice to excellent, jadinya sangat sangat ketagihan untuk on and on di komunitas ini :-D

Terlebih pengalaman summer trip gw kemaren, yang rutenya sebagai berikut:
Bergen [Norwegia] - Stockholm [Swedia] - Roma [Italia] - Firenze - Genova - Ventimiglia - Cannes [Prancis] - Nice.

Cuman di Bergen aja yang gw gak dihost sama orang dari CS, karena emang waktu itu gw nginep di rumah (ortunya) besfren yang asli asal sana.

Dan tentu aja pengalaman yang gw dapet selama CS-ing ini jauh banget lebih berkesan daripada jalan biasa nginep di hostel, ataupun ikutan tur.

Tentu aja exceptional karena, ini unplanned! So I have nothing to expect :-)

Sebagai contohnya adalah host gw di Firenze.
-Untuk latar belakang tempat, Firenze/Florence tuh ibukota regio Toscano/Tuscany.
Ini salahsatu tujuan destinasi gw untuk sekian lama karena gw pecinta museum dan kultur terutama seniman asal Italia e.g. Michaelangelo Buonarroti, Leonardo da Vinci, Botticelli yang karyanya bisa dicari di kota ini.
Juga Gallery Uffizi, sudah jadi wishlist gw (selaen Musee du Louvre, yang kesampean waktu taun 2009) - walopun host gw bilang masih banyak museum yang jauh lebih impressive daripada Uffizi.

Being italians, or basically born in this beautiful city- bisa dibilang terbiasa ngeliat karya artistik dimana-mana. Arsitektur medieval dari jaman Roman sampe neo Renaisans bisa diliat di tiap pelosok kota, mulai dari gereja, jembatan (ponte), piazza, dst ... sayangnya gw bukan orang yang bisa menjelaskan secara detail. Tapi kesimpulannya, kota ini indah banget!
Bagi gw bahkan Firenze lebih berkesan daripada Roma, padahal Roma sendiri in general sih indah (dan menyimpan banyak cerita historikal).

Ehmm... ok, setelah ngelantur dikit tentang Firenze, kembali ke host gw disini :-)
Dia latar belakangnya peneliti juga (PhD) dan karena gw sedikit banyak pernah berkecimpung di dunia penelitian, tentunya ada beberapa obrolan yang nyambung.
Tapi bukan itu yang bikin dia cool, yang cool adalah- malem pertama gw nyampe Firenze, dia langsung nyulik gw ke kawasan perbukitan (bareng ama temen2nya, yang sama gilanya) untuk swimming pool party! at midnight!! under the moonlight !!!
Mungkin kesannya gw melebih-lebihkan (mendramatisir) tapi emang beneran.

shared hammock:: sharing hammock w/ Ilja, after swimming pool party ::
photo taken by Diana, from Lithuania


Dia sendiri nanya (pertanyaan retoris lebih tepatnya): 'Berapa kali dalam hidup elu, elu bisa berenang tengah malem dibawah sinar bulan, di tempat yang indah kaya Firenze?'
Aih aih. . . . dasar orang Itali. Biar peneliti tetep aja berjiwa romantis.

Trus besokan malemnya, gw ngikut diner di rumahnya.
Tadinya sih gw pengen masakin sesuatu yang berbau Asia, tapi dia bilang gausah repot-repot.
Jadi akhirnya dia bikinin makanan buat kita berdua.
Masakannya gampang aja sih, cuman salad ama roti (minta tetangga pula)- tapi ya ampun saladnya enak banget. Tentunya ada wine juga, dan desert. (Buat orang Itali ama Prancis, makan tuh ritual yang special banget. Bukan asal kenyang doank, tapi ada seninya juga).
Sambil makan, qta ngomongin segala macem ngalor ngidul, mulai dari hal yang scientific dan rasional- sampe hal yang gak penting; contohnya waktu gw bilang honeymoon yang gw pengen adalah jalan ke selatan Italia pake karavan.
Dia langsung ketawa ngakak! Dia pikir gw bercanda waktu ngomong begitu *huh*
Dan sejak itu dia ngegodain gw, katanya: 'gypsy girl'.

Cerita selanjutnya adalah host gw di Cannes.
Cannes, Prancis tuh kota yang terkenal suka dipake untuk festival film international.
Gw agak ignorant soal tempat ini sebelumnya, karena ini a bit out of plan.
Tadinya gw pengen ke Marseille, tapi karena perubahan rencana (dan ini juga asiknya jalan sendiri, rencana bole berubah kapan aja :-) jadinya gw ganti rute ke Cannes (walopun tiket Ryanair angus, gapapa deh- dapet murah juga).

Host gw disini kerja di Villa deket pantai, dan ada swimming pool yang pemandangannya langsung ke arah pantai. Jadilah gw ikut menikmati fasilitas berenang gratis, tiap pagi (atau lebih tepatnya tiap siang :-) pas gw bangun tidur, daripada mandi gw mendingan langsung nyemplung ke kolam renang.
Host gw ini (qta sebut aja namanya J) udah pernah ke Indonesia dan pengalaman dia berkesan banget selama traveling di Indo (dan pengen balik lagi tentunya).
Dia juga masi inget beberapa kata, atau kalimat dalam bahasa Indo.
Trus tiba-tiba dia nyanyi sepotong bait lagu Indo, gw langsung kaget jadinya!
Abis kocak gitu deh . . . :-D

Seperti layaknya kebanyakan orang European (yang udah lama tinggal sendiri) dia jago masak, terlebih karena dia orang Prancis- masakannya enak!
Dia juga demen makan makanan Asia dan pas gw bikin nasi goreng (keahlian dasar yang selalu gw praktekan dimana saja saat diijinkan ... hehe) dia seneng banget!
Trus dia ngajakin gw belanja ke toko Asia dan disana ada manisan mangga (bikinan Thailand sih, gak nemu yang dari Bogor :-) dia langsung ketagihan!

Selama beberapa hari gw tinggal di Cannes kadang gw jalan sendirian juga karena dia sibuk ama kerjaan. Tapi kalau dia ada waktu, dia selalu coba ngajak gw mengeksplor sekeliling Cannes ama motor gedhe-nya. Kadang gw jadi berasa sedikit mirip seperti adegan Nicole Kidman dibonceng Tom Cruise di film Topgun . . . (hanya karena dia gak kaya Tom Cruise jadinya gw kembali ke alam nyata ... haha).
Cannes itu letaknya di pinggiran coastal, di French Riviera- jadi sepanjang kota itu kita bisa ngeliat garis pantai. Karena waktu itu cuacanya konstan bagus terus dan ada sinar matahari bisa dipastikan banyak banget turis bertebaran di pantai, maupun di penjuru kota.

panorama cannes from hillpanorama Cannes :: view from uphill
disini gak ada airport komersil, cuman ada airport khusus
tempat pesawat pribadi celebrities landing


Sebenernya gw gak suka kota yang terlalu turistik, terutama daerah pelosok kota (yang banyak pusat perbelanjaan, palagi ada summer sale- menggoda iman!) jadinya gw selalu mencari tempat-tempat yang unusual, yang kurang disukai turis tapi gak kalah menarik.

Owya, si J ini juga punya peralatan fotografi canggih !
Selaen kameranya profesional dia punya beberapa lensa (ada 1 wide lens-nya yang harganya 400 Eur, seharga kamera gw!). Trus dia ngasi liat beberapa hasil potonya di laptop.
Ternyata keren banget!
Pas gw nanya boleh gak gw minta beberapa hasil jepretannya, dia bilang gak boleh.
Soalnya suatu saat dia mau bikin exposition. Huhuhu. . . ultimate keren.

Akhirnya sebelum gw meninggalkan Cannes, gw ngeliat dia punya kartu anggota International Association Photojournalism- hmmm. . . . pantesan gak sembarangan koleksinya.

Pas gw cabut dari Cannes ini gw sampe nangis bombay sepanjang jalan karena sedih meninggalkan host gw yang udah jadi teman baek dan all those good memories :')
Entah kapan ketemu dia lagi, tapi rasanya mungkin aja sih, as the world is a small place for travelers like us . . .

stunningly French RivieraFrench Riviera landscape from my train *sighed*

Thursday, August 4, 2011

One fine day in Kopenhagen

Setelah meninggalkan Kopenhagen ampir 1 bulan untuk liburan summer, dan balik sini lagi ternyata ada beberapa hal yang gak berubah :
1. Cuacanya masih unpredictable
2. (Sebagian besar) orang-orangnya, terutama real Danes, masih cold dan heartless.

What can I expect. This is a place where you could just take it or leave it.

Besides my few but painfully bad experiences with Danes, masih juga ada beberapa yang exceptional (tentunya).
Salahsatunya adalah landlady gw, qta sebut aja namanya Mrs. L.

Dia umurnya 65 tahun keatas tapi (seperti layaknya Danes) masih aktif pake sepeda kemana-mana, termasuk ke tempat kerjanya tiap hari. Orangnya sih milih-milih, gaul sama dia a bit tricky, soalnya dia sebenernya suka diskusi berbagai hal.
Mulai dari soal kultur, kebiasaan, makanan, sampe agama pun dia tertarik.
Dan dia juga lumayan sering traveling (maklum disini cuti mereka banyak per tahun-nya) dan dia jago bahasa Inggrisnya, selain Prancis juga.

Anyway, hari ini dia udah spare time untuk gw- karena beberapa hari gw akan meninggalkan Denmark (berhubung masa studi udah selesai. Cepet banget yah, rasanya waktu 1 tahun tuh cepet banget *hikshiks*).
Jadi semacam 'saying goodbye' gitu ama gw. Walopun gw bukan tipe orang yang suka 'say goodbye' in a proper way, it's just too hard.
Gw sempet bilang ama dia: 'Well we don't know. Maybe I'll come back again to Denmark.'
Tus dia bilang: 'Maybe. Maybe you'll getting married with Dane guy.'
Rasanya gw pengen replied 'Nej, tak' (Gak deh, terima kasih), tapi sebagai orang Asia gw masi sungkan.
Instead gw cuman senyum-senyum aja sambil bilang... 'Ehmm... yeah we'll see.'

So, hari ini dia ajak gw sesepedaan (yup, gw punya sepeda, pinjeman dari temen gw yang exceptionally nice Danish girl juga) ke deket pantai. FYI, rumah tempat gw tinggal tuh emang deket banget ama pantai, pake sepeda 15 menit langsung nyampe coastal deh. Once in a while kalo suntuk emang gw suka sesepedaan sambil menikmati pemandangan (=cowo2 berbodi oke keringatan + terengah2 :-)
Terus dia (Mrs. L, landlady gw) traktir gw makan salmon+kentang di Club Sailor deket tepi pantai.
Kita ngobrol segala macem, dia juga orangnya thoughtful -pas dia ngeliat baju gw tipis padahal cuacanya mulai dingin+windy, dia ngambilin selimut buat dipake. Dia sendiri malah gak dapet selimutnya gara-gara abis dipake orang laen.
Pokonya bisa dibilang dia itu masi tipikal Danes, yaitu kalo udah deket bakal bisa baek banget.

Balik rumah dia ngajak gw minum teh (karena gw gak minum kopi, I am so lame) dan snack manis.
Lalu ngobrol banyak hal lagi, termasuk konsul masalah kesehatan dia juga.
Dia juga cerita tentang cek up-nya dia terakhir ke dokter, ternyata dia bagian dari penelitian kohort selama 20 tahun or so, karena pernah diterapi hormon. Kohort ini at least sampelnya 2000 wanita!
Untuk gw yang punya sedikit pengalaman di riset, tentunya hal yang sangat menarik dan jadinya nanya-nanya banyak. Dia dapet cek up gratis (walopun kalo punya CPR, kartu ID sini yang berfungsi sebagai kartu asuransi kesehatan juga, semua orang bisa ke dokter gratis) termasuk cek marker dan MRI yang kalo di Indo (ya elah, bandingin ama Indo) termasuk resource yang mahal banget. Cek up ini ada yang 2 bulan sekali, 3 bulan sekali, 1 tahun sekali. MRI dan CT scan contohnya 1 tahun sekali.
Dia juga aware banget ama status kesehatannya. Ada sekumpulan file yang isinya kompilasi data-data kesehatan dia termasuk catetan dokter. Pas gw liat-liat rasanya keliatan banget kalo ini negara emang canggih dan kebanyakan duit ... hihihi...

Tapi ada shortcoming-nya juga. Menurut Mrs. L, dokter disini gak terlalu concern ama keluhan pasien.
Lalu anamnesis-nya singkat banget, langsung dirujuk ke pemeriksaan penunjang.
Mungkin karena mereka punya advanced technologies juga.
Dia sih ngerasa gak puas karena kalo ke dokter, dia pesimis ujung-ujungnya cuman direfer dari 1 spesialis ke spesialis yang laen. Padahal semuanya gratis juga dan tinggal bikin appointment doank.
Dia juga gak doyan minum antibiotik ato obat-obatan. Kalo bisa sih, kata dia, gak perlu minum obat bisa gak sembuh penyakitnya?
Hmmm.... ya gw jawab, ada yang musti pake obat ada yang emang sembuh sendiri kalo daya tahan tubuhnya membaik.

Well, anyway, malem ini stelah ngobrol panjang lebar sama dia, sayangnya qta jadi semakin deket pada saat mau berpisah... *hikshiks* then gw bilang: 'You should definitely come to my wedding day'.
Mrs. L : 'What??? You're gonna have a wedding?'
Gw: 'Yeah. Of course, someday. I don't have husband yet at this moment. But I just thought that if you should come to my wedding day, if I have.'

Yeah I'm gonna miss her definitely.