Saturday, July 27, 2013

Sukarno Hatta airport .: AUTOGATE :.

Ada yang pernah denger sistem imigrasi Autogate?

Atau mungkin pernah liat di airport laen selain di Indonesia?


Saya pernah liat sebelumnya waktu di Kamboja, rasanya waktu masuk lewat Phnom Penh.
Di situ kalau turis asing akan melewati petugas imigrasi yang memeriksa passport secara manual. Sedang penduduk aslinya atau pemegang paspor lokal bisa lewat Autogate yang memindai paspor mereka secara otomatis lewat mesin.

Nah, ternyata bandara Sukarno Hatta di Jakarta juga sudah memiliki sistem Autogate ini loh.

Entah sejak kapan, yang pasti terakhir kali saya melewati bandara di tanggal 27 Juli kemaren, petugas imigrasi sudah menyarankan untuk lewat Autogate ini.

Sebenernya waktu itu gak terlalu banyak juga orang yang antri di barisan untuk pemeriksaan manual lewat petugas imigrasi (cara biasanya). Tapi saya liat di Autogate sebelah kanan bener-bener kosong alias gak ada orang yang mengantri.

Lalu karena ada om-om tampang cokin (orang Indonesia I'm sure) yang mikir saya nyerobot antrian (padahal sy cuman mau tanya petugas) jadi sambil sedikit pundung timbul keinginan mencoba Autogate ini. Selain gak ada orang yang lewat sana, juga sepertinya lebih efisien karena gak makan waktu lama.

Heran juga karena petugas imigrasi gak semuanya menyarankan turis (domestik yang pergi keluar) untuk melewati Autogate ini. Padahal banyak petugas juga yang lagi nongkrong-nongkrong disitu.

Gimana caranya sistem Autogate ini?

Berikut pemaparan dari pengalaman saya:


1. Pertama kita harus mendaftarkan paspor kita ke petugas imigrasi. Mereka duduk di bagian belakang dari mesin Autogate-nya.
Saat mendaftar ini, paspor saya dilihat sampe halaman belakang. 
Petugas ybs juga menanyakan, tujuan pergi kemana, keperluannya apa, berapa lama dst.

2. Lalu sidik jari tangan akan diminta untuk dipindai. Data ini bakalan disimpan kedepannya.
Pertama 4 jari tangan kiri, lalu 4 jari tangan kanan, kemudian kedua jempol kiri kanan.

3. Setelahnya, disarankan oleh petugas untuk melakukan simulasi dengan mesin Autogate bohongan. Yang terletak di sebelah meja tempat petugas tadi. Kalo ada masalah atau tidak mengerti penggunaan, maka bisa langsung menanyakan kepada petugas.

4. Selanjutnya, kalau kita mahir menguasai cara scan paspor dengan mesin Autogate bohongan tsb- langsung deh kita teruskan dengan mesin Autogate yang beneran.
Bener-bener lebih cepet loh, kurang dari 1 menit sudah lewat pemeriksaan. Tanpa antri.

Tapi emang gak dapet cap kaya biasanya keluar lewat petugas imigrasi manual sih.

Ini sangat menguntungkan karena membuat bebas antrian. Apalagi kalo misalnya buru-buru ngejar pesawat.
Juga menandakan bahwa bagian imigrasi di Indonesia mau membuat perubahan supaya prosedur bisa lebih cepat dan efisien. Selain itu juga mengurangi kemungkinan korupsi kan....

Thumbs up untuk kemajuan seperti ini yang mempermudah kehidupan para pelancong :-)

No comments: