Saturday, July 3, 2010

Amsterdam part 2 : way to learn history

So far, I have found two ways of learning :
One. By reading books
Two
. Through traveling.


And I can tell you which one is more interesting.


Don't get me wrong, books always fascinate me in their own ways.

But I would rather to experience the second option,
cause I like people, I like to hear the history from them, how their perspective about something, and the different languages that they use.
It's about the people that I meet along the way, not just the place.


Of course nature could speak for itself.
I mean... you know how it feels when you're sitting in the beautiful island with private beach ... when it's so relaxing and peaceful.
I was taking my flight back from Bologna to Dusseldorf when I saw this ranging Alpen beneath my small window.
It was A-W-E-S-O-M-E.

But I thought it would be perfect if I have local people who told me what it's all about.
Di Tropenmuseum Amsterdam (tempatnya pas di sebrang uni gw, Royal KIT- dan studen bisa masuk lewat bagian belakang pake kaart, which is cool I thought :-) qta bisa ngeliat barang-barang peninggalan hasil jajahan Belanda di Indonesia selama 350 tahun.

And a lot of those, really really amazed me; ada burung cendrawasih (diawetkan), terumbu karang yang bagus dan unik, sampel tanaman yang ada di Indo, miniatur kapal tradisional salahsatu suku di Sulawesi, pokonya koleksinya kalo ditotal mungkin ribuan jumlahnya.
tropen museum collection
Temenku orang Bangladesh nanyain; "Emangnya elu dijajah Belanda berapa lama?"
Jawab gw: "Tigaratus limapuluh taun. Can't you believe it?"
Dia kaget, katanya: "Yang bener?!? Negeri elu kan gede banget dan Belanda cuman segede gini. Gak kebalik tuh, negeri elu yang ngejajah Belanda ?"

So probably it was a joke at that moment.

Tapi pulangnya perkataan dia bikin mikir juga, kenapa negara yang segitu kecil (dan terletak dibawah laut) bisa ngejajah Indonesia yang luas banget, begitu lama sampe 3 setengah abad.
Salahsatunya mungkin, karena pemerintah Belanda (jaman dahulu kala) sadar kalo mereka gak punya resource yang cukup untuk ngebangun negeri-nya, lalu solusinya adalah mereka mesti cari resource diluar wilayahnya.


Terutama diluar Eropa, karena negara seperti Portugal dan Spanyol udah mulai kolonisasi jauh duluan sebelum Belanda.
Alasan kedua, negeri Belanda sendiri sebenernya gak enak-enak amat untuk hidup.
Iklimnya dingin dan jaman dulu kan gak ada listrik untuk ngangetin ruangan, gas untuk masak makanan etc, yang mungkin bikin mereka mikir untuk kolonisasi ke tempat yang lebih menyenangkan untuk hidup (?!?)

Ini analisis gw semata sih.
Mungkin sama seperti alasan pemerintah Inggris meng-kolonisasi India pada jaman itu dengan 'British East India Company'-nya.

Kenapa Indonesia bisa dijajah begitu lama juga karena letaknya yang begitu luas, dan pemerintah yang disebelah barat tidak bisa berkoordinasi dengan pemerintahan yang disebelah timur (karena jaman itu belum ada sarana komunikasi seperti telefon, e-mail, ataupun Facebook, sehingga belum bisa update status :-)

Yang ujung-ujungnya bikin politik 'devide et impera' alias politik memecah belah a.k.a adu domba berhasil sustain untuk sekian lama (padahal domba tuh binatang yang cinta damai, asal usul aslinya domba bukan untuk diadu karena terlalu baik hati).

Kembali ke topik yang agak serius tadi.
Kenapa juga bangsa Belanda berhasil: Again, setelah analisis gw yang sebenernya gak terlalu evidence-based, tiba pada kesimpulan bahwa sebenernya situasi hidup yang tidak nyaman (kurang resource di negara sendiri, cuaca dingin tidak bersahabat) bikin orang Belanda lebih berusaha untuk kerja keras.
Gak seperti qta di negara tropis bisa nyantai duduk-duduk dibawah sinar matahari, dan waktu musim panas atau musim ujan suhunya kurang lebih sama, di Belanda kalo orang santai gak nyiapin perbekalan untuk musim dingin, kemungkinan mereka akan mati kelaparan atau kedinginan pas musim dingin tiba.
(Ini perlu dibayangkan setting sekitar abad 15, dimana bangsa Belanda memulai kolonisasi ke Asia, jaman itu kan mereka belum punya penghangat ruangan, kulkas, supermarket, dan transportasi 24 jam kaya sekarang).

Kesimpulanku sampai pada suatu analisis sederhana tentang bangsa Eropa, tapi bukan generalisasi, kalo orang Jerman dan Belanda memang tipe pekerja keras. Artinya kalo kerja bener bener keras (hardwork) tapi juga kalo pas waktu libur e.g ngambil cuti, mereka gak mau diganggu urusan kerjaan.

Tapi ini gak berlaku untuk orang Spanyol atau Italia, mereka cenderung lebih santai urusan kerjaan.
Ini juga sebabnya di Italia urusan waktu gak penting-penting amat (mirip jam karet di Indo kali ye...)

Kembali lagi ke soal Amsterdam, I really love it dan setelah balik Indo gw sempet ngobrol sama beberapa orang yang udah pernah ke Ams dan mereka bilang; "It must be good that you have a chance to visit Ams, as it's probably the best place to visit Netherlands."

I'm so totally agree with them.

Terutama juga karena gw kesana pas cuacanya lagi pas, beginning of summer jadi gak terlalu dingin tapi juga udah banyak sinar matahari.
At that moment Dutch people also more genial, ini kata orang juga, mungkin karena mereka kena sinar matahari jadi less depressed :-)

Owhya.... speaking about colonization, bagus juga mereka (negara yang dulunya punya jajahan, in this case Belanda) punya politik 'balas budi' untuk negara bekas kolonisasi (dalam kasus ini, Indonesia) dalam bentuk capacity building dan pemberian beasiswa.

Sekarang saatnya qta membangun lagi mental dan kapasitas sebagai bangsa yang merdeka dan bebas dari penjajahan (*hah* bahasa gw sok banget sih :-) tapi sayangnya, anak-anak muda jaman sekarang sudah kehilangan idealis dan rasa nasionalis sebagai bangsa Indonesia. (gw termasuk anak muda jaman dulu, karena masih ada 'rasa' idealis dan nasionalis walaupun kadarnya hilang timbul seiring dengan berita di MetroTV tentang tidakadilan pemerintah, eg. kasus ariel-luna :-)

Belum lagi jaman sekarang mana ada yang meng-idolakan Jendral Sudirman atau pahlawan nasional seperti ibu RA Kartini (karena mereka gak pernah masuk infotainment juga)

Jadi bisa dibilang lagu tema (= theme song) untuk bangsa Indo jaman sekarang adalah ;
'mau dibawa kemana bangsa kita'
-hasil pelesetan dari lagu 'mau dibawa kemana hubungan kita'.


Ada ibu Kartini juga di TropenMuseum

No comments: