Showing posts with label Italy. Show all posts
Showing posts with label Italy. Show all posts

Wednesday, January 25, 2012

[bukan] cerita cinta :: bagian dua ::

cerita ini lanjutan dari tulisan yang judulnya

jadi buat yang udah baca sebelumnya . . . ini dia kelanjutannya . . .


Ada satu destinasi yang sebenernya gak seriusan gw rencanakan tapi berakhir sangat berkesan dan exceptional, yaitu pas ke Genoa, kota pelabuhan di Italian Riviera (daerah selatan sebelah barat, berbatasan dengan Prancis) 
Dari sini juga asal pelaut Christoforus Colombus (nama aslinya dalam bahasa italia= Christoforo Colombo) yang pernah menjelajah berbagai benua termasuk Amerika.

Host gw yang di Firenze bilang sebenernya gak ada apa-apa di Genoa kecuali kapal-kapal punya orang kaya di pelabuhan (dan dia bilang mending dilewat aja).

Owya, sebenernya waktu di Firenze sebenernya gw pengen stay lebih lama tapi ternyata pas mau booking hostel/hotel semuanya udah penuh.
Karena summer holiday jadi susah banget nyari kamar kosong, penuh sampe 1-2 minggu ke depan! Akhirnya gw cuman stay tiga hari dan kepaksa cabut lebih awal.

Akibatnya gw malah nyampe ke Genoa lebih awal dari yang direncanakan.
Selaen itu host pas disana setelah dikontak juga bilang gada masalah dengan kedatangan gw yang lebih awal dari jadwal.
Dia bakal jemput gw nanti kalo udah nyampe train station di Genoa, katanya.
(baik ya?)

Kalo gw liat profil-nya di CS sih gak banyak yang bisa diceritain/ Orangnya keliatan juga suka traveling tapi lebih ke explore alam e.g. gunung, lokasi taman konservasi (dari poto-potonya).
Tampangnya sih lumayan, yang pasti keliatan Italian banget  :-)

Dari awal pun gw bisa bilang kalo cowo ini hatinya baik, dia nawarin kalo butuh info apapun soal Italia boleh nanya ke dia (dan sebenernya semua bisa di-gugel jaman sekarang).
Untuk pertama kalinya selama ngetrip sendirian di luar negri ada orang yang baru  dikenal mau jemput pas gw nyampe di train station.
Ternyata . . . . selain orangnya baek dia lumayan good looking dengan sepasang mata hijau yang bagus banget kaya boneka (hehehe... kesannya koq jadi gak gagah), hidungnya juga  mancung kaya patung Yunani.
Badannya sih gak terlalu tinggi tapi kenceng berotot karena dia suka maen sepak bole. Tinggi badannya sekitar 6 kaki (pas gw nanya ternyata 'cuman' 177 cm, tapi teteup aja berasa tinggi soalnya gw mungil seperti Cleopatra... :-)

Kita sebut aja si cowo charming seperti aktor film Italia klasik ini dengan nama M.
Malem pertama gw nyampe Genoa ini langsung gw 'diculik' dia ke daerah deket pantai sekitar 1 jam dari situ namanya Camogli.

It was indeed a breathtaking place.

Lalu gak jauh dari situ ada kios yang jual es krim alias Gelatteria.
Sejujurnya gw belom makan malem waktu itu dan udah lewat waktu makan malem (skitar jam 11 malem waktu gw nyampe train station Principe di Genoa) jadi gw menolak tawaran untuk beli gelatto.
Agak menyesal juga sih, karena pas nyobain beberapa suap dari M ternyata itu salah satu es krim paling enak yang pernah gw coba!

Berkesan banget buat gw malem itu, karena multiple combined factors;
cuacanya pas lagi bagus (walau malem hari tapi gak terlalu dingin), pemandangannya indah, temen jalannya juga menyenangkan, dan pembicaraannya juga menarik.

Kebanyakan orang-orang yang gw temui sepanjang perjalanan selalu menarik, in a way mereka enak diajak ngobrol (kecuali 1 cowo Australi yang gw kenal selama di Stokholm. Yang gak terlalu nyambung ngobrolnya).

Tapi M ini sangat exceptional buat gw karena selain ngobrolnya nyambung personality-nya berasa 'hangat' (mungkin karena dia juga orang Italia yang secara umum emang lebih hangat daripada orang di utara).

Bahasa Inggris dia gak terlalu lancar dan pronunciation-nya kadang gak jelas plus aksen Italia kental, yang somehow bikin jadi lebih seksi!
Dia juga punya banyak cerita lucu dan walaupun kadang suka keliatan sedikit keeping a distance di awal tapi lama-lama mencair juga (terutama setelah 1-2 gelas wine  :-)
Ow yah, he was indeed preparing a dinner for me the night after.
 
M nanya apakah mau nyoba masakan dia (lagian gw gak pernah nolak kalau ada cowo yang nawarin untuk masak) lalu dia bikin pasta pake anchovy, yang ternyata enakkk banget!

Besokannya gw gantian nyoba bikin nasi goreng tapi gagal. Hiks.
Kata M sih nasi gorengnya enak dan tetep dia abisin (tapi gw yakin dia bilang itu cuman supaya gw gak kecewa).

Selama 4 hari yang menyenangkan gw tinggal di Genoa lebih lama dari yang direncanakan.
Rasanya jadi berat banget mesti cabut dari kota ini :'(
Tapi the trip must go on, even for me it's so natural to say goodbye these days . . . unfortunately it always harder when you get along with someone you just met.

Beberapa bulan setelah kunjungan gw ke Genoa, akhirnya gw memutuskan untuk balik lagi di bulan September- alasan utamanya karena gw homeless- apartement di Kopen udah beres kontraknya sejak awal Agustus, tapi gw masi harus stay di eropa karena ada konfrens di Barcelona pas awal Oktober.

In short words, I stayed here and there in different places (or countries) for 2 months.

Kesannya sih menyenangkan, pindah-pindah ke beberapa kota di Eropa dengan alasan gak punya tempat tinggal tetap.

Ada gak enaknya, itu pasti. Enaknya juga ada.
Yang pasti karena keadaan gak punya tempat tinggal tetap ini akhirnya gw memutuskan untuk balik aja ke Genoa, then again setelah nanya M juga gak keberatan.
Soalnya dia punya kamar kosong (yang emang dipake khusus untuk tamu), dan dia juga jomblo (dia bilang keadaan gak memungkinkan untuk punya pacar karena dia terlalu sibuk sama kerjaan).
Hehe... Sebenernya gak ada hubungan dengan dia punya kamar kosong dan status kejombloan dia.

Yang bikin gw memutuskan untuk nebeng di tempat dia, karena optimis aja  bahwa cowo yang hatinya baik seperti setengah malaikat ini bakal membuka rumahnya untuk cewe homeless dari negara dunia ketiga.

Lagian gw coba untuk gak merepotkan dia selama tinggal disana, nawarin untuk belanja barang-barang keperluan sehari-hari, beberes rumah (dia udah punya housemaid juga yang dateng seminggu sekali), dan masak dinner (lebih seringnya dia order pizza). Hmmm kalo dia order pizza gw suka ikutan minta juga, abis pizza a la Italia itu kulitnya tipis, crunchy, isi atasnya penuh, jauh lebih enak daripada pizza a la US yang tebel. Poko gak rugi deh jauh-jauh ke Italia untuk nyobain pizza....heuheuheu.

Jauh di dalem hati gw, sebenernya pengen banget bawa pulang cowo kaya gini untuk calon menantu buat mamah gw.
Apa daya bagasi SQ jatahnya cuman 20 kgs, jadi gak bisa bawa barang banyak-banyak apalagi bawa cowo.

Selaen penampilan fisiknya yang menarik, M juga humanitarian.
Dia pengen suatu saat bisa tinggal dan kerja volunteer buat anak-anak di Afrika (kalo udah gak butuh duit, katanya).

Owya, karena dia juga traveler dan explorer,  kadang kita suka ngobrol ngalor ngidul soal tempat-tempat yang pengen kita kunjungi suatu saat di masa depan.
Gw juga boleh dapet akses ke foto-foto hasil dia traveling ke beberapa tempat di Amerika Selatan dan Afrika (lalu dibajak, gw bilang siapa tau suatu saat mau buka pameran foto :-)

Kita juga sama-sama pecinta binatang. 
Kalau bisa reinkarnasi dia mau terlahir lagi sebagai elang, sedang gw mau terlahir kembali sebagai lumba-lumba.
Wah sayang sekali kita gak berada dalam medium yang sama.

Air dan Udara.

(Sebenernya gw juga gak keberatan kalau terlahir kembali sebagai elang, karena gw juga seneng terbang pake pesawat tapi gw gak suka makan ular.
Dulu waktu SD kita belajar tentang piramida makanan, elang itu makanannya ular kan? Atau kalau reinkarnasi mungkin gw bisa jadi elang pertama yang diet vegetarian).

Tapi untungnya di dunia sekarang kita masih sama-sama hidup di darat.

Dua hari sebelum cabut dari Genoa, gw berpikir mau ngasi sesuatu buat M.
For he's been really nice to me and he has cured my heart.
Lewat dia, gw jadi bisa belajar lagi bahwa ada juga cowo di dunia ini yang bisa dipercaya dan juga percaya sama gw.
Akhirnya gw beliin dia novel The Alchemist karangan Paulo Coelho (dalam bahasa Italia, tentunya).

Waktu M nganterin gw ke airport, gw berusaha sekuat tenaga supaya gak nangis atau bertampang sedih karena mesti meninggalkan Genoa dan host gw yang udah taking care of me very well

Dan gw juga gak mau say goodbye.
Instead, gw bilang kalo kapanpun dia mau maen ke Indonesia pasti akan selalu diterima dengan tangan terbuka. 
Siapatau juga kita bakalan ketemu di salahsatu lokasi travel destination kita di masa depan. 

Life has take me unexpectedly to places I have never imagined before.
I might never know will I ever see him again in the future.
But even for a short moment, he has been a blessing to my life
.

Grazie mille.



PS. gw juga sempet bikin video (dan diaplot) di youtube yang intinya tentang cerita kenapa hati gw ketinggalan di genova (cieh). tapi gak gw embedded disini. buat yang mau liat silakan buka link-nya langsung aja ya
disini 

Sunday, November 13, 2011

Making dreams come true

Years ago I was collecting many beautiful pictures of landscapes all around the world. Unconsciously I built dreams to go there somewhere, I love seeing new places (well who's not?) but I didn't know when and how I could really go there somewhere.

At that moment I was just started my career as a medical doctor and I loved it.

I had this huge passion to save the world and I knew I had little time for myself to travel to the new places.

And just recently 3 years ago, I had a lump in my breast, which was painful.
As a doctor I knew that I hardly had any chance for getting breast cancer, we don't have such history in our family, I didn't use any hormone therapy and my lifestyle is pretty much healthier compare to average people.
But still, I had this feeling that it could be something serious and threatening.
I made few consultations to friends and performed ultrasonography exam for mammae.

It turned out to be 'just' simple cystic in my breast tissue.

No harm at all, but I keep gone through regular USG every 6 months or so.

It was 3 years ago, and it was one of the turning points of my life.
I knew that life is too short sometime.
In very young age I saw many people died, old or young- and life could be spent worth and well or reckless and careless.
And what if I were diagnosed with fatal disease such as breast cancer, would I ever regret of something I could have done when I was healthy ?

Then I made a breakthrough in my life, as if I will probably die tomorrow- I started traveling alone, abroad.
I chose Singapore, because there my bestfriend's lived and then from there to Thailand. I was traveling alone but made friends with people through my path.

I met a girl from Canada on my first day in Thailand and we traveled together for few days, one guy from UK, one guy from France, one German girl, one couple from USA. Basically I learned that friendship is beyond race, language, culture, skin color etc.

Couple of months after I traveled to Thailand, I even met this German girl again in Berlin! Apparently world is not as big as I thought, if you're making friends all over the world!


Few months ago, when I was in Cinque Terre, Italy- I took this picture in Manarola.

It was one of the five villages in the place.

manarolaManarola :: my heaven on earth experience :)

I heard that this is a beautiful place long before I made it there, but still I got the feel that it was too good to be true when I was actually there.
And I was traveling alone (I stayed in my friend's place but I didn't tell him that I was so overwhelming with my own thought and feeling. I just kept it for myself) -
most of the times I kept notes for my travel log.

But there were times that I just couldn't even write it down and amazed by the view and my own feeling's.


Life truly has been very kind to me.

Then just few weeks ago, I came back to my home country and it was all finished.

I saw the collections of pictures that I have taken, but I still got the same feeling, all those overwhelming and amazed.


Randomly I opened a folder in my laptop, contained pictures I've collected with
places I wanna see (someday).
And there was a pict of village in Cinque terre, I couldn't tell precisely whether it was Manarola or Riomaggiore, but I am sure it was in Cinque terre. This is the pict that I mention
(I suppose it was Manarola, but from different view)

Now I really believe the power of dreams, or wishes or whatever it is,

if you want it so bad... you might go there somewhere.
(And I'm not talking only about places but also goals, achievements etc).

Friday, October 7, 2011

Ketinggalan pesawat [ tragedi berulang ]

Oke. Mungkin sudah rencana Tuhan kalo selama Eurotrip summer kemaren sebenernya gw menghemat banyak pengeluaran (terutama akomodasi) karena nginep gratis di tempat temen-temen CS. Dan juga dari sekian banyak flight yang gw ambil ke beberapa tempat selama 1 bulan e.g. Copenhagen-Bergen, Bergen-Stockholm, Stockholm-Roma, Nice-Copenhagen, gak ada satupun flight yang ketinggalan atau bermasalah.

Ini tiba-tiba aja dalam 1 minggu gw kehilangan 250 Euro (jumlah yang gak sedikit buat gw) gara-gara ketinggalan 2 flights!

Begini ceritanya . . . .

#1. Ketinggalan flight pertama (Genova, Italia)

Ini kejadian di akhir September, saat itu gw udah seminggu lebih stay di tempat temen di Itali- sebelum rencananya berangkat ke Barcelona untuk acara konferensi International Health.
Untuk acara konferensi itu gw udah nyiapin presentasi poster (jauh-jauh hari, diprint di Amsterdam seharga 70 Eur dan dilipet pas masuk pesawat sama petugas Ryanair. Vervelend!)

Beberapa jam sebelum keberangkatan ke aeroporto di Genova (Christoforo Colombo), gw udah nyiap-nyiapin barang-barang apa aja yang mesti dibawa. Soalnya gak lucu kan kalo ketinggalan belum tentu bisa diambil lagi.
Karena abis konfrens di Barcelona itu bakalan terbang balik ke Amsterdam lalu balik ke Indonesia rencananya. Flight yang direncanakan kalo gak salah mestinya jam 1430, tapi karena persiapan untuk jalan kesana sekitar 1 jam jadi rencana berangkat dari rumah jam 1130an.

aeroporto di Genova aeroporto di Genova penuh kenangan

Ke airport nya sendiri bisa pake bus, ngambil di statiun Principe atau Brignole, Genova.
Makan waktu sekitar 30 menit perjalanan dan tiketnya bisa dibeli on the spot seharga 6 Eur.
Then, ampir mendekati waktu keberangkatan, semua udah siap, gw cabut deh keluar dan meninggalkan rumah temen gw itu. Dan pas udah siap-siap mau keluar dari apartemen-nya, baru nyadar kalo poster gw ketinggalan ! Iya poster seharga 70 Eur yang mesti dibawa untuk presentasi konfrens itu !

Langsung panik deh, karena gw udah gak punya kunci untuk masuk lagi apartement-nya :(
Meanwhile, pas temen gw ditelp untuk balik ke rumah (sekedar bukain pintu buat gw, supaya gw bisa ngambil poster) it would take him at least 1 hour to get there.
Jadi pada saat dia balik pun kalo semisalnya gw berangkat ke airport udah mepet banget waktunya untuk masuk ke gate.

Lemes deh, selaen tiket seharga 60 Eur melayang, juga artinya mesti rebook flight baru untuk terbang ke Barcelona besokannya.

Dan gw dapet dengan harga 150 Eur :(
pake Iberia, berangkat dari Genova malem banget dan nyampe Barcelona tengah malem gitu.

What an expensive lesson.

#2. Ketinggalan flight kedua (Barcelona)

Beberapa hari setelahnya, gw menghabiskan hari-hari di Barcelona untuk konfrens sekalian reuni ama temen-temen international health. Poknya hari-hari yang menyenangkan hal, apalagi Barcelona salahsatu kota favorit (dulu pernah kesini tahun 2009) karena indah dan murah.
Iya standarnya di Spanyol, walaupun Barcelona termasuk kota besarnya, tapi masi termasuk murah lah, dibanding standar harga di Amsterdam misal (kalo Denmark mah gak usah ditanya. Skandinavia pasti lebih tinggi lagi standarnya).

plaza catalunyarevisit plaza Catalunya @Barcelona

Flight dari Barcelona balik ke Amsterdam ini mestinya pagi jam 0830, tapi karena gw udah tau bahwa airport Barcelona ini termasuk gedhe dari ujung ke ujungnya, jadi musti berangkat lebih pagi. Dan banyak tempat shopping-nya juga, jadi kalo berangkat awal kan bisa liat-liat, or belanja (kalo emang bener ada yg worth untuk dibeli :-)

Udah bangun pagi-pagi, barang-barang sih udah siap dari semalem.
Pas turun ke resepsionis baru sadar ternyata jam gw 1 jam lebih telat dari jam dibawah!

Resepsionisnya masi santai lagi ngasi tau : 'Owh keburu koq ...'

Padahal udah cemas tuh, pasti gak keburu nih.
Akhirnya ngejar-ngejar bus untuk ke airport deh, untungnya gak pake ngetem atau macet.
Nyampe airport sih masih keburu, hanya ... SALAH TERMINAL !

Dan dari Terminal 1 ke Terminal 2 itu musti pake bus lagi, dan makan waktu sekitar 20 menit perjalanan karena mayan jauh.
Jadi pas gw nyampe Terminal 2 itu cek in udah boarding time, dan gak keburu deh biarpun lari-lari masuk ke dalem :(

Akhirnya rebooking lagi untuk penerbangan beberapa jam setelah, and cost me 100 Eur !

So, setelah menghemat-hemat pengeluaran tetep aja in the end of the trip ngeluarin total cost 250 Eur untuk rebooking tiket *sighed* nasib ... nasib ...

Monday, September 19, 2011

lost things [post gak penting]

Setelah kesana kemari di daratan Eropa, akhirnya gw sadar kalo banyak barang-barang yang intentionally atau unintentionally tercecer di beberapa tempat.

Biasanya sih barang-barang yang ketinggalan/ terpaksa ditinggal (karena bagasi penuh)/ alesan lainnya sehingga gak bisa dibawa- jadi alesan supaya bisa beli barang baru.
Maklum penyakit yang satu ini (shopholic tingkat moderate-low) masi suka kambuh-kambuhan.
Padahal tau kalo traveling mestinya gak usah bawa banyak-banyak, tapi masiiiiii aja suka beli-beli barang sepanjang jalan kenangan.

Anyway, kemaren pun jalan keliling 4 negara, 8 kota selama 27 hari dengan travel luggage (standar Ryanair, berat max. 10 kgs) sebenernya bisa. Toch baju-baju gw kan ukuran kecil dan pas lagi musim panas pula. Host gw yang di Itali pun (dia cowo padahal) terkagum-kagum karena barang-barang keperluan 1 bulan bisa masuk koper ituh.

Tapi banyak juga yang mesti direlakan, ini dia list-nya yang keinget (biar nanti gak nyariin, kalo tiba-tiba nyariin)

1. Piyama beludru ungu kesayangan & top coklat mango (direlakan di airport Skavsta Stockholm, gara-gara kelebihan 1 kg!)
2. Kemeja jins & sepatu crocs item (ditinggal di Roma, juga karena udah beli sendal)
3. Celana pendek pink von Dutch kesayangan (ditinggal di airport Charleroi, juga gara-gara kelebihan beberapa ratus gram! *grrrrr*)
4. Celana pendek jins, dress pink, jumpsuit bunga-bunga (ditinggal di Nijmegen, tempat temen)
padahal baru dipake beberapa bulan *hiks*

Itu semua berkat Ryanair yang strict banget timbangannya- tapi ternyata gak di semua airport dicek ama petugasnya. Kemaren balik dari Genova ternyata gak di-cek tuh, jadi lolos aja kalo bawa lebih dari 10 kgs mestinya.

Juga gara-gara pengen beli oleh-oleh terutama di Cannes dan Nice, karena daerah situ terkenal dengan sabun-nya (atau produk yang berbau lavender) jadinya konsumtif deh beli sabun bio.
Lapar mata dot com judulnya.
Trus juga event summer sale yang gila-gilaan di Stockholm bikin orang (kaya gw) ikut-ikutan pengen beli barang, padahal mah gak butuh-butuh amat.
Akhirnya beli celana juga deh (abis murah banget, cuman 50 SEK) dan juga beli stocking (aneh, gw tergila-gila ama stocking yang lucu-lucu, padahal jarang dipake juga).
Di Itali apalagi, semakin parah, terutama pas masuk Zara, dimana kaos-kaos cuman 4-10 Eur, lalu tas kulit 20 Eur.
Juga ada dress yang gw taksir banget, pas dicobain juga ukurannya pas (jarang-jarang loh), tapi setelah gw beli- nyampe rumah agak menyesal. Abis disini kan gw jarang pake dress juga, abis kemana-mana pake transportasi umum rempong deh pake dress.
Akhirnya ditukerin deh (untung blanja di luar kalo nyesel bisa dibalikin barangnya).

Kemaren ini waktu di Kopen, biasanya kalo belanja suka ditemenin Alice, temen gw yang orang Aussie. Dia jadi 'watch-dog'-nya kalo misalnya barang yang dibeli gak ada di-list kebutuhan, dia akan meng-counter argumen gw. Dan akhirnya gw bisa jadi gak beli.
Tapi kalo belanja sendiri, gawat deh... tak terkontrol... dan setelahnya suka agak menyesal.

Okeh, demikian seputar curhat gak penting soal material (ampir sama sekali tidak berhubungan dengan traveling :-)

Ciao ciao!

Riomaggiore, ITRiomaggiore, Cinque Terre, IT
[pemandangan pas depan station kereta-nya Riomaggiore nih]

In the end, gw gak merasa kehilangan apa-apa sih, karena dapet banyak pengalaman tak tergantikan juga.
'Siapa juga yang butuh barang-barang duniawi kalo udah nyampe heaven on earth' , itu dia suara hati gw waktu nyampe Cinque Terre, Italia. Tempat yang luar biasa bellissima (indah) sampe rasanya mo nangis pas nyampe sana
*lebay mode on*
Juga pas nyampe Cannes, tempat dimana artis-artis hollywod ngumpul pas festival film... rasanya gw jadi cewe paling beruntung (se-Indonesia paling engga), bisa nginep di villa yang menghadap langsung ke laut dan diajak touring ama temen CS along french riviera. Pengalaman tak terkatakan deh pokonya . . . . . . . . .

" Things are just things. Don't get too attached to them. "
[taken from SNOTM]

Friday, September 9, 2011

Genova, again

It's funny that during my second Eurotrip last summer I did not plan intentionally to stay in Genova for a long period. I thought I was just gonna pass it by from Firenze, before then continue the journey to French Riviera.
That's what I like from open plan (and being a single traveler, of course) that you could change your itinerary at the last minute by see what's in front of you.

It happened to me, I just suddenly fall in love with this place.
I fall in love with Italian Riviera, the constant perfect weather and the people.
I even manage to come back here, after a long journey from Amsterdam to Brussel, then Charleroi, to catch a budget flight (Ryanair took my pant away, just because I had 1 kilo excess baggage! Nasty airline. Now I really miss my Airberlin flight with free 20 kgs baggage.)
And a warm welcoming weather then reminds me so much why I want to be here.
Should I mentioned that when I left Amsterdam it was 12 degrees Celcius (with 52 km/h wind speed... yeah, I'm not made it up).

It's a pity that I was too busy after coming back from my 1 month Eurotrip, I didn't have time to summarize the journey (it's all still remain notes in my scrapbook) or write it down in this blog.
But it has been wonderful, magnificent trip in brief.
Almost unreal I would say.
I couldn't describe it in words because it's just too beautiful.

Anyway, in the end my academic life has struck me back to reality.
I spent one week more in Copenhagen to have my oral exam and graduation, then had flight to Germany. Been here and there (physically) in Netherlands, but basically my minds flew somewhere in Liguria.
This place is just intoxicating.

Camogli, Liguria
Camogli, Liguria
first night @ Italian Riviera 17072011

traveling notes :
Train ticket (one way) Firenze SMN - Genova Brignole 40Eur (mahal karena beli last minute, tapi bisa dipake berenti di Pisa)
Ryanair return ticket Charleroi (Brussel Zuid) - aeoroporto di Genova 20 Eur (belum termasuk bagasi, standar kabin cuman 10 kgs)
Train ticket (return) Amsterdam CS - Brussel Zuid/Midi 78 Eur
Ticket (combined train+bus, one way) Brussel Zuid/Midi - Charleroi l'aeroport
11.70 Eur
kaos Zara 4Eur; tas Zara 19 Eur; belt H&M 5 Eur
pizza (1 slice) 2.70 Eur; gelato 2 Eur

Saturday, August 6, 2011

single but not alone [or even lonely!]

'Ngapain sih jalan-jalan sendirian ?'
Mungkin itu pertanyaan sebagian orang pas tau kalo gw sering jalan (traveling) sendirian.

Ada banyak alasan, mulai dari alasan praktis (ngerencanain jadwal jalan untuk 1 orang lebih gampang daripada untuk 2 orang) sampe alasan personal (soalnya gw gak suka diatur, juga gak suka ngatur :-)

Emang bisa dibilang alesan yang terakhir lebih kuat, ini juga baru disadari akhir-akhir ini-
saat gw berkontemplasi dalam perjalanan: kenapa prefer jadi single traveler (walopun sebenernya gw gak masalah juga kalo gabung dalam grup, dan termasuk orang yang bisa diatur... mestinya :-)

Karena [1] jalan sendirian itu sangat fleksibel, bisa ngatur sendiri mau jalan kemana, mau liat apa, mau bangun jam berapa, makan apa, trus milih rute sesuka kita (juga nyasar sesuka hati),

[2] dengan jalan sendirian kita bisa belajar banyak hal: belajar how to survive (gimana beli tiket pake mesin, atau bahkan validasi tiket sebelum naek train), belajar bahasa lokal (ngedenger paling engga, kalo ngomong mungkin take some time), dan juga karena gw demen meng-observasi orang dan kebudayaan terasa lebih 'original'.

[3] dan jalan sendirian itu bukan artinya kita gak ketemu banyak temen!
Berhubung gw ikutan couchsurfing [CS], dan so far sekitar 95% pengalaman gw in between nice to excellent, jadinya sangat sangat ketagihan untuk on and on di komunitas ini :-D

Terlebih pengalaman summer trip gw kemaren, yang rutenya sebagai berikut:
Bergen [Norwegia] - Stockholm [Swedia] - Roma [Italia] - Firenze - Genova - Ventimiglia - Cannes [Prancis] - Nice.

Cuman di Bergen aja yang gw gak dihost sama orang dari CS, karena emang waktu itu gw nginep di rumah (ortunya) besfren yang asli asal sana.

Dan tentu aja pengalaman yang gw dapet selama CS-ing ini jauh banget lebih berkesan daripada jalan biasa nginep di hostel, ataupun ikutan tur.

Tentu aja exceptional karena, ini unplanned! So I have nothing to expect :-)

Sebagai contohnya adalah host gw di Firenze.
-Untuk latar belakang tempat, Firenze/Florence tuh ibukota regio Toscano/Tuscany.
Ini salahsatu tujuan destinasi gw untuk sekian lama karena gw pecinta museum dan kultur terutama seniman asal Italia e.g. Michaelangelo Buonarroti, Leonardo da Vinci, Botticelli yang karyanya bisa dicari di kota ini.
Juga Gallery Uffizi, sudah jadi wishlist gw (selaen Musee du Louvre, yang kesampean waktu taun 2009) - walopun host gw bilang masih banyak museum yang jauh lebih impressive daripada Uffizi.

Being italians, or basically born in this beautiful city- bisa dibilang terbiasa ngeliat karya artistik dimana-mana. Arsitektur medieval dari jaman Roman sampe neo Renaisans bisa diliat di tiap pelosok kota, mulai dari gereja, jembatan (ponte), piazza, dst ... sayangnya gw bukan orang yang bisa menjelaskan secara detail. Tapi kesimpulannya, kota ini indah banget!
Bagi gw bahkan Firenze lebih berkesan daripada Roma, padahal Roma sendiri in general sih indah (dan menyimpan banyak cerita historikal).

Ehmm... ok, setelah ngelantur dikit tentang Firenze, kembali ke host gw disini :-)
Dia latar belakangnya peneliti juga (PhD) dan karena gw sedikit banyak pernah berkecimpung di dunia penelitian, tentunya ada beberapa obrolan yang nyambung.
Tapi bukan itu yang bikin dia cool, yang cool adalah- malem pertama gw nyampe Firenze, dia langsung nyulik gw ke kawasan perbukitan (bareng ama temen2nya, yang sama gilanya) untuk swimming pool party! at midnight!! under the moonlight !!!
Mungkin kesannya gw melebih-lebihkan (mendramatisir) tapi emang beneran.

shared hammock:: sharing hammock w/ Ilja, after swimming pool party ::
photo taken by Diana, from Lithuania


Dia sendiri nanya (pertanyaan retoris lebih tepatnya): 'Berapa kali dalam hidup elu, elu bisa berenang tengah malem dibawah sinar bulan, di tempat yang indah kaya Firenze?'
Aih aih. . . . dasar orang Itali. Biar peneliti tetep aja berjiwa romantis.

Trus besokan malemnya, gw ngikut diner di rumahnya.
Tadinya sih gw pengen masakin sesuatu yang berbau Asia, tapi dia bilang gausah repot-repot.
Jadi akhirnya dia bikinin makanan buat kita berdua.
Masakannya gampang aja sih, cuman salad ama roti (minta tetangga pula)- tapi ya ampun saladnya enak banget. Tentunya ada wine juga, dan desert. (Buat orang Itali ama Prancis, makan tuh ritual yang special banget. Bukan asal kenyang doank, tapi ada seninya juga).
Sambil makan, qta ngomongin segala macem ngalor ngidul, mulai dari hal yang scientific dan rasional- sampe hal yang gak penting; contohnya waktu gw bilang honeymoon yang gw pengen adalah jalan ke selatan Italia pake karavan.
Dia langsung ketawa ngakak! Dia pikir gw bercanda waktu ngomong begitu *huh*
Dan sejak itu dia ngegodain gw, katanya: 'gypsy girl'.

Cerita selanjutnya adalah host gw di Cannes.
Cannes, Prancis tuh kota yang terkenal suka dipake untuk festival film international.
Gw agak ignorant soal tempat ini sebelumnya, karena ini a bit out of plan.
Tadinya gw pengen ke Marseille, tapi karena perubahan rencana (dan ini juga asiknya jalan sendiri, rencana bole berubah kapan aja :-) jadinya gw ganti rute ke Cannes (walopun tiket Ryanair angus, gapapa deh- dapet murah juga).

Host gw disini kerja di Villa deket pantai, dan ada swimming pool yang pemandangannya langsung ke arah pantai. Jadilah gw ikut menikmati fasilitas berenang gratis, tiap pagi (atau lebih tepatnya tiap siang :-) pas gw bangun tidur, daripada mandi gw mendingan langsung nyemplung ke kolam renang.
Host gw ini (qta sebut aja namanya J) udah pernah ke Indonesia dan pengalaman dia berkesan banget selama traveling di Indo (dan pengen balik lagi tentunya).
Dia juga masi inget beberapa kata, atau kalimat dalam bahasa Indo.
Trus tiba-tiba dia nyanyi sepotong bait lagu Indo, gw langsung kaget jadinya!
Abis kocak gitu deh . . . :-D

Seperti layaknya kebanyakan orang European (yang udah lama tinggal sendiri) dia jago masak, terlebih karena dia orang Prancis- masakannya enak!
Dia juga demen makan makanan Asia dan pas gw bikin nasi goreng (keahlian dasar yang selalu gw praktekan dimana saja saat diijinkan ... hehe) dia seneng banget!
Trus dia ngajakin gw belanja ke toko Asia dan disana ada manisan mangga (bikinan Thailand sih, gak nemu yang dari Bogor :-) dia langsung ketagihan!

Selama beberapa hari gw tinggal di Cannes kadang gw jalan sendirian juga karena dia sibuk ama kerjaan. Tapi kalau dia ada waktu, dia selalu coba ngajak gw mengeksplor sekeliling Cannes ama motor gedhe-nya. Kadang gw jadi berasa sedikit mirip seperti adegan Nicole Kidman dibonceng Tom Cruise di film Topgun . . . (hanya karena dia gak kaya Tom Cruise jadinya gw kembali ke alam nyata ... haha).
Cannes itu letaknya di pinggiran coastal, di French Riviera- jadi sepanjang kota itu kita bisa ngeliat garis pantai. Karena waktu itu cuacanya konstan bagus terus dan ada sinar matahari bisa dipastikan banyak banget turis bertebaran di pantai, maupun di penjuru kota.

panorama cannes from hillpanorama Cannes :: view from uphill
disini gak ada airport komersil, cuman ada airport khusus
tempat pesawat pribadi celebrities landing


Sebenernya gw gak suka kota yang terlalu turistik, terutama daerah pelosok kota (yang banyak pusat perbelanjaan, palagi ada summer sale- menggoda iman!) jadinya gw selalu mencari tempat-tempat yang unusual, yang kurang disukai turis tapi gak kalah menarik.

Owya, si J ini juga punya peralatan fotografi canggih !
Selaen kameranya profesional dia punya beberapa lensa (ada 1 wide lens-nya yang harganya 400 Eur, seharga kamera gw!). Trus dia ngasi liat beberapa hasil potonya di laptop.
Ternyata keren banget!
Pas gw nanya boleh gak gw minta beberapa hasil jepretannya, dia bilang gak boleh.
Soalnya suatu saat dia mau bikin exposition. Huhuhu. . . ultimate keren.

Akhirnya sebelum gw meninggalkan Cannes, gw ngeliat dia punya kartu anggota International Association Photojournalism- hmmm. . . . pantesan gak sembarangan koleksinya.

Pas gw cabut dari Cannes ini gw sampe nangis bombay sepanjang jalan karena sedih meninggalkan host gw yang udah jadi teman baek dan all those good memories :')
Entah kapan ketemu dia lagi, tapi rasanya mungkin aja sih, as the world is a small place for travelers like us . . .

stunningly French RivieraFrench Riviera landscape from my train *sighed*

Monday, July 11, 2011

Italian stories (1) :: Roma

Italia, I've been captivated by this territory for so long.

Last year I managed to visit Bologna and Venezia for the first time, it was beautiful places but at the same time very touristic.
I guess I felt the same when I was visiting Roma, which I could say probably the most touristic places in the whole Europe (or come second after Paris).

In general, I already fell in love with Italy, for several reasons.
Italian people are very warm (in my opinion) compare to north European of course (and I was staying in Denmark for a long time, so my definition of 'warm people' probably has a huge bias).

I remember the first time I visit Italy in 2010, I was arrived in Bologna airport.

At that moment, something went wrong with my cell phone so my SIM card was blocked!
I could not contacted my friend with my cell phone, so I tried to change my money with coins.


Unluckily, not every Italian understands English! Yes, it was really an effort just to exchange paper money for coins from people. I was a bit panic and even asking the information center was not very helpful.

In the end, I managed to get coins to make a call with public phone (with only Italian instruction) because these young Italians couples who understood English and even gave me 50 cents, for free. Sweet.


Anyway, so this is my second visit to Italy, but my first visit to Rome. And it was July, high season for the tourist. I was traveling alone and most of the times I felt I was trapped between these English-speaking tourists from the States, or UK.

Strange, I didn't feel like traveling in Italy at all.

People around me speak with obnoxious American/Bristish accents.
Hmmmm.... So that's the story how I developed resistance towards US/Brit accents (or the people, because then I could hear their pointless conversations accidentally).


Back to the reason why I love Italia, not just the people. But also the foods. I love pasta and pasta sauce and gellato and tiramisu (I love all the Italian desserts besides Tiramisu).

And the weather! It was a bit too hot even for a tropical girl like me, in the mid of July. I wish I could revisit Rome later during autumn or spring to experience more convenient weather.


Rome is on my top wish of travel lists, since I love the story of Roman history when I was young. When I was a kid, I was basically raised by comic books and one of them was Asterix.

I learned that Roman history conquered many places in Europe in the past, and Giulius Cesare as one of the big famous (or infamous) conquerors during that golden period of Roman emporium.

il Colloseoil Colosseo Amphiteatre :: built in ca. 70-80 AD

To actually visit this historical places where Colloseum, tombs, statues, ruins from hundreds, even thousands years ago felt like a dream come true for me!
It was half unreal, and half realisation from a pilgrim like me :)

It was too short to visit for 4 days actually, I actually missed Museo di Vaticano (because I didn't want to wasted time queue for 5-7 hours to get inside the Sistine Chapel- and will spend only couple of seconds only to see the ceiling painted by Michaelangelo Buonarotti.)

Not that I don't like works of art from this Italian maestro, but simply in the name of anti-hegemony I refused to give more money to Vatican.
All my Italian friends have warned me that Vatican has loads of money but still steal from tourists, in the name of religion or historical arts.

Shame.


BUT, I could say that I was happy enough to be around the city and surrounding areas, even though I missed the museum.
It was trully historical places all over the cities.


My host, an Italian man originally from Bari but has worked in Roma for years, told me that recently the government has stopped to dig a place to work on a new metro line.
Just because everytime they dig they found a new archeological sites.
Just as awesome as that.

My tips how to get around Roma is,
1. Bring a bottle for water (water could be get freely from the fountains almost everywhere).
2. Be careful of your belongings, especially when taking the public transport (metro). There are many pickpockets, don't look too 'flashy'.

3. Speak a bit of Italians (with the right accent!) it's so annoying when American tourist saying 'Grazie' and pronounce the 'z' wrongly !
4. It's so easily to get lost in this city, even with the map in your hands. Don't be shy to ask people. And if a guy asked you out for a coffee instead of giving the right direction, just lie to him and say you already have Italian boyfriend at home :-)
5. For those who wanna buy souvenirs, find a place a bit further from touristic places. Magnetic fridge should be cost 1 Eur if you find a right place.

Monday, January 3, 2011

Luqa-Milan-Dussy-Essen

Malta, Europe, Milan, airport, budget trip, cheap travel, backpacking, youth hostel, sleeping airport, cheap flight
Ok, review kronologis peristiwa beberapa hari kebelakang :


Jan 2 malem : ke airport Luqa, Malta.
Nginep di airport karena gamau ketinggalan pesawat besok paginya.

Ini mengingat jadwal bus di Malta hanya Tuhan & supirnya yang tau.
Ternyata kursinya gak enakeun buat dipake tidur karena ada pegangan tangannya !
(kalo di Duss airport qta sempet bobo juga tapi lebih nyaman karena kursinya gada pegangan tangan- langsung gelar sleeping bag deh).


Solusinya, setelah survei lokasi ternyata ada chapel :-)

Jam 12 keatas setelah resto tutup dan lokasi aman langsung deh ambil posisi tidur.
Sambil sebelumnya berdoa dulu sama Tuhan (berdoa seblum bobo :-)


Lalu tanggal 3 Jan: terbang ke Milan Linate.

Di Milan sempet muter beberapa jam soalnya pesawat qta ke Dus baru brangkat malem.


Tapi gw gak terlalu suka Milan. Barang-barangnya mahal ! Makan aja mahal !
Beli lasagna 4 Eur dapet kecil doank.... huh.... jadi kangen lasagna Albertheijn/Aldi.
Mau numpang pipis di statzione centrale aja bayarnya mesti 1 Eur !
Keterlaluan ..... ckckckck....
Dua kali lebih mahal daripada pipis di Amsterdam.


Milan juga dingin !

Anyway, dingin sih relatif.... karena qta baru balik dari Malta yang suhunya belasan (Celsius) jadi mungkin turun 7-8 derajat ajah langsung berasa lebih dingin.

Muter-muter di sekitaran katedral Il Duomo dan kawasan pertokoan.... tapi uda gak betah karena dingin dan gak ada yang bisa dibeli.


Baru inget, kenapa gw samasekali gak beli cinderamata (magnet kulkas/gantungan kunci/snowball) waktu di Malta yah?


Malemnya terbang ke Duss, lalu ambil train menuju Essen.

Nyampe subuh .... langsung ketemu bantal...... ahhhh..... enaknya bisa bobo di kasur lagi .... zzzzzz

Owya, info penting...
untuk tau airport mana yang bisa dipake bobo, ada websitenya :

http://www.sleepinginairports.net/

Rekomendasi yang bisa gw contribute :

Dusseldorf airport : **** nyaman banget, sampe gelar sleeping bag juga gak masalah, resto tutup diatas jam 00 dan sofanya empuk tapi pagi begitu resto buka langsung dibangunin ama mas2 nya :D

Luqa airport: ** kursi yang diruang tunggu samasekali gak nyaman buat bobo, tapi kalo bisa pindah ke kursi chapel mayan juga, bisa selonjor... walopun tetep aja terlalu keras !


Malta, Europe, Milan, airport, budget trip, cheap travel, backpacking, youth hostel, sleeping airport, cheap flight

Your Fonts - Font Generator