Showing posts with label Dutch. Show all posts
Showing posts with label Dutch. Show all posts

Thursday, December 13, 2012

get there and get lost [Ams, NL]

denger-denger katanya multiply mau ditutup ya ?

orang jadi mindahin semua tulisannya ke tempat semacam blogspot.

tulisan gue sendiri di multiply gak banyak sih, karena penggunaannya kurang friendly user buat orang gaptek seperti gue.

tapi ada beberapa yang lucu juga kalo dibaca lagi, jadi gue pindahin aja beberapa tulisan, sekedar untuk nostalgila : )

buat yang mau liat langsung link-nya di multiply bisa klik disini
http://derwanderlust.multiply.com/journal/item/5


tertanggal Nov 27, 2011

lokasi: Diemen, The Netherlands




Salah satu keahlian atau bawaan gue yang gak diragukan lagi adalah : get lost alias tersesat.

It is true that woman just not get along with map (at least in my case).

Jadi solusinya adalah, kalau gue sedang jalan sendirian -dan gak punya orang lain yang bisa diandalkan untuk bantuin baca peta- gak ada pilihan laen kecuali banyak bertanya daripada tersesat/ sotoy.

Untungnya di Belanda semua orang rata-rata ngerti bahasa Inggris, sampe tukang sapu jalan juga bisa.
Tapi sering juga karena malu banyak nanya terus terusan, gue tetep berusaha keras (sebisa mungkin) mencoba mengandalkan peta (dan akhirnya tersesat, juga).
Entah kenapa, tapi harus diakui ... kelemahan ini paling engga menghindarkan gue dari kemungkinan ngelamar profesi jadi supir truk (yang menurut epidemiologi HIV di Indonesia termasuk salahsatu kelompok resiko tinggi.)


Eniwei, akhir-akhir ini ada dua kejadian nyasar.
Baru 2 hari kemaren, pas ngambil Dutch residence permit di Orlyplein.
Karena gw abis balik dari Den Haag, jadi dari Den Haag Centraal langsung ambil train arah Ams Centraal dan turun di station Sloterdijk.

Nyampe Sloterdijk, kluar station udah liat peta sih.
Liat peta, dengan yakin gue (ternyata) menuju arah yang salah.
Setelah jalan 10 menit dan gak nemu alamat, lalu nanya orang (2 orang diantaranya gak yakin sama jawaban mereka).
Lalu masuk gedung, tanya satpam. Dia bilang deket sama station.
Akhirnya berjalan balik lagi ke arah station Sloterdijk dan ternyata dong..... gedung yang dicari letaknya pas sebelahan ama station ituh.
Ampun deh..... ada apa sih dengan kemampuan baca peta gue.

Kejadian kedua, baru berlangsung hari ini.
Dan ini hari pertama gw liat salju di Ams !!!! *yipppeeee*
Mayan dingin loh.... 1 drajad gitu loh. Tapi teteup harus brangkat keluar untuk reparasi sepeda.
(btw reparasi = bahasa blanda nya jg reparatie)
Jadi dibawalah itu sepeda- dituntun- sejauh 1.8 km, tapi gak kerasa sih, karena cuacanya adem.... kalo pake kostum yang mendukung sih gapapa.

Yang jadi masalah, nyari alamat yang dituju.....  walopun sudah konsul sama Google map (dan dicatet- gabung sama daftar blanjaan) sperti biasa gw mengalami disorientasi tempat lagi.

Tanya orang (stelah muter di tempat selama 5 menit), akhirnya ada cewe bilang lewat sono. Jalan 350 meter, koq rasanya belum nemu juga, tanya orang lagi. Taunya dia juga gak tau.

Trus ada opa2 yang di dalem rumah ngliatin gue, (kesian kali liat gue muter-muter gak jelas padahal di luar salju). Sepedanya gue parkir depan halaman dia tus gue samperin aja.

Dia baek deh, langsung keluar rumah. Tapi gak bisa bahasa Inggris ! Alamak...

Sementara bahasa Belanda gue hanya sebatas Dankje wel dan Goede morgen ajah, jadi kurang lebih ini hasil pembicaraan kita :

gue (pake bahasa Inggris): Permisi mau tanya kalo Boskriekoord itu belah mana ya?

opa (pake bahasa Belanda): Sepeda elu tuh ban nya kempes ! (sambil nunjuk sepeda gw)

g :  Ehmm... waduh gw gak ngerti. Jadi alamat ini masi jauh ya dari sini?

opa: Kalo mau sepedanya dipompa. Ada tempat reparasi sepeda deket sini. (dia bilang reparatie dan fiets.... aha!)

g : Iya, gw mau bawa sepeda ini ke tempat reparasi. Adanya di alamat ini. (sambil ngasi liat peta yang gue bawa)

opa: Ada tempat reparasi sepeda deket sini, elu bisa lurus kesana tus belok kanan. Deket gereja.

g : Oke makasih. Tapi, kalo alamat Boskriekoord itu dimana yah?

opa: OOOwwwwhhhhh Boskriekoord itu deket. Dari sini lurus, tus belokan ketiga yang ada meneer itu belok kanan. (Akhirnya..... nyambung juga walaupun beda bahasa )

g: Ok!  Dankje wel !



Si Opa baek juga mau bantuin gue, walopun dia gak bisa bahasa Inggris.
Mana dibelain mesti keluar rumah, dia gak pake jaket dan nawarin pengen pompa ban sepeda gue yang kempes lagi ! (Itu kalo gw gak salah nangkep, or mungkin aja gw salah interpretasi).

Okeh.

Sekarang kita masuk ke pelajaran bahasa Belanda.
Kalo bisa Inggris -ada kata yang mirip juga di Dutch
eg. geef - give , nee - no , pijp - pipe dst.

Kalo bisa Jerman- mirip juga sama bahasa Belanda.
eg. haben - heb, lessen - lees, kochen - koken dst.

Banyak kata Indo juga ada di bahasa Blanda eg.
persis, reparasi, komunikasi, birokrasi (smua yang berakhiran -si), gratis, bon, tas, dst.
Orang Blanda juga pake: 'toch?' 
dan surprisingly gue tau artinya.... karena sama kaya: '... iya toh?' (or kurang lebih spt itu).

Nah itu sebabnya selama 3 bulan tinggal kemampuan bahasa Belanda gue samasekali tidak berkembang. Karena gue mikir toh sudah menguasai Indo- Inggris- dan sedikit Jerman, jadi mestinya bisa survive tanpa belajar Dutch taal.

(dan ternyata asumsi itu salah besar).



Friday, October 28, 2011

International (Sign) Language

Languages really do catch my interest, for so long.

Indonesian is my mother tongue but I've learned English since I was young (approx. 10-11 years old). So it's been ages English has been my second language, but still I found out that I am not as good as native speakers (of course). I would rate my English fluency something between intermediate level to advance - but then, as long as I survive with my language capability (know how to order food, find direction, even in my case, doing a literature review) I know it's not a problem whether my degree of fluency is advance or not.

HungarianHungarian:: definitely not the easiest one

Just couple of years ago, I also interested in Deutsch (German) and Français (French).
I took a private lesson, and just when I was about to master (well, master my basic lesson- that's what I mean :) I had to leave to Europe for my master program.

But then I found out that my Deutsch was actually really crap in practice, because I couldn't understand what these Germans people were saying. My Français was a bit (slightly a bit) better cause I could understand a bit- at least I got the important point of conversation- but most of the times I kept using English instead of 'parlez Français' (when I was in French speaking area).

It's so lame... I think it's all just the matter of practice and confidence of making mistakes :-)
I'm sure if I settle longer in France or French speaking regions, I'd definitely enhance my Français competency :-)

I also learned a bit of phasa Thai when I was in Thailand (for short time), but every Thai people that I met told me that I had the right accent. So it was really encouraging :-)

Also a bit of Dutch when I was in Netherlands (I was there cumulatively for almost 5 months). I didn't really learn it the way I learned Deutsch or Français. My Dutch language lesson was basically because I hang around with friends and colleagues (and people around me in public spaces :-) who speak Dutch. But I came to conclusion that in Netherlands, almost all the people that I met could speak English very well, so I didn't have to learn Dutch at all :-)

Danish, even though I stayed in Denmark for more than 6 months- is something that I gave up to master. I know how to say basic things e.g. salutations, thanks, sorry, sale/discount, but that's all.
For me it's a bit frustrated to learn, for it pronunciation is tricky - and did not sound as beautiful as French or Italiano. Sorry Danes, but this is the fact from a foreigner.

DanishDanish:: not very encouraging either

Then I also love Itali. Mi amore Italia :-)
And Italiano is a very beautiful language, they also have a lot of meanings in sentences.
For example saying thanks in Italian is 'Grazie' (just like 'Merci' in Français) it has more meaning than just 'thanks' - it's more like 'grace' or 'mercy'. Showing more feelings of compassion and thankful. I just love it.
Not to mention the rhyme when people talked, or even argued about something.
And how they categorize feminine and masculine words/ nouns (similar like French), based on, what?
Anyway, this is the language I'd like to learn more in the future.

ItalianoItaliano:: the language of love!

Sorry it took so long to come to the point, that International Sign Language is totally almost left out in my to-do-list.
I had this motivation to learn from few years back then, it keeps coming on strong nowadays.
Then I found out that I could actually learned it by myself (thanks to google). They put so many videos about it in webs. So I'm going there now.
ISL :: image taken from shutterstock

We'll see how much I'm getting serious about this in the future.

Ciao ciao!
Your Fonts - Font Generator