Showing posts with label museum. Show all posts
Showing posts with label museum. Show all posts

Thursday, June 23, 2011

Kopenhagen : where to go

Mengingat beberapa hari lagi kemelut thesis akan berakhir, jadi sekarang gw ada waktu untuk bikin travel plan untuk entar Juli... *yay!*

Sebenernya travel plan-nya sendiri udah dibuat secara kasar dari bulan-bulan kemaren,
berhubung dengan harga tiket doang sih... maklum pengen traveling tapi murah jadinya mesti usaha booking jauh-jauh hari deh :-)

Tapi ini bukan soal kemana ntar Juli traveling, tapi janji gw sendiri (dan juga untuk temen-temen) yang sapatau mau mengunjungi Kopenhagen- yang walopun kotanya sendiri bagus tapi *hmmm* mahal. Mahal bahkan untuk orang Eropa (temen gw orang Belanda aja protes kalo mau belanja disini, karena barang yang sama di Belanda harganya 2-3 kali lebih mahal disini).

Selama 5 bulan tinggal disini jadinya gw berusaha mencari tips gimana caranya supaya bisa menikmati Kopen tapi juga menghemat pengeluaran.
So, beberapa akan gw bagi, sapatau berguna untuk masa y.a.d :-)

1. Transport disini mahal. Mau pake apapun.
Paling murah pake sepeda (kalo bisa pake sepeda).
Sejauh ini sih gw dapet pinjeman speda alias gratis.
Kalo mau pake sepeda gratis yang dari city centre- bisa diliat di website ini
http://www.bycyklen.dk/english/
Tapi..... gw sendiri belum pernah nyobain, katanya tinggal cemplungin duit 20 kroner (sebagai deposit) lalu sepeda nya bisa dipinjem deh. Hanya ada pas spring-summer aja, dan di tempat-tempat tertentu.
Sepedaan di Kopen sangat sangat nyaman tapi juga mesti ati-ati karena disini orang-orang suka kenceng (termasuk gw ...hihihi) jadi yang kurang berpengalaman silakan sepedaan di jalur lambat sebelah kanan biar gak ngagokin yang mau ngebut :-)

Alternatifnya kalo gak bisa sepedaan, pake klipperkort: kartu yang bisa dipake untuk 10 kali journey. Harganya 140 kroner untuk 2 zones ~ 14 kroner sekali jalan (sekali jalan bisa dipake 1 jam asal dalam 2 zona itu).
Ini mayan murah dibanding beli tiket satuan yang harganya 24 kroner untuk 2 zones.
Owya, untuk travel planner bisa diliat disini
http://www.rejseplanen.dk/
Ada versi bahasa Inggrisnya juga kalo nge-klik bendera UK dibawah.

Jadi kalo mau tau dari 1 tempat ke tempat laen pake apa tinggal masukin aja tuh alamatnya disitu. Tar dia kasitau gimana, pake transport apa, sama harganya dst.
Mirip journey planner di NL.

2. Makan disini juga mahal :-(
Paling murah ya masak...
tapi kalo mau makan enak ada beberapa tempat yang ngasi diskon 50% hari tertentu
contohnya adalah cafe dalle alle tiap hari sabtu-selasa.
Dan gw udah sering bawa beberapa temen kesitu : makanannya gak pernah mengecewakan.
Actually selama disini jarang nemu makanan yang mengecewakan sih, standarnya mayan oke koq. Juga ada sushi all you can eat seperti contohnya di royal palace yang jadi langganan kita tiap hari minggu karena special price :-)
Paludan cafe di Fiolstræde juga termasuk favorit kita, terutama kalo wiken abis pulang campus tus nongkrong ma temen-temen. Dan juga buat tempat belajar atau cari inspirasi ngerjain tugas.

3. Belanja disini relatif mahal, terutama kalo gak ada diskon.
Diskon adanya winter sale dan summer sale. Jadi kalo diluar sale itu, pilihannya bisa belanja ke secondhand market yang kadang ada kadang engga ada, tapi worth untuk dikejar.
Tempat belanja yang terkenal disini tentunya adalah walking street alias Strøget.
Daerah situ juga banyak cafe yang suka dipake ngumpul sama student atau turis (yang kebetulan dikasitau studen juga :-) e.g. Retro cafe di Knabrostræde, atau daerah Studistræde.

walking streetthe famous "walking street"

4. Yang gratis dan bisa dinikmati adalah public facilites-nya
taman tentunya adalah tempat favorit studen untuk nongkrong (piknik, minum-minum, sunbathing etc) dan favorit gw yang laen adalah perpustakaan, yang paling terkenal tentunya black diamond.

Lalu museum-nya juga bagus dan impressive. Pantes aja pajaknya gede... semua museum nya gak ada yang mengecewakan.
Museum juga ada yang gratis, tergantung harinya.
Ada yang gratis terus-terusan contohnya National museum, yang laennya, dan favorit gw adalah Glyptoteket yang gratis tiap hari Minggu.

glyptoteketitalian collection @ glyptoteket

Owya, Kopenhagen juga terkenal sama Tivoli-nya. Amusement park yang katanya kedua tertua di dunia. Yang tertua disini juga, tapi di bakken. Bedanya Tivoli bayar (dan mahal) sedang di bakken itu gratis (masuknya) kalo naek wahana baru bayar.

Sekian dulu informasinya, tar kapan-kapan dilanjut lagi ya ;-)

Sunday, February 27, 2011

Kopenhagen :: rød grød med fløde !

rød grød med fløde !
kata dalam bahasa denmark yang sebenernya gak penting artinya, tapi susah banget ngucapin dan selalu jadi challenge buat orang non-Danes, terutama yang baru belajar Danish .... don't even dare to say it !


Nope, I haven't taken my Dansk language class.
But I definitely figure out it wasn't going to be the most easiest language that I have to learn.

Katanya Danish ini sedikit mirip Dutch dan juga Deutsch. Kadang-kadang kalau baca subtitle di tivi bisa ngerti dikit, tapiiiii.... pengucapannya itu loh yang ribet banget.

Contohnya, kalimat yang gw tulis diatas itu kalo diucapin kurang lebih bunyinya akan sperti ini:
" ruel kruel meul fluel "

aneh kan?
but interesting anyway.

1600 - the word 'feeling' appears for the first time in Danish
(jadi sebelumnya mereka pake kata apa ya?)

Danish National Museum / National Staten Museet

Ini dia video amatir bikinan international students yang kuliah a.ka castaway di Kopen :D

Saturday, July 3, 2010

Amsterdam part 2 : way to learn history

So far, I have found two ways of learning :
One. By reading books
Two
. Through traveling.


And I can tell you which one is more interesting.


Don't get me wrong, books always fascinate me in their own ways.

But I would rather to experience the second option,
cause I like people, I like to hear the history from them, how their perspective about something, and the different languages that they use.
It's about the people that I meet along the way, not just the place.


Of course nature could speak for itself.
I mean... you know how it feels when you're sitting in the beautiful island with private beach ... when it's so relaxing and peaceful.
I was taking my flight back from Bologna to Dusseldorf when I saw this ranging Alpen beneath my small window.
It was A-W-E-S-O-M-E.

But I thought it would be perfect if I have local people who told me what it's all about.
Di Tropenmuseum Amsterdam (tempatnya pas di sebrang uni gw, Royal KIT- dan studen bisa masuk lewat bagian belakang pake kaart, which is cool I thought :-) qta bisa ngeliat barang-barang peninggalan hasil jajahan Belanda di Indonesia selama 350 tahun.

And a lot of those, really really amazed me; ada burung cendrawasih (diawetkan), terumbu karang yang bagus dan unik, sampel tanaman yang ada di Indo, miniatur kapal tradisional salahsatu suku di Sulawesi, pokonya koleksinya kalo ditotal mungkin ribuan jumlahnya.
tropen museum collection
Temenku orang Bangladesh nanyain; "Emangnya elu dijajah Belanda berapa lama?"
Jawab gw: "Tigaratus limapuluh taun. Can't you believe it?"
Dia kaget, katanya: "Yang bener?!? Negeri elu kan gede banget dan Belanda cuman segede gini. Gak kebalik tuh, negeri elu yang ngejajah Belanda ?"

So probably it was a joke at that moment.

Tapi pulangnya perkataan dia bikin mikir juga, kenapa negara yang segitu kecil (dan terletak dibawah laut) bisa ngejajah Indonesia yang luas banget, begitu lama sampe 3 setengah abad.
Salahsatunya mungkin, karena pemerintah Belanda (jaman dahulu kala) sadar kalo mereka gak punya resource yang cukup untuk ngebangun negeri-nya, lalu solusinya adalah mereka mesti cari resource diluar wilayahnya.


Terutama diluar Eropa, karena negara seperti Portugal dan Spanyol udah mulai kolonisasi jauh duluan sebelum Belanda.
Alasan kedua, negeri Belanda sendiri sebenernya gak enak-enak amat untuk hidup.
Iklimnya dingin dan jaman dulu kan gak ada listrik untuk ngangetin ruangan, gas untuk masak makanan etc, yang mungkin bikin mereka mikir untuk kolonisasi ke tempat yang lebih menyenangkan untuk hidup (?!?)

Ini analisis gw semata sih.
Mungkin sama seperti alasan pemerintah Inggris meng-kolonisasi India pada jaman itu dengan 'British East India Company'-nya.

Kenapa Indonesia bisa dijajah begitu lama juga karena letaknya yang begitu luas, dan pemerintah yang disebelah barat tidak bisa berkoordinasi dengan pemerintahan yang disebelah timur (karena jaman itu belum ada sarana komunikasi seperti telefon, e-mail, ataupun Facebook, sehingga belum bisa update status :-)

Yang ujung-ujungnya bikin politik 'devide et impera' alias politik memecah belah a.k.a adu domba berhasil sustain untuk sekian lama (padahal domba tuh binatang yang cinta damai, asal usul aslinya domba bukan untuk diadu karena terlalu baik hati).

Kembali ke topik yang agak serius tadi.
Kenapa juga bangsa Belanda berhasil: Again, setelah analisis gw yang sebenernya gak terlalu evidence-based, tiba pada kesimpulan bahwa sebenernya situasi hidup yang tidak nyaman (kurang resource di negara sendiri, cuaca dingin tidak bersahabat) bikin orang Belanda lebih berusaha untuk kerja keras.
Gak seperti qta di negara tropis bisa nyantai duduk-duduk dibawah sinar matahari, dan waktu musim panas atau musim ujan suhunya kurang lebih sama, di Belanda kalo orang santai gak nyiapin perbekalan untuk musim dingin, kemungkinan mereka akan mati kelaparan atau kedinginan pas musim dingin tiba.
(Ini perlu dibayangkan setting sekitar abad 15, dimana bangsa Belanda memulai kolonisasi ke Asia, jaman itu kan mereka belum punya penghangat ruangan, kulkas, supermarket, dan transportasi 24 jam kaya sekarang).

Kesimpulanku sampai pada suatu analisis sederhana tentang bangsa Eropa, tapi bukan generalisasi, kalo orang Jerman dan Belanda memang tipe pekerja keras. Artinya kalo kerja bener bener keras (hardwork) tapi juga kalo pas waktu libur e.g ngambil cuti, mereka gak mau diganggu urusan kerjaan.

Tapi ini gak berlaku untuk orang Spanyol atau Italia, mereka cenderung lebih santai urusan kerjaan.
Ini juga sebabnya di Italia urusan waktu gak penting-penting amat (mirip jam karet di Indo kali ye...)

Kembali lagi ke soal Amsterdam, I really love it dan setelah balik Indo gw sempet ngobrol sama beberapa orang yang udah pernah ke Ams dan mereka bilang; "It must be good that you have a chance to visit Ams, as it's probably the best place to visit Netherlands."

I'm so totally agree with them.

Terutama juga karena gw kesana pas cuacanya lagi pas, beginning of summer jadi gak terlalu dingin tapi juga udah banyak sinar matahari.
At that moment Dutch people also more genial, ini kata orang juga, mungkin karena mereka kena sinar matahari jadi less depressed :-)

Owhya.... speaking about colonization, bagus juga mereka (negara yang dulunya punya jajahan, in this case Belanda) punya politik 'balas budi' untuk negara bekas kolonisasi (dalam kasus ini, Indonesia) dalam bentuk capacity building dan pemberian beasiswa.

Sekarang saatnya qta membangun lagi mental dan kapasitas sebagai bangsa yang merdeka dan bebas dari penjajahan (*hah* bahasa gw sok banget sih :-) tapi sayangnya, anak-anak muda jaman sekarang sudah kehilangan idealis dan rasa nasionalis sebagai bangsa Indonesia. (gw termasuk anak muda jaman dulu, karena masih ada 'rasa' idealis dan nasionalis walaupun kadarnya hilang timbul seiring dengan berita di MetroTV tentang tidakadilan pemerintah, eg. kasus ariel-luna :-)

Belum lagi jaman sekarang mana ada yang meng-idolakan Jendral Sudirman atau pahlawan nasional seperti ibu RA Kartini (karena mereka gak pernah masuk infotainment juga)

Jadi bisa dibilang lagu tema (= theme song) untuk bangsa Indo jaman sekarang adalah ;
'mau dibawa kemana bangsa kita'
-hasil pelesetan dari lagu 'mau dibawa kemana hubungan kita'.


Ada ibu Kartini juga di TropenMuseum

Sunday, September 6, 2009

Paris : Louvre Museum

L'Amor
Setiap minggu pertama awal bulan ternyata masuk museum Louvre tuh gratis (ini info yang udah gue tau sebelom nyampe Paris, penting soalnya =)
Dan karena gratis tentu ajah orang ngantri, makin siang datengnya makin panjang juga antriannya. So... info penting lainnya, lebih baik dateng pagi untuk ngantri. Museum buka jam 9am dan tutup jam 6pm. Louvre bener-bener salahsatu daya tarik Paris yang bikin gue orgasme berkali-kali karena koleksinya yang impressive banget, terutama bagian sayap Denon dimana ada koleksi antique oriental dari jaman 15-20 sebelum Masehi. Kita juga bisa minjem audiovisual guide (dalam 6 bahasa, seharga 6 Eur) dari situ bisa milih tur sesuai preferensi, seperti contohnya kalau mau liat koleksi penting dari Louvre, seperti Monalisa karya Leonardo da Vinci, Venus de Milo, Nike statue dsb.


Your Fonts - Font Generator