Showing posts with label stories. Show all posts
Showing posts with label stories. Show all posts

Sunday, November 13, 2011

Making dreams come true

Years ago I was collecting many beautiful pictures of landscapes all around the world. Unconsciously I built dreams to go there somewhere, I love seeing new places (well who's not?) but I didn't know when and how I could really go there somewhere.

At that moment I was just started my career as a medical doctor and I loved it.

I had this huge passion to save the world and I knew I had little time for myself to travel to the new places.

And just recently 3 years ago, I had a lump in my breast, which was painful.
As a doctor I knew that I hardly had any chance for getting breast cancer, we don't have such history in our family, I didn't use any hormone therapy and my lifestyle is pretty much healthier compare to average people.
But still, I had this feeling that it could be something serious and threatening.
I made few consultations to friends and performed ultrasonography exam for mammae.

It turned out to be 'just' simple cystic in my breast tissue.

No harm at all, but I keep gone through regular USG every 6 months or so.

It was 3 years ago, and it was one of the turning points of my life.
I knew that life is too short sometime.
In very young age I saw many people died, old or young- and life could be spent worth and well or reckless and careless.
And what if I were diagnosed with fatal disease such as breast cancer, would I ever regret of something I could have done when I was healthy ?

Then I made a breakthrough in my life, as if I will probably die tomorrow- I started traveling alone, abroad.
I chose Singapore, because there my bestfriend's lived and then from there to Thailand. I was traveling alone but made friends with people through my path.

I met a girl from Canada on my first day in Thailand and we traveled together for few days, one guy from UK, one guy from France, one German girl, one couple from USA. Basically I learned that friendship is beyond race, language, culture, skin color etc.

Couple of months after I traveled to Thailand, I even met this German girl again in Berlin! Apparently world is not as big as I thought, if you're making friends all over the world!


Few months ago, when I was in Cinque Terre, Italy- I took this picture in Manarola.

It was one of the five villages in the place.

manarolaManarola :: my heaven on earth experience :)

I heard that this is a beautiful place long before I made it there, but still I got the feel that it was too good to be true when I was actually there.
And I was traveling alone (I stayed in my friend's place but I didn't tell him that I was so overwhelming with my own thought and feeling. I just kept it for myself) -
most of the times I kept notes for my travel log.

But there were times that I just couldn't even write it down and amazed by the view and my own feeling's.


Life truly has been very kind to me.

Then just few weeks ago, I came back to my home country and it was all finished.

I saw the collections of pictures that I have taken, but I still got the same feeling, all those overwhelming and amazed.


Randomly I opened a folder in my laptop, contained pictures I've collected with
places I wanna see (someday).
And there was a pict of village in Cinque terre, I couldn't tell precisely whether it was Manarola or Riomaggiore, but I am sure it was in Cinque terre. This is the pict that I mention
(I suppose it was Manarola, but from different view)

Now I really believe the power of dreams, or wishes or whatever it is,

if you want it so bad... you might go there somewhere.
(And I'm not talking only about places but also goals, achievements etc).

Friday, October 7, 2011

Ketinggalan pesawat [ tragedi berulang ]

Oke. Mungkin sudah rencana Tuhan kalo selama Eurotrip summer kemaren sebenernya gw menghemat banyak pengeluaran (terutama akomodasi) karena nginep gratis di tempat temen-temen CS. Dan juga dari sekian banyak flight yang gw ambil ke beberapa tempat selama 1 bulan e.g. Copenhagen-Bergen, Bergen-Stockholm, Stockholm-Roma, Nice-Copenhagen, gak ada satupun flight yang ketinggalan atau bermasalah.

Ini tiba-tiba aja dalam 1 minggu gw kehilangan 250 Euro (jumlah yang gak sedikit buat gw) gara-gara ketinggalan 2 flights!

Begini ceritanya . . . .

#1. Ketinggalan flight pertama (Genova, Italia)

Ini kejadian di akhir September, saat itu gw udah seminggu lebih stay di tempat temen di Itali- sebelum rencananya berangkat ke Barcelona untuk acara konferensi International Health.
Untuk acara konferensi itu gw udah nyiapin presentasi poster (jauh-jauh hari, diprint di Amsterdam seharga 70 Eur dan dilipet pas masuk pesawat sama petugas Ryanair. Vervelend!)

Beberapa jam sebelum keberangkatan ke aeroporto di Genova (Christoforo Colombo), gw udah nyiap-nyiapin barang-barang apa aja yang mesti dibawa. Soalnya gak lucu kan kalo ketinggalan belum tentu bisa diambil lagi.
Karena abis konfrens di Barcelona itu bakalan terbang balik ke Amsterdam lalu balik ke Indonesia rencananya. Flight yang direncanakan kalo gak salah mestinya jam 1430, tapi karena persiapan untuk jalan kesana sekitar 1 jam jadi rencana berangkat dari rumah jam 1130an.

aeroporto di Genova aeroporto di Genova penuh kenangan

Ke airport nya sendiri bisa pake bus, ngambil di statiun Principe atau Brignole, Genova.
Makan waktu sekitar 30 menit perjalanan dan tiketnya bisa dibeli on the spot seharga 6 Eur.
Then, ampir mendekati waktu keberangkatan, semua udah siap, gw cabut deh keluar dan meninggalkan rumah temen gw itu. Dan pas udah siap-siap mau keluar dari apartemen-nya, baru nyadar kalo poster gw ketinggalan ! Iya poster seharga 70 Eur yang mesti dibawa untuk presentasi konfrens itu !

Langsung panik deh, karena gw udah gak punya kunci untuk masuk lagi apartement-nya :(
Meanwhile, pas temen gw ditelp untuk balik ke rumah (sekedar bukain pintu buat gw, supaya gw bisa ngambil poster) it would take him at least 1 hour to get there.
Jadi pada saat dia balik pun kalo semisalnya gw berangkat ke airport udah mepet banget waktunya untuk masuk ke gate.

Lemes deh, selaen tiket seharga 60 Eur melayang, juga artinya mesti rebook flight baru untuk terbang ke Barcelona besokannya.

Dan gw dapet dengan harga 150 Eur :(
pake Iberia, berangkat dari Genova malem banget dan nyampe Barcelona tengah malem gitu.

What an expensive lesson.

#2. Ketinggalan flight kedua (Barcelona)

Beberapa hari setelahnya, gw menghabiskan hari-hari di Barcelona untuk konfrens sekalian reuni ama temen-temen international health. Poknya hari-hari yang menyenangkan hal, apalagi Barcelona salahsatu kota favorit (dulu pernah kesini tahun 2009) karena indah dan murah.
Iya standarnya di Spanyol, walaupun Barcelona termasuk kota besarnya, tapi masi termasuk murah lah, dibanding standar harga di Amsterdam misal (kalo Denmark mah gak usah ditanya. Skandinavia pasti lebih tinggi lagi standarnya).

plaza catalunyarevisit plaza Catalunya @Barcelona

Flight dari Barcelona balik ke Amsterdam ini mestinya pagi jam 0830, tapi karena gw udah tau bahwa airport Barcelona ini termasuk gedhe dari ujung ke ujungnya, jadi musti berangkat lebih pagi. Dan banyak tempat shopping-nya juga, jadi kalo berangkat awal kan bisa liat-liat, or belanja (kalo emang bener ada yg worth untuk dibeli :-)

Udah bangun pagi-pagi, barang-barang sih udah siap dari semalem.
Pas turun ke resepsionis baru sadar ternyata jam gw 1 jam lebih telat dari jam dibawah!

Resepsionisnya masi santai lagi ngasi tau : 'Owh keburu koq ...'

Padahal udah cemas tuh, pasti gak keburu nih.
Akhirnya ngejar-ngejar bus untuk ke airport deh, untungnya gak pake ngetem atau macet.
Nyampe airport sih masih keburu, hanya ... SALAH TERMINAL !

Dan dari Terminal 1 ke Terminal 2 itu musti pake bus lagi, dan makan waktu sekitar 20 menit perjalanan karena mayan jauh.
Jadi pas gw nyampe Terminal 2 itu cek in udah boarding time, dan gak keburu deh biarpun lari-lari masuk ke dalem :(

Akhirnya rebooking lagi untuk penerbangan beberapa jam setelah, and cost me 100 Eur !

So, setelah menghemat-hemat pengeluaran tetep aja in the end of the trip ngeluarin total cost 250 Eur untuk rebooking tiket *sighed* nasib ... nasib ...

Friday, September 9, 2011

Genova, again

It's funny that during my second Eurotrip last summer I did not plan intentionally to stay in Genova for a long period. I thought I was just gonna pass it by from Firenze, before then continue the journey to French Riviera.
That's what I like from open plan (and being a single traveler, of course) that you could change your itinerary at the last minute by see what's in front of you.

It happened to me, I just suddenly fall in love with this place.
I fall in love with Italian Riviera, the constant perfect weather and the people.
I even manage to come back here, after a long journey from Amsterdam to Brussel, then Charleroi, to catch a budget flight (Ryanair took my pant away, just because I had 1 kilo excess baggage! Nasty airline. Now I really miss my Airberlin flight with free 20 kgs baggage.)
And a warm welcoming weather then reminds me so much why I want to be here.
Should I mentioned that when I left Amsterdam it was 12 degrees Celcius (with 52 km/h wind speed... yeah, I'm not made it up).

It's a pity that I was too busy after coming back from my 1 month Eurotrip, I didn't have time to summarize the journey (it's all still remain notes in my scrapbook) or write it down in this blog.
But it has been wonderful, magnificent trip in brief.
Almost unreal I would say.
I couldn't describe it in words because it's just too beautiful.

Anyway, in the end my academic life has struck me back to reality.
I spent one week more in Copenhagen to have my oral exam and graduation, then had flight to Germany. Been here and there (physically) in Netherlands, but basically my minds flew somewhere in Liguria.
This place is just intoxicating.

Camogli, Liguria
Camogli, Liguria
first night @ Italian Riviera 17072011

traveling notes :
Train ticket (one way) Firenze SMN - Genova Brignole 40Eur (mahal karena beli last minute, tapi bisa dipake berenti di Pisa)
Ryanair return ticket Charleroi (Brussel Zuid) - aeoroporto di Genova 20 Eur (belum termasuk bagasi, standar kabin cuman 10 kgs)
Train ticket (return) Amsterdam CS - Brussel Zuid/Midi 78 Eur
Ticket (combined train+bus, one way) Brussel Zuid/Midi - Charleroi l'aeroport
11.70 Eur
kaos Zara 4Eur; tas Zara 19 Eur; belt H&M 5 Eur
pizza (1 slice) 2.70 Eur; gelato 2 Eur

Saturday, August 6, 2011

single but not alone [or even lonely!]

'Ngapain sih jalan-jalan sendirian ?'
Mungkin itu pertanyaan sebagian orang pas tau kalo gw sering jalan (traveling) sendirian.

Ada banyak alasan, mulai dari alasan praktis (ngerencanain jadwal jalan untuk 1 orang lebih gampang daripada untuk 2 orang) sampe alasan personal (soalnya gw gak suka diatur, juga gak suka ngatur :-)

Emang bisa dibilang alesan yang terakhir lebih kuat, ini juga baru disadari akhir-akhir ini-
saat gw berkontemplasi dalam perjalanan: kenapa prefer jadi single traveler (walopun sebenernya gw gak masalah juga kalo gabung dalam grup, dan termasuk orang yang bisa diatur... mestinya :-)

Karena [1] jalan sendirian itu sangat fleksibel, bisa ngatur sendiri mau jalan kemana, mau liat apa, mau bangun jam berapa, makan apa, trus milih rute sesuka kita (juga nyasar sesuka hati),

[2] dengan jalan sendirian kita bisa belajar banyak hal: belajar how to survive (gimana beli tiket pake mesin, atau bahkan validasi tiket sebelum naek train), belajar bahasa lokal (ngedenger paling engga, kalo ngomong mungkin take some time), dan juga karena gw demen meng-observasi orang dan kebudayaan terasa lebih 'original'.

[3] dan jalan sendirian itu bukan artinya kita gak ketemu banyak temen!
Berhubung gw ikutan couchsurfing [CS], dan so far sekitar 95% pengalaman gw in between nice to excellent, jadinya sangat sangat ketagihan untuk on and on di komunitas ini :-D

Terlebih pengalaman summer trip gw kemaren, yang rutenya sebagai berikut:
Bergen [Norwegia] - Stockholm [Swedia] - Roma [Italia] - Firenze - Genova - Ventimiglia - Cannes [Prancis] - Nice.

Cuman di Bergen aja yang gw gak dihost sama orang dari CS, karena emang waktu itu gw nginep di rumah (ortunya) besfren yang asli asal sana.

Dan tentu aja pengalaman yang gw dapet selama CS-ing ini jauh banget lebih berkesan daripada jalan biasa nginep di hostel, ataupun ikutan tur.

Tentu aja exceptional karena, ini unplanned! So I have nothing to expect :-)

Sebagai contohnya adalah host gw di Firenze.
-Untuk latar belakang tempat, Firenze/Florence tuh ibukota regio Toscano/Tuscany.
Ini salahsatu tujuan destinasi gw untuk sekian lama karena gw pecinta museum dan kultur terutama seniman asal Italia e.g. Michaelangelo Buonarroti, Leonardo da Vinci, Botticelli yang karyanya bisa dicari di kota ini.
Juga Gallery Uffizi, sudah jadi wishlist gw (selaen Musee du Louvre, yang kesampean waktu taun 2009) - walopun host gw bilang masih banyak museum yang jauh lebih impressive daripada Uffizi.

Being italians, or basically born in this beautiful city- bisa dibilang terbiasa ngeliat karya artistik dimana-mana. Arsitektur medieval dari jaman Roman sampe neo Renaisans bisa diliat di tiap pelosok kota, mulai dari gereja, jembatan (ponte), piazza, dst ... sayangnya gw bukan orang yang bisa menjelaskan secara detail. Tapi kesimpulannya, kota ini indah banget!
Bagi gw bahkan Firenze lebih berkesan daripada Roma, padahal Roma sendiri in general sih indah (dan menyimpan banyak cerita historikal).

Ehmm... ok, setelah ngelantur dikit tentang Firenze, kembali ke host gw disini :-)
Dia latar belakangnya peneliti juga (PhD) dan karena gw sedikit banyak pernah berkecimpung di dunia penelitian, tentunya ada beberapa obrolan yang nyambung.
Tapi bukan itu yang bikin dia cool, yang cool adalah- malem pertama gw nyampe Firenze, dia langsung nyulik gw ke kawasan perbukitan (bareng ama temen2nya, yang sama gilanya) untuk swimming pool party! at midnight!! under the moonlight !!!
Mungkin kesannya gw melebih-lebihkan (mendramatisir) tapi emang beneran.

shared hammock:: sharing hammock w/ Ilja, after swimming pool party ::
photo taken by Diana, from Lithuania


Dia sendiri nanya (pertanyaan retoris lebih tepatnya): 'Berapa kali dalam hidup elu, elu bisa berenang tengah malem dibawah sinar bulan, di tempat yang indah kaya Firenze?'
Aih aih. . . . dasar orang Itali. Biar peneliti tetep aja berjiwa romantis.

Trus besokan malemnya, gw ngikut diner di rumahnya.
Tadinya sih gw pengen masakin sesuatu yang berbau Asia, tapi dia bilang gausah repot-repot.
Jadi akhirnya dia bikinin makanan buat kita berdua.
Masakannya gampang aja sih, cuman salad ama roti (minta tetangga pula)- tapi ya ampun saladnya enak banget. Tentunya ada wine juga, dan desert. (Buat orang Itali ama Prancis, makan tuh ritual yang special banget. Bukan asal kenyang doank, tapi ada seninya juga).
Sambil makan, qta ngomongin segala macem ngalor ngidul, mulai dari hal yang scientific dan rasional- sampe hal yang gak penting; contohnya waktu gw bilang honeymoon yang gw pengen adalah jalan ke selatan Italia pake karavan.
Dia langsung ketawa ngakak! Dia pikir gw bercanda waktu ngomong begitu *huh*
Dan sejak itu dia ngegodain gw, katanya: 'gypsy girl'.

Cerita selanjutnya adalah host gw di Cannes.
Cannes, Prancis tuh kota yang terkenal suka dipake untuk festival film international.
Gw agak ignorant soal tempat ini sebelumnya, karena ini a bit out of plan.
Tadinya gw pengen ke Marseille, tapi karena perubahan rencana (dan ini juga asiknya jalan sendiri, rencana bole berubah kapan aja :-) jadinya gw ganti rute ke Cannes (walopun tiket Ryanair angus, gapapa deh- dapet murah juga).

Host gw disini kerja di Villa deket pantai, dan ada swimming pool yang pemandangannya langsung ke arah pantai. Jadilah gw ikut menikmati fasilitas berenang gratis, tiap pagi (atau lebih tepatnya tiap siang :-) pas gw bangun tidur, daripada mandi gw mendingan langsung nyemplung ke kolam renang.
Host gw ini (qta sebut aja namanya J) udah pernah ke Indonesia dan pengalaman dia berkesan banget selama traveling di Indo (dan pengen balik lagi tentunya).
Dia juga masi inget beberapa kata, atau kalimat dalam bahasa Indo.
Trus tiba-tiba dia nyanyi sepotong bait lagu Indo, gw langsung kaget jadinya!
Abis kocak gitu deh . . . :-D

Seperti layaknya kebanyakan orang European (yang udah lama tinggal sendiri) dia jago masak, terlebih karena dia orang Prancis- masakannya enak!
Dia juga demen makan makanan Asia dan pas gw bikin nasi goreng (keahlian dasar yang selalu gw praktekan dimana saja saat diijinkan ... hehe) dia seneng banget!
Trus dia ngajakin gw belanja ke toko Asia dan disana ada manisan mangga (bikinan Thailand sih, gak nemu yang dari Bogor :-) dia langsung ketagihan!

Selama beberapa hari gw tinggal di Cannes kadang gw jalan sendirian juga karena dia sibuk ama kerjaan. Tapi kalau dia ada waktu, dia selalu coba ngajak gw mengeksplor sekeliling Cannes ama motor gedhe-nya. Kadang gw jadi berasa sedikit mirip seperti adegan Nicole Kidman dibonceng Tom Cruise di film Topgun . . . (hanya karena dia gak kaya Tom Cruise jadinya gw kembali ke alam nyata ... haha).
Cannes itu letaknya di pinggiran coastal, di French Riviera- jadi sepanjang kota itu kita bisa ngeliat garis pantai. Karena waktu itu cuacanya konstan bagus terus dan ada sinar matahari bisa dipastikan banyak banget turis bertebaran di pantai, maupun di penjuru kota.

panorama cannes from hillpanorama Cannes :: view from uphill
disini gak ada airport komersil, cuman ada airport khusus
tempat pesawat pribadi celebrities landing


Sebenernya gw gak suka kota yang terlalu turistik, terutama daerah pelosok kota (yang banyak pusat perbelanjaan, palagi ada summer sale- menggoda iman!) jadinya gw selalu mencari tempat-tempat yang unusual, yang kurang disukai turis tapi gak kalah menarik.

Owya, si J ini juga punya peralatan fotografi canggih !
Selaen kameranya profesional dia punya beberapa lensa (ada 1 wide lens-nya yang harganya 400 Eur, seharga kamera gw!). Trus dia ngasi liat beberapa hasil potonya di laptop.
Ternyata keren banget!
Pas gw nanya boleh gak gw minta beberapa hasil jepretannya, dia bilang gak boleh.
Soalnya suatu saat dia mau bikin exposition. Huhuhu. . . ultimate keren.

Akhirnya sebelum gw meninggalkan Cannes, gw ngeliat dia punya kartu anggota International Association Photojournalism- hmmm. . . . pantesan gak sembarangan koleksinya.

Pas gw cabut dari Cannes ini gw sampe nangis bombay sepanjang jalan karena sedih meninggalkan host gw yang udah jadi teman baek dan all those good memories :')
Entah kapan ketemu dia lagi, tapi rasanya mungkin aja sih, as the world is a small place for travelers like us . . .

stunningly French RivieraFrench Riviera landscape from my train *sighed*

Friday, July 8, 2011

Stockholm :: Beautiful guys [2]

Selain kotanya yang bersih, infrastrukturnya yang bagus, gedung-gedungnya yang kuno dan artistik serta fasilitas publiknya yang maju (seperti layaknya negara lain di Skandinavia) kesan gw tentang Stockholm yang laen adalah surprisingly cowo-cowo Stockholm juga beautiful guys :)

Ehm ... istilah 'beautiful guys' disini bukan artinya mereka overall good looking - walopun ada juga sih yang good looking, tapi lebih ke gaya dandannya yang . . . ahemm . . . . mereka pake celana pendek (pendek banget, setengah paha, dengan potongan kaya celana pendek untuk cewe), lalu rambutnya banyak yang gondrong (bukan gondrong acak-acakan kaya rockstar, tapi gondrong sebahu lebih, halus, berkilau, dan terawat!), paling penting . . . banyak yang bawa handbag! (yup shockingly handbag disini ternyata bukan buat cewe doank, tapi juga untuk cowo.)
Yeah emancipation works!

Tadinya gw bertanya-tanya apakah ini cuman 'kebetulan' doank nemu beberapa sampel cowo tipikal seperti itu, ternyata setelah ditotal selama 4 hari exploring Stockholm, ternyata sampelnya lumayan signifikan sehingga akhirnya gw bisa bikin statement kalo emang gaya mereka seperti itu. Ternyata masih banyak hal-hal di dunia ini yang belum gw ketahui.

Pas gw ngobrol sama temen-temen gw yang tinggal disitu, ehm rasanya mereka gak merhatiin itu . . . atau mereka terbiasa kali, sampe gak merhatiin lagi.

Sayangnya gw gak berani poto, karena gw takut nanti dianggep paparazzi dan mengganggu privasi- maklum buat orang Eropa utara kan privasi dijunjung tinggi banget.
Lagian tampang gw pada saat traveling itu seringnya dekil, kucel dan kalo moto-moto orang sembarangan kayanya bikin masalah aja . . .

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, hmmm ... bisa aja sih gw pura-pura moto gedung :)
kan seru juga ngereview gimana style anak-anak muda di Eropa utara. . .

Anyway, sebelum gw ngelantur ke topik laen yang gak penting dan gak berhubungan dengan traveling - gimana kalo kita liat aja poto-poto hasil jepretan selama disana. . .

iklan yang gw gak ngerti apa artinya di dalem metro Stockholm


stockholm buildingbersih banget kan aer lautnya, ini laut bukan sungai/canal karena mereka emang kepulauan

view from the top!setelah nyasar sesepedaan, akhirnya gw nemu spot yang breathtaking ini dari atas kota Stockholm . . .
cocok untuk tempat foto prewedding ... hihi


Quick facts about Sweden :
1. Negara asalnya produk fashion merk H&M (makanya disini pas summer sale bahaya buat kantong! akhirnya panik belanja deh, abis jadi murah banget)

2. Mereka juga ngakunya keturunan Viking (tapi Viking versi lebih 'feminim' kali yah dibanding Denmark dan Norway . . . hehehe) Bahasanya mirip juga sama Danish dan Norwegian sih.
3. Sama juga kaya di Denmark, museum disini banyak yang gratis hari-hari tertentu.
Info tentang Museum apa aja yang gratis dan hari apa aja bisa nanya ke turis informasi atau digoogling di website.

Monday, July 4, 2011

Norway quick facts'

Fakta tentang Norwegia (quick survey pas ngetrip ke Bergen) :

1. Orang Norway ternyata suka ngejelek-jelekin (bikin jokes) tentang orang Swedia, mungkin hubungannya kaya Indonesia dan Malaysia kli yah. . .

2. Di Norwegia standar hidupnya termasuk yang tinggi juga dibanding negara Skandinavia lainnya, dampaknya harga barang lebih mahal (gaji juga lebih gede daripada di Denmark, katanya). Maternal leave/ cuti habis melahirkan bisa nyampe 2 tahun (kalo digabung suami+istri).

3. Norwegia juga kaya sama minyak, sumber daya andalan mereka nih.
Kata temen gw (cewe) kalo mau cari suami kaya cari cowo Norway aja . . . nice tips :)

Alamnya sendiri juga indah, dan langitnya bersih (maklum polusinya minim banget) makanya orang Norway seneng kegiatan outdoor mungkin yah.

They also trully Viking . . . pantang menyerah, gak takut sama cuaca jelek :-)


viking code

Friday, February 11, 2011

Kopenhagen :: Small is beautiful

Setelah tinggal di Amsterdam dan hidup diantara orang-orang yang secara rata-rata termasuk tertinggi di Eropa, rasanya gw merasa a bit like Hobbit. Tau kan makhluk mungil di cerita Lord of the RIng itu?

Abisnya selalu kalo mesti berdesak-desakan di tram atau train, saingan gw orang bule yang tingginya >170 cm.
Anak SMP aja kadang lebih tinggi dari gw :(

Belum lagi cermin di toilet student house, yang posisinya selalu sejajar dengan dahi... alias kalo mau ngaca mesti jingjit dulu.

Diskriminatif sama orang yang tingginya dibawah 160 cm!


Pindah ke Kopenhagen, ternyata bule sini gak terlalu tinggi menjulang kaya di Belanda.
Walopun ada juga orang-orang yang tinggi tapi ada juga yang pendek mungil (kaya gw), dan ada yang normal tingginya tapi gak keterlaluan >190 cm kaya di Belanda.

Queen castle :: Christianborg

Dan bule Denmark ternyata gak selalu pirang & bermata biru seperti yang disangka orang juga :-)

Kemaren pas naek metro, terutama yang jurusan Lufthavnen (airport) selalu banyak orang asing - alias gak ngomong bahasa Danish. Tus depan gw itu cowo Itali sama temennya, sebelah gw cowo Amrik ama temen kerja.

Gw suka pura-pura cuek gak ngerti omongan mereka tapi aslinya berusaha ngedengerin klo mereka tuh ngobrolin apa sih? hihihi....
Anehnya juga, katanya orang Skandinavia (termasuk Denmark) termasuk yang jago bahasa Inggris ampir semua bisa make bahasa Inggris.
Kenyataannya iya sih, tapi rasanya di Belanda lebih gak masalah.

Dan dsini gw sering banget diajak ngomong pake bahasa Danish, padahal tampang gw kan asia banget !

Kedua, gw sering banget disangka orang Filipino.

Bahkan waktu beberapa hari tinggal disini, selalu ketemu orang Filipino yang ngajak ngobrol karena nyangka sama-sama dari Filipin.
Orang Indonesia yang tinggal di Kopen tentu aja gak sebanyak orang Indo di Belanda, yang pabalatak dimana-mana. Imbasnya dsini juga susah nyari bahan makanan khas Indo, sebagai contoh Indomie cuman bisa dicari di toko Asia tertentu.

Contonya bumbu sate yang di Belanda bisa dicari di Albertheijn deket rumah tapi dsini kayanya termasuk barang langka.
Walopun bawang goreng dan kerupuk terbukti exist di supermarket. Mayan deh....

Owya, sesuai dengan judul, gw juga mau cerita keuntungan jadi orang dengan size XS-S dsini. Menjelang akhir-awal tahun dan sommer, seperti biasa di Eropa khusunys Denmark (TKP) terjadi peristiwa yang bikin heboh cewe-cewe.... yaitu UDSALG... alias SALE. Gak nanggung sampe 70% !
Panik deh jadinya. Rok cuman 50 krone. Tas cuman 20 krone. Kadang kalo ketinggalan event ini, masi bisa nemu barang tapi antara gak ketemu ukurannya atau tinggal yang ada cacat doang. Kalo gw seringnya ketemu, soalnya dsini kan cewe bule jarang kali ada yang pake ukuran XS atau S (mungkin ada anak SMP/SMA kali .... jadinya untung di gw deh :)

hasil buruanbukti otentik :: jgn ketauan mamah

Kopenhagen, i do start to love you . . .
;-)

Tuesday, January 4, 2011

Malta:: different side of Europe (ep.1)

Setelah 2 minggu liburan natal + taun baruan di Malta, akhirnya mesti balik lagi deh ke snowy area
*hikshiks*


Sungguh tersiksa rasanya kalo mesti jalan keluar (untuk blanja misalnya, kaya tadi sore) tapi suhu minus... mana kalo salju jalanan jadi licin.


Anyway, Malta juga ternyata gak bisa dibilang anget walopun disana gak ada salju.

Suhu pas gw dateng hari pertama sempet 22 derajat (Celsius) pas siangnya, malem sedikit dingin skitar 17C tapi masi okelah.

Pas beberapa hari sebelum qta balik sempet dingin pas siang skitar 14C & kerasa lebih dingin lagi kalo gada sinar matahari + anginnya gede...
tus sempet hujan seharian juga pas tanggal 1 Jan, jadi maleus keluar rumah deh untuk explore... padahal tadinya uda berencana mau sewa sepeda + muterin kota jadi gak jadi :(

Menurut tante Wiki,
Malta merupakan negara terkecil di dunia! Luasnya cuman sekitar 2 kalinya kota Bandung.

Populasinya kurang lebih 400 ribu orang, atau seperlima-nya penduduk Bandung.

Tapi untuk negara sekecil ini bisa kedatengan turis sampe 2 juta tiap taunnya !


Waktu kesana sih qta masi ketemu turis di jalan, tapi kebayang kalo musim panas kemungkinan besar (95% confidence interval) jumlah turis di Malta lebih besar daripada jumlah penduduk yang ada.


Orang-orang Malta juga ramah, nyantei (khas Mediteranea) dan ampir semuanya bisa bahasa Inggris.
FYI, bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris, aslinya bahasa Maltese, tapi karena baru merdeka dari Inggris tahun 1964- bisa dibilang Inggris bahasa nasional kedua yang sering dipakai populasinya.


Qta kalo kesasar disini gak masalah mau nanya orang, karena mereka helpful, dan komunikasi juga gak ada hambatan.
Waktu itu malah pernah nanya orang, taunya sama dia diajakin bareng masuk mobilnya tus dianterin !


Di Malta walaupun termasuk kawasan Schengen EU tapi ternyata mereka nyetir di jalur sebelah kiri, percis kaya di Indo. Lucu juga karena udah terbiasa sama nyetir jalan kanan (maksutnya ngeliatin orang nyupir mobil) selama di Belanda, Jerman - Itali sih jalur tengah kayanya...

Valletta, ibukota nya MaltaValletta, ibu kota Malta (foto dari sebrang St. Julian)

Tuesday, November 24, 2009

How to level out the world

I am believe I am just lucky.

That's my attitude to face all the goodness in life.

In other words, I am luckier than most of people in my hometown, even in my home country.

That's also the line I was telling to my friend when we walked down the path on beautiful garden of Alhambra or alongside a beautiful beach in Phuket.



sagrada di familiaSagrada di Familia, Barcelona

king's palaceAlhambra, Granada

[inside] Notre Dame, Paris

Sacre Couer, Paris

This is one of my favorites stories, taken from Stories for Parents, Children and Grandchildren - Volume 1 - by my favorite author, as well, Paulo Coelho.
Once when Confucius was travelling with his disciples, he heard tell of a very intelligent boy living in a particular village. Confucius went to see and talk to him and he jokingly asked: 'How would you like to help me do away with all the irregularities and inequalities in the world? 'But why' asked the boy. 'If we flattened the mountains, the birds would have no shelter. If we filled up the deep rivers and the sea, the fish would die. If the head of the village had as much authority as the madman, no one would know where they were. The world is vast enough to cope with the differences.'

Mesquita in Cordoba

autumn has just started in Porto

The disciples left feeling greatly impressed by the boy's wisdom, and as they journeyed towards the next town, one of them commented that all children should be like that. Confucius said:

'I've known many children who, instead of playing and doing the things appropriate to their age, were busy trying to understand the world. Not one of those precocious children did anything of any great significance later in life because they had never experienced the innocence and healthy irresponsible of childhood.'
keywautumn in Berlinautumn in Berlin
ords: Coelho, books, stories, traveling, backpacker, backpacking, Europe, Eurotrip

Your Fonts - Font Generator