Showing posts with label Germany. Show all posts
Showing posts with label Germany. Show all posts

Monday, January 3, 2011

Luqa-Milan-Dussy-Essen

Malta, Europe, Milan, airport, budget trip, cheap travel, backpacking, youth hostel, sleeping airport, cheap flight
Ok, review kronologis peristiwa beberapa hari kebelakang :


Jan 2 malem : ke airport Luqa, Malta.
Nginep di airport karena gamau ketinggalan pesawat besok paginya.

Ini mengingat jadwal bus di Malta hanya Tuhan & supirnya yang tau.
Ternyata kursinya gak enakeun buat dipake tidur karena ada pegangan tangannya !
(kalo di Duss airport qta sempet bobo juga tapi lebih nyaman karena kursinya gada pegangan tangan- langsung gelar sleeping bag deh).


Solusinya, setelah survei lokasi ternyata ada chapel :-)

Jam 12 keatas setelah resto tutup dan lokasi aman langsung deh ambil posisi tidur.
Sambil sebelumnya berdoa dulu sama Tuhan (berdoa seblum bobo :-)


Lalu tanggal 3 Jan: terbang ke Milan Linate.

Di Milan sempet muter beberapa jam soalnya pesawat qta ke Dus baru brangkat malem.


Tapi gw gak terlalu suka Milan. Barang-barangnya mahal ! Makan aja mahal !
Beli lasagna 4 Eur dapet kecil doank.... huh.... jadi kangen lasagna Albertheijn/Aldi.
Mau numpang pipis di statzione centrale aja bayarnya mesti 1 Eur !
Keterlaluan ..... ckckckck....
Dua kali lebih mahal daripada pipis di Amsterdam.


Milan juga dingin !

Anyway, dingin sih relatif.... karena qta baru balik dari Malta yang suhunya belasan (Celsius) jadi mungkin turun 7-8 derajat ajah langsung berasa lebih dingin.

Muter-muter di sekitaran katedral Il Duomo dan kawasan pertokoan.... tapi uda gak betah karena dingin dan gak ada yang bisa dibeli.


Baru inget, kenapa gw samasekali gak beli cinderamata (magnet kulkas/gantungan kunci/snowball) waktu di Malta yah?


Malemnya terbang ke Duss, lalu ambil train menuju Essen.

Nyampe subuh .... langsung ketemu bantal...... ahhhh..... enaknya bisa bobo di kasur lagi .... zzzzzz

Owya, info penting...
untuk tau airport mana yang bisa dipake bobo, ada websitenya :

http://www.sleepinginairports.net/

Rekomendasi yang bisa gw contribute :

Dusseldorf airport : **** nyaman banget, sampe gelar sleeping bag juga gak masalah, resto tutup diatas jam 00 dan sofanya empuk tapi pagi begitu resto buka langsung dibangunin ama mas2 nya :D

Luqa airport: ** kursi yang diruang tunggu samasekali gak nyaman buat bobo, tapi kalo bisa pindah ke kursi chapel mayan juga, bisa selonjor... walopun tetep aja terlalu keras !


Malta, Europe, Milan, airport, budget trip, cheap travel, backpacking, youth hostel, sleeping airport, cheap flight

Friday, December 24, 2010

Belanda-Jerman :: Kacau karena badai salju

Akhirnya bisa nulis bLog lagi, setelah beberapa hari yang lalu nginep di airport Dusseldorf (pesawat kena cancel gara-gara salju euy), lalu sehari sebelumnya mesti jalan pulang ke rumah (skitar 6 kilo lebih!) gara-gara tram,bus dan train di Amsterdam gak ada yang lewat (salju juga penyebabnya)
Europe sucks when it snows !

Masi tentang kejadian di Ams:
Pada akhirnya aku tetep nyasar juga-on the way home ituh- soalnya disorientasi tempat,
smua rasanya putih dan walopun uda muter-muter tapi tetep gak ketemu juga :'(
Desperately aku nanya ke orang yang lagi mau masuk mobilnya -gimana caranya mau balik ke jalan tempat gw punya nginep-
Dia bilang jauh banget kalo jalan, so dia bilang naek mobil gw aja tar dianterin.
Abis dia kesian gw sih liat gw udah mau mewek -_- putus asa nyari jalan gak ketemu gara-gara salju sialan ...
Anyway, ternyata dia orang Ghana tapi uda lama tinggal di Amsterdam.
Trus dia bilang gak nyangka kalo gw udah tuwir soalnya tampangnya kaya masi muda banget...
(hihihi.... gak penting ah)

Yowes, sampai dengan selamat dirumah, tapi alhasil ketinggalan train menuju Jerman.
Later on, emang ternyata train itu gak masuk Amsterdam Centraal juga gara-gara salju+cuaca jelek.
Malahan besoknya pas gw ngejar next train gausa beli tiket baru, tiket lama gw cuman dicap+dikasi stiker lalu suru naek jadwal keberangkatan berikutnya.
Lumayan 29 Eur gak hilang sia-sia, gw kena apes kolektif gara-gara badai salju.

Di Amsterdam Centraal udah hectic banget percis kaya di terminal Pulogadung menjelang lebaran (gak perna ke Pulogadung jg pas lebaran.... sotoy deh)
maksudnya, semua passangers yang gak bisa terbang karena Schipol ditutup mesti pake train ke kota laen (Paris/Brussel) tapi train juga jadwalnya ngaco ... blum tentu ada secara jalurnya ketutup salju, malah bahaya kalo teteup jalan.
Trus turis2 yang terlantar udah pada pasrah aja ngampar di lantai*, blum yang mau ngantri ke customer service mesti nunggu 1 jam.
*tau gak ngampar apa? ngampar (=bahasa Sunda) lesehan
Pokonya kacaw balaw, tapi akhirnya gw berhasil juga dapet train pengganti ke Jerman.

Tiket gw mestinya sih naek ICE=train super cepat yang bisa nyampe Essen cuman 2.5 jam dari Amsterdam.
Tapi in last minute ada perubahan jadwal, train gw diganti karena ICE-nya gak bisa masuk Nederlands, jadi qta dibawa pake train NS biasa (yang lelet) untuk ketemuan sama ICE di Arnhem (perbatasan Belanda-Jerman).
Lalu di Arnhem terjadi kekacawan lagi.
Train ICE yang dari Jerman penumpangnya mesti switch ke train NS qta (karena mreka mau ke Ams Centraal) dan qta yang turun dari NS masuk ke ICE menuju Jerman.
Kebayang gak sih ribetnya kaya apa.
Kalo gak kebayang, liat aja gimana situasi orang rebutan tempat di Gambir menjelang lebaran.... uda mirip koq.
Masalahnya gw mesti bawa backpack dan koper gede... tapi masalah gw gak sebrapa heboh dibanding ada rombongan ibu2 dan bapak2 dari Indo (pake basa Sunda malah, kayanya pejabat nih kalo di negri asalnya) yang bawa beberapa koper+tas, rusuh mesti pindah kreta.

Anyway, untuk pertama kalinya selama bolak-balik di Eropa naek kereta supercepat (ICE) tapi harus berdiri sepanjang perjalanan!
Penuh bo! Sampe di gang tempat orang jalan juga diisi orang-orang yang berdiri desak-desakan, gak beda jauh deh sama naek busway/metromini di Jakarta jadinya.

Salju oh salju, ternyata gini rasanya terjebak badai salju di negara maju.

Friday, October 2, 2009

coming back home : Munich - Dubai


it feels like a dream and its time to wake up.

realizing my vacation has come to the end, I wept in my seat on the flight back home.
the sunset has seen my tears down on my face.
for it has been a great journey, a fantastic adventure, with such a partner and it was all must come to an end somehow.
I hardly say goodbye to the things, especially to those nice things happened, but he has made me saying it loud.

i already miss it all.
the weather in Portugal. autumn in Berlin. smell of olive tree in Andalusia.

a French friend told me that French people didn't say goodbye, instead they would say, 'Au revoir'
means 'see you later'.


so I'd say
Au revoir.

pertama, harus diakui bahwa ada masalah psikologis yang belum terselesaikan.
namanya perpisahan.
dan itu pasti selalu, akan terjadi, pada semua cerita.
terutama cerita yang bagus.

tiba-tiba aja jadi sedih.
untuk semua hal-hal menyenangkan yang telah dialami dan harus kembali ke realita.


itulah konsekuensinya jadi orang dewasa.

aku kecanduan.
sama traveling.
parah parah parah.


keywords: Muenchen, Dubai, Eurotrip, backpacker, backpacking, Germany, Europe

Thursday, October 1, 2009

Muenchen : Dachau Concentration Camp

memorial siteDachau Concentration Camp, Germany

The words 'Arbeit Macht Frei' (Work Makes Free) written in the front gate of Dachau Concentration Camp, the first concentration camp that established by Nazi back then on the beginning of World War II.

It was not feel scary at all when you're visiting the place with hundreds of visitors altogether, until I watched the documentary movies (yes it was gratis) and informed how this story begun.

Started from the end of the World War I and how Nazi was won the election
(lesson learned: democracy didn't always chose the 'nice' party), and how was this anti-Semit movement leading to death of millions people during period 1933 - 1945.


It is a long story to be retold, yet intensely intriguing.


tulisannya : May the example of those who were exterminated here between 1933-1945
because they resisted Nazism help to unite the living to defence of peace and freedom
and in respect for their fellow men

'Never Again'
marked in four different language in the memorial site of Dachau concentration camp.


My friend recited 'History belongs to the winner'.

Means the winner could reshape the history, which is normally occurred in any countries in the world.
But Germany took the fact that even the democracy had chosen the dictator, they also learned from history that it should never happened again.

Waktu kita di Muenchen, ada dua pilihan : satu, pergi ke Salzburg (kotanya Mozart) dimana disana bisa ngeliat kota-kota tua ala Eropa.

Atau pilihan kedua, Dachau, salahsatu kamp konsentrasi pertama yang didirikan Nazi pada jaman diktator Hitler berkuasa.

Karena udah bosen liat kota-kota tua, akhirnya aku lebih milih Dachau.
Dan pengen tau juga tentang sejarahnya kenapa ini dan itu terjadi.

Sebelumnya, aku udah riset kecil-kecilan dengan bantuan tante Wikipedia dan om Google untuk cerita tentang kamp konsentrasi, dan juga ngobrol sama beberapa orang yang udah pernah ke Dachau sebelumnya.


Tips dari mereka : pulang dari Dachau, harus dilanjutkan sama kegiatan yang entertaining. Supaya gak frustrated dan kepikiran udahnya.

It was a good advice indeed.

gas chamberini dia salahsatu kamar gas (chamber room)
yang dipake untuk ngebunuh tahanan secara massal,
sebelum dimasukkin kesini tahanan mesti dicukur dulu rambutnya dan disuru telanjang

gross krematoriumgambar mayat orang-orang yang ditumpuk
karena krematorium udah gak cukup lagi menampung orang yang mati

Kamp konsentrasi Dachau memang pertamanya dibuat untuk tujuan tempat kerja orang-orang pengangguran, pengemis, debil (sebelum akhirnya jadi tempat 'pembuangan' orang Yahudi) dimana mereka suruh bangun jalan, infrastruktur, dan peralatan perang Jerman- yang waktu itu memang lagi perang dunia kedua.

Disini ada audioguide yang bisa dipinjem, untuk tau keterangan tentang arti masing-masing tempat yang kita lewatin.
Pas kita kesana juga ada semacam pameran visualnya, bisa lihat dokumentasi yang berhubungan dengan peristiwa Nazi, sejarah terbentuknya kamp konsentrasi, perang dunia pertama dan kedua.


Juga ada memorabilia yang berhubungan dengan kamp konsentrasinya; baju tahanan, alat bekas percobaan yang dilakukan tenaga medis Jerman ke para tahanan.


Banyak juga visual guide yang cerita gimana perlakukan tentara atau bahkan dokter-dokter Nazi yang memperlakukan tahanan secara gak manusiawi.
Tahanan yang mencoba melarikan diri biasanya ditembak mati ditempat.
Tahanan yang 'nakal' mencoba melawan juga dihukum berat supaya jadi 'contoh' buat tahanan laen supaya nurut sama tentara Nazi.
Juga banyak tahanan yang stres di tempat ini karena beban kerja mereka yang gak manusiawi juga situasi tempat tahanan yang mirip kandang binatang, akhirnya mereka mencoba bunuh diri dengan cara menabrak pagar penjagaan yang emang dialiri listrik.

Kita ke Dachau ini udah dateng pagi banget, tapi masih aja enggak sempet ngeliat semua bagiannya. Sampe akhirnya pas lagi liat gambar-gambar di pamerannya, tiba-tiba udah dikasi tau sama satpamnya kalau mereka mau tutup.


Gak kerasa banget.

Abis seru banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari sejarah Jerman dan kamp konsentrasi ini.
Baik dari segi historikalnya juga dampak sosialnya ke kehidupan Jerman sekarang.

Pas balik ke Muenchen lagi,
Rathaus (=gedung walikota) yang kalo siang warnanya polos sekarang tiba-tiba jadi warna warni kena permainan cahaya lampu.

Waktu itu masih Oktoberfest juga, jadi rame banget banyak orang di jalan.
Lumayan untuk bikin gak kepikiran soal jutaan orang yang mati di kamp konsentrasi.

rathausRathaus warna-warni banyak lampunya

Info harga: Tiket XXL dari Munich ke Dachau ~ 11.80 €

keywords : Dachau KZ, Munich, Muencheh, Germany, Bavaria, Oktoberfest, Eurotrip, Europe, backpacking, backpacker
Your Fonts - Font Generator