Showing posts with label Genoa. Show all posts
Showing posts with label Genoa. Show all posts

Wednesday, January 25, 2012

[bukan] cerita cinta :: bagian dua ::

cerita ini lanjutan dari tulisan yang judulnya

jadi buat yang udah baca sebelumnya . . . ini dia kelanjutannya . . .


Ada satu destinasi yang sebenernya gak seriusan gw rencanakan tapi berakhir sangat berkesan dan exceptional, yaitu pas ke Genoa, kota pelabuhan di Italian Riviera (daerah selatan sebelah barat, berbatasan dengan Prancis) 
Dari sini juga asal pelaut Christoforus Colombus (nama aslinya dalam bahasa italia= Christoforo Colombo) yang pernah menjelajah berbagai benua termasuk Amerika.

Host gw yang di Firenze bilang sebenernya gak ada apa-apa di Genoa kecuali kapal-kapal punya orang kaya di pelabuhan (dan dia bilang mending dilewat aja).

Owya, sebenernya waktu di Firenze sebenernya gw pengen stay lebih lama tapi ternyata pas mau booking hostel/hotel semuanya udah penuh.
Karena summer holiday jadi susah banget nyari kamar kosong, penuh sampe 1-2 minggu ke depan! Akhirnya gw cuman stay tiga hari dan kepaksa cabut lebih awal.

Akibatnya gw malah nyampe ke Genoa lebih awal dari yang direncanakan.
Selaen itu host pas disana setelah dikontak juga bilang gada masalah dengan kedatangan gw yang lebih awal dari jadwal.
Dia bakal jemput gw nanti kalo udah nyampe train station di Genoa, katanya.
(baik ya?)

Kalo gw liat profil-nya di CS sih gak banyak yang bisa diceritain/ Orangnya keliatan juga suka traveling tapi lebih ke explore alam e.g. gunung, lokasi taman konservasi (dari poto-potonya).
Tampangnya sih lumayan, yang pasti keliatan Italian banget  :-)

Dari awal pun gw bisa bilang kalo cowo ini hatinya baik, dia nawarin kalo butuh info apapun soal Italia boleh nanya ke dia (dan sebenernya semua bisa di-gugel jaman sekarang).
Untuk pertama kalinya selama ngetrip sendirian di luar negri ada orang yang baru  dikenal mau jemput pas gw nyampe di train station.
Ternyata . . . . selain orangnya baek dia lumayan good looking dengan sepasang mata hijau yang bagus banget kaya boneka (hehehe... kesannya koq jadi gak gagah), hidungnya juga  mancung kaya patung Yunani.
Badannya sih gak terlalu tinggi tapi kenceng berotot karena dia suka maen sepak bole. Tinggi badannya sekitar 6 kaki (pas gw nanya ternyata 'cuman' 177 cm, tapi teteup aja berasa tinggi soalnya gw mungil seperti Cleopatra... :-)

Kita sebut aja si cowo charming seperti aktor film Italia klasik ini dengan nama M.
Malem pertama gw nyampe Genoa ini langsung gw 'diculik' dia ke daerah deket pantai sekitar 1 jam dari situ namanya Camogli.

It was indeed a breathtaking place.

Lalu gak jauh dari situ ada kios yang jual es krim alias Gelatteria.
Sejujurnya gw belom makan malem waktu itu dan udah lewat waktu makan malem (skitar jam 11 malem waktu gw nyampe train station Principe di Genoa) jadi gw menolak tawaran untuk beli gelatto.
Agak menyesal juga sih, karena pas nyobain beberapa suap dari M ternyata itu salah satu es krim paling enak yang pernah gw coba!

Berkesan banget buat gw malem itu, karena multiple combined factors;
cuacanya pas lagi bagus (walau malem hari tapi gak terlalu dingin), pemandangannya indah, temen jalannya juga menyenangkan, dan pembicaraannya juga menarik.

Kebanyakan orang-orang yang gw temui sepanjang perjalanan selalu menarik, in a way mereka enak diajak ngobrol (kecuali 1 cowo Australi yang gw kenal selama di Stokholm. Yang gak terlalu nyambung ngobrolnya).

Tapi M ini sangat exceptional buat gw karena selain ngobrolnya nyambung personality-nya berasa 'hangat' (mungkin karena dia juga orang Italia yang secara umum emang lebih hangat daripada orang di utara).

Bahasa Inggris dia gak terlalu lancar dan pronunciation-nya kadang gak jelas plus aksen Italia kental, yang somehow bikin jadi lebih seksi!
Dia juga punya banyak cerita lucu dan walaupun kadang suka keliatan sedikit keeping a distance di awal tapi lama-lama mencair juga (terutama setelah 1-2 gelas wine  :-)
Ow yah, he was indeed preparing a dinner for me the night after.
 
M nanya apakah mau nyoba masakan dia (lagian gw gak pernah nolak kalau ada cowo yang nawarin untuk masak) lalu dia bikin pasta pake anchovy, yang ternyata enakkk banget!

Besokannya gw gantian nyoba bikin nasi goreng tapi gagal. Hiks.
Kata M sih nasi gorengnya enak dan tetep dia abisin (tapi gw yakin dia bilang itu cuman supaya gw gak kecewa).

Selama 4 hari yang menyenangkan gw tinggal di Genoa lebih lama dari yang direncanakan.
Rasanya jadi berat banget mesti cabut dari kota ini :'(
Tapi the trip must go on, even for me it's so natural to say goodbye these days . . . unfortunately it always harder when you get along with someone you just met.

Beberapa bulan setelah kunjungan gw ke Genoa, akhirnya gw memutuskan untuk balik lagi di bulan September- alasan utamanya karena gw homeless- apartement di Kopen udah beres kontraknya sejak awal Agustus, tapi gw masi harus stay di eropa karena ada konfrens di Barcelona pas awal Oktober.

In short words, I stayed here and there in different places (or countries) for 2 months.

Kesannya sih menyenangkan, pindah-pindah ke beberapa kota di Eropa dengan alasan gak punya tempat tinggal tetap.

Ada gak enaknya, itu pasti. Enaknya juga ada.
Yang pasti karena keadaan gak punya tempat tinggal tetap ini akhirnya gw memutuskan untuk balik aja ke Genoa, then again setelah nanya M juga gak keberatan.
Soalnya dia punya kamar kosong (yang emang dipake khusus untuk tamu), dan dia juga jomblo (dia bilang keadaan gak memungkinkan untuk punya pacar karena dia terlalu sibuk sama kerjaan).
Hehe... Sebenernya gak ada hubungan dengan dia punya kamar kosong dan status kejombloan dia.

Yang bikin gw memutuskan untuk nebeng di tempat dia, karena optimis aja  bahwa cowo yang hatinya baik seperti setengah malaikat ini bakal membuka rumahnya untuk cewe homeless dari negara dunia ketiga.

Lagian gw coba untuk gak merepotkan dia selama tinggal disana, nawarin untuk belanja barang-barang keperluan sehari-hari, beberes rumah (dia udah punya housemaid juga yang dateng seminggu sekali), dan masak dinner (lebih seringnya dia order pizza). Hmmm kalo dia order pizza gw suka ikutan minta juga, abis pizza a la Italia itu kulitnya tipis, crunchy, isi atasnya penuh, jauh lebih enak daripada pizza a la US yang tebel. Poko gak rugi deh jauh-jauh ke Italia untuk nyobain pizza....heuheuheu.

Jauh di dalem hati gw, sebenernya pengen banget bawa pulang cowo kaya gini untuk calon menantu buat mamah gw.
Apa daya bagasi SQ jatahnya cuman 20 kgs, jadi gak bisa bawa barang banyak-banyak apalagi bawa cowo.

Selaen penampilan fisiknya yang menarik, M juga humanitarian.
Dia pengen suatu saat bisa tinggal dan kerja volunteer buat anak-anak di Afrika (kalo udah gak butuh duit, katanya).

Owya, karena dia juga traveler dan explorer,  kadang kita suka ngobrol ngalor ngidul soal tempat-tempat yang pengen kita kunjungi suatu saat di masa depan.
Gw juga boleh dapet akses ke foto-foto hasil dia traveling ke beberapa tempat di Amerika Selatan dan Afrika (lalu dibajak, gw bilang siapa tau suatu saat mau buka pameran foto :-)

Kita juga sama-sama pecinta binatang. 
Kalau bisa reinkarnasi dia mau terlahir lagi sebagai elang, sedang gw mau terlahir kembali sebagai lumba-lumba.
Wah sayang sekali kita gak berada dalam medium yang sama.

Air dan Udara.

(Sebenernya gw juga gak keberatan kalau terlahir kembali sebagai elang, karena gw juga seneng terbang pake pesawat tapi gw gak suka makan ular.
Dulu waktu SD kita belajar tentang piramida makanan, elang itu makanannya ular kan? Atau kalau reinkarnasi mungkin gw bisa jadi elang pertama yang diet vegetarian).

Tapi untungnya di dunia sekarang kita masih sama-sama hidup di darat.

Dua hari sebelum cabut dari Genoa, gw berpikir mau ngasi sesuatu buat M.
For he's been really nice to me and he has cured my heart.
Lewat dia, gw jadi bisa belajar lagi bahwa ada juga cowo di dunia ini yang bisa dipercaya dan juga percaya sama gw.
Akhirnya gw beliin dia novel The Alchemist karangan Paulo Coelho (dalam bahasa Italia, tentunya).

Waktu M nganterin gw ke airport, gw berusaha sekuat tenaga supaya gak nangis atau bertampang sedih karena mesti meninggalkan Genoa dan host gw yang udah taking care of me very well

Dan gw juga gak mau say goodbye.
Instead, gw bilang kalo kapanpun dia mau maen ke Indonesia pasti akan selalu diterima dengan tangan terbuka. 
Siapatau juga kita bakalan ketemu di salahsatu lokasi travel destination kita di masa depan. 

Life has take me unexpectedly to places I have never imagined before.
I might never know will I ever see him again in the future.
But even for a short moment, he has been a blessing to my life
.

Grazie mille.



PS. gw juga sempet bikin video (dan diaplot) di youtube yang intinya tentang cerita kenapa hati gw ketinggalan di genova (cieh). tapi gak gw embedded disini. buat yang mau liat silakan buka link-nya langsung aja ya
disini 

Friday, October 7, 2011

Ketinggalan pesawat [ tragedi berulang ]

Oke. Mungkin sudah rencana Tuhan kalo selama Eurotrip summer kemaren sebenernya gw menghemat banyak pengeluaran (terutama akomodasi) karena nginep gratis di tempat temen-temen CS. Dan juga dari sekian banyak flight yang gw ambil ke beberapa tempat selama 1 bulan e.g. Copenhagen-Bergen, Bergen-Stockholm, Stockholm-Roma, Nice-Copenhagen, gak ada satupun flight yang ketinggalan atau bermasalah.

Ini tiba-tiba aja dalam 1 minggu gw kehilangan 250 Euro (jumlah yang gak sedikit buat gw) gara-gara ketinggalan 2 flights!

Begini ceritanya . . . .

#1. Ketinggalan flight pertama (Genova, Italia)

Ini kejadian di akhir September, saat itu gw udah seminggu lebih stay di tempat temen di Itali- sebelum rencananya berangkat ke Barcelona untuk acara konferensi International Health.
Untuk acara konferensi itu gw udah nyiapin presentasi poster (jauh-jauh hari, diprint di Amsterdam seharga 70 Eur dan dilipet pas masuk pesawat sama petugas Ryanair. Vervelend!)

Beberapa jam sebelum keberangkatan ke aeroporto di Genova (Christoforo Colombo), gw udah nyiap-nyiapin barang-barang apa aja yang mesti dibawa. Soalnya gak lucu kan kalo ketinggalan belum tentu bisa diambil lagi.
Karena abis konfrens di Barcelona itu bakalan terbang balik ke Amsterdam lalu balik ke Indonesia rencananya. Flight yang direncanakan kalo gak salah mestinya jam 1430, tapi karena persiapan untuk jalan kesana sekitar 1 jam jadi rencana berangkat dari rumah jam 1130an.

aeroporto di Genova aeroporto di Genova penuh kenangan

Ke airport nya sendiri bisa pake bus, ngambil di statiun Principe atau Brignole, Genova.
Makan waktu sekitar 30 menit perjalanan dan tiketnya bisa dibeli on the spot seharga 6 Eur.
Then, ampir mendekati waktu keberangkatan, semua udah siap, gw cabut deh keluar dan meninggalkan rumah temen gw itu. Dan pas udah siap-siap mau keluar dari apartemen-nya, baru nyadar kalo poster gw ketinggalan ! Iya poster seharga 70 Eur yang mesti dibawa untuk presentasi konfrens itu !

Langsung panik deh, karena gw udah gak punya kunci untuk masuk lagi apartement-nya :(
Meanwhile, pas temen gw ditelp untuk balik ke rumah (sekedar bukain pintu buat gw, supaya gw bisa ngambil poster) it would take him at least 1 hour to get there.
Jadi pada saat dia balik pun kalo semisalnya gw berangkat ke airport udah mepet banget waktunya untuk masuk ke gate.

Lemes deh, selaen tiket seharga 60 Eur melayang, juga artinya mesti rebook flight baru untuk terbang ke Barcelona besokannya.

Dan gw dapet dengan harga 150 Eur :(
pake Iberia, berangkat dari Genova malem banget dan nyampe Barcelona tengah malem gitu.

What an expensive lesson.

#2. Ketinggalan flight kedua (Barcelona)

Beberapa hari setelahnya, gw menghabiskan hari-hari di Barcelona untuk konfrens sekalian reuni ama temen-temen international health. Poknya hari-hari yang menyenangkan hal, apalagi Barcelona salahsatu kota favorit (dulu pernah kesini tahun 2009) karena indah dan murah.
Iya standarnya di Spanyol, walaupun Barcelona termasuk kota besarnya, tapi masi termasuk murah lah, dibanding standar harga di Amsterdam misal (kalo Denmark mah gak usah ditanya. Skandinavia pasti lebih tinggi lagi standarnya).

plaza catalunyarevisit plaza Catalunya @Barcelona

Flight dari Barcelona balik ke Amsterdam ini mestinya pagi jam 0830, tapi karena gw udah tau bahwa airport Barcelona ini termasuk gedhe dari ujung ke ujungnya, jadi musti berangkat lebih pagi. Dan banyak tempat shopping-nya juga, jadi kalo berangkat awal kan bisa liat-liat, or belanja (kalo emang bener ada yg worth untuk dibeli :-)

Udah bangun pagi-pagi, barang-barang sih udah siap dari semalem.
Pas turun ke resepsionis baru sadar ternyata jam gw 1 jam lebih telat dari jam dibawah!

Resepsionisnya masi santai lagi ngasi tau : 'Owh keburu koq ...'

Padahal udah cemas tuh, pasti gak keburu nih.
Akhirnya ngejar-ngejar bus untuk ke airport deh, untungnya gak pake ngetem atau macet.
Nyampe airport sih masih keburu, hanya ... SALAH TERMINAL !

Dan dari Terminal 1 ke Terminal 2 itu musti pake bus lagi, dan makan waktu sekitar 20 menit perjalanan karena mayan jauh.
Jadi pas gw nyampe Terminal 2 itu cek in udah boarding time, dan gak keburu deh biarpun lari-lari masuk ke dalem :(

Akhirnya rebooking lagi untuk penerbangan beberapa jam setelah, and cost me 100 Eur !

So, setelah menghemat-hemat pengeluaran tetep aja in the end of the trip ngeluarin total cost 250 Eur untuk rebooking tiket *sighed* nasib ... nasib ...

Friday, September 9, 2011

Genova, again

It's funny that during my second Eurotrip last summer I did not plan intentionally to stay in Genova for a long period. I thought I was just gonna pass it by from Firenze, before then continue the journey to French Riviera.
That's what I like from open plan (and being a single traveler, of course) that you could change your itinerary at the last minute by see what's in front of you.

It happened to me, I just suddenly fall in love with this place.
I fall in love with Italian Riviera, the constant perfect weather and the people.
I even manage to come back here, after a long journey from Amsterdam to Brussel, then Charleroi, to catch a budget flight (Ryanair took my pant away, just because I had 1 kilo excess baggage! Nasty airline. Now I really miss my Airberlin flight with free 20 kgs baggage.)
And a warm welcoming weather then reminds me so much why I want to be here.
Should I mentioned that when I left Amsterdam it was 12 degrees Celcius (with 52 km/h wind speed... yeah, I'm not made it up).

It's a pity that I was too busy after coming back from my 1 month Eurotrip, I didn't have time to summarize the journey (it's all still remain notes in my scrapbook) or write it down in this blog.
But it has been wonderful, magnificent trip in brief.
Almost unreal I would say.
I couldn't describe it in words because it's just too beautiful.

Anyway, in the end my academic life has struck me back to reality.
I spent one week more in Copenhagen to have my oral exam and graduation, then had flight to Germany. Been here and there (physically) in Netherlands, but basically my minds flew somewhere in Liguria.
This place is just intoxicating.

Camogli, Liguria
Camogli, Liguria
first night @ Italian Riviera 17072011

traveling notes :
Train ticket (one way) Firenze SMN - Genova Brignole 40Eur (mahal karena beli last minute, tapi bisa dipake berenti di Pisa)
Ryanair return ticket Charleroi (Brussel Zuid) - aeoroporto di Genova 20 Eur (belum termasuk bagasi, standar kabin cuman 10 kgs)
Train ticket (return) Amsterdam CS - Brussel Zuid/Midi 78 Eur
Ticket (combined train+bus, one way) Brussel Zuid/Midi - Charleroi l'aeroport
11.70 Eur
kaos Zara 4Eur; tas Zara 19 Eur; belt H&M 5 Eur
pizza (1 slice) 2.70 Eur; gelato 2 Eur

Your Fonts - Font Generator