Monday, July 11, 2011

Italian stories (1) :: Roma

Italia, I've been captivated by this territory for so long.

Last year I managed to visit Bologna and Venezia for the first time, it was beautiful places but at the same time very touristic.
I guess I felt the same when I was visiting Roma, which I could say probably the most touristic places in the whole Europe (or come second after Paris).

In general, I already fell in love with Italy, for several reasons.
Italian people are very warm (in my opinion) compare to north European of course (and I was staying in Denmark for a long time, so my definition of 'warm people' probably has a huge bias).

I remember the first time I visit Italy in 2010, I was arrived in Bologna airport.

At that moment, something went wrong with my cell phone so my SIM card was blocked!
I could not contacted my friend with my cell phone, so I tried to change my money with coins.


Unluckily, not every Italian understands English! Yes, it was really an effort just to exchange paper money for coins from people. I was a bit panic and even asking the information center was not very helpful.

In the end, I managed to get coins to make a call with public phone (with only Italian instruction) because these young Italians couples who understood English and even gave me 50 cents, for free. Sweet.


Anyway, so this is my second visit to Italy, but my first visit to Rome. And it was July, high season for the tourist. I was traveling alone and most of the times I felt I was trapped between these English-speaking tourists from the States, or UK.

Strange, I didn't feel like traveling in Italy at all.

People around me speak with obnoxious American/Bristish accents.
Hmmmm.... So that's the story how I developed resistance towards US/Brit accents (or the people, because then I could hear their pointless conversations accidentally).


Back to the reason why I love Italia, not just the people. But also the foods. I love pasta and pasta sauce and gellato and tiramisu (I love all the Italian desserts besides Tiramisu).

And the weather! It was a bit too hot even for a tropical girl like me, in the mid of July. I wish I could revisit Rome later during autumn or spring to experience more convenient weather.


Rome is on my top wish of travel lists, since I love the story of Roman history when I was young. When I was a kid, I was basically raised by comic books and one of them was Asterix.

I learned that Roman history conquered many places in Europe in the past, and Giulius Cesare as one of the big famous (or infamous) conquerors during that golden period of Roman emporium.

il Colloseoil Colosseo Amphiteatre :: built in ca. 70-80 AD

To actually visit this historical places where Colloseum, tombs, statues, ruins from hundreds, even thousands years ago felt like a dream come true for me!
It was half unreal, and half realisation from a pilgrim like me :)

It was too short to visit for 4 days actually, I actually missed Museo di Vaticano (because I didn't want to wasted time queue for 5-7 hours to get inside the Sistine Chapel- and will spend only couple of seconds only to see the ceiling painted by Michaelangelo Buonarotti.)

Not that I don't like works of art from this Italian maestro, but simply in the name of anti-hegemony I refused to give more money to Vatican.
All my Italian friends have warned me that Vatican has loads of money but still steal from tourists, in the name of religion or historical arts.

Shame.


BUT, I could say that I was happy enough to be around the city and surrounding areas, even though I missed the museum.
It was trully historical places all over the cities.


My host, an Italian man originally from Bari but has worked in Roma for years, told me that recently the government has stopped to dig a place to work on a new metro line.
Just because everytime they dig they found a new archeological sites.
Just as awesome as that.

My tips how to get around Roma is,
1. Bring a bottle for water (water could be get freely from the fountains almost everywhere).
2. Be careful of your belongings, especially when taking the public transport (metro). There are many pickpockets, don't look too 'flashy'.

3. Speak a bit of Italians (with the right accent!) it's so annoying when American tourist saying 'Grazie' and pronounce the 'z' wrongly !
4. It's so easily to get lost in this city, even with the map in your hands. Don't be shy to ask people. And if a guy asked you out for a coffee instead of giving the right direction, just lie to him and say you already have Italian boyfriend at home :-)
5. For those who wanna buy souvenirs, find a place a bit further from touristic places. Magnetic fridge should be cost 1 Eur if you find a right place.

Friday, July 8, 2011

Stockholm :: Beautiful guys [2]

Selain kotanya yang bersih, infrastrukturnya yang bagus, gedung-gedungnya yang kuno dan artistik serta fasilitas publiknya yang maju (seperti layaknya negara lain di Skandinavia) kesan gw tentang Stockholm yang laen adalah surprisingly cowo-cowo Stockholm juga beautiful guys :)

Ehm ... istilah 'beautiful guys' disini bukan artinya mereka overall good looking - walopun ada juga sih yang good looking, tapi lebih ke gaya dandannya yang . . . ahemm . . . . mereka pake celana pendek (pendek banget, setengah paha, dengan potongan kaya celana pendek untuk cewe), lalu rambutnya banyak yang gondrong (bukan gondrong acak-acakan kaya rockstar, tapi gondrong sebahu lebih, halus, berkilau, dan terawat!), paling penting . . . banyak yang bawa handbag! (yup shockingly handbag disini ternyata bukan buat cewe doank, tapi juga untuk cowo.)
Yeah emancipation works!

Tadinya gw bertanya-tanya apakah ini cuman 'kebetulan' doank nemu beberapa sampel cowo tipikal seperti itu, ternyata setelah ditotal selama 4 hari exploring Stockholm, ternyata sampelnya lumayan signifikan sehingga akhirnya gw bisa bikin statement kalo emang gaya mereka seperti itu. Ternyata masih banyak hal-hal di dunia ini yang belum gw ketahui.

Pas gw ngobrol sama temen-temen gw yang tinggal disitu, ehm rasanya mereka gak merhatiin itu . . . atau mereka terbiasa kali, sampe gak merhatiin lagi.

Sayangnya gw gak berani poto, karena gw takut nanti dianggep paparazzi dan mengganggu privasi- maklum buat orang Eropa utara kan privasi dijunjung tinggi banget.
Lagian tampang gw pada saat traveling itu seringnya dekil, kucel dan kalo moto-moto orang sembarangan kayanya bikin masalah aja . . .

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, hmmm ... bisa aja sih gw pura-pura moto gedung :)
kan seru juga ngereview gimana style anak-anak muda di Eropa utara. . .

Anyway, sebelum gw ngelantur ke topik laen yang gak penting dan gak berhubungan dengan traveling - gimana kalo kita liat aja poto-poto hasil jepretan selama disana. . .

iklan yang gw gak ngerti apa artinya di dalem metro Stockholm


stockholm buildingbersih banget kan aer lautnya, ini laut bukan sungai/canal karena mereka emang kepulauan

view from the top!setelah nyasar sesepedaan, akhirnya gw nemu spot yang breathtaking ini dari atas kota Stockholm . . .
cocok untuk tempat foto prewedding ... hihi


Quick facts about Sweden :
1. Negara asalnya produk fashion merk H&M (makanya disini pas summer sale bahaya buat kantong! akhirnya panik belanja deh, abis jadi murah banget)

2. Mereka juga ngakunya keturunan Viking (tapi Viking versi lebih 'feminim' kali yah dibanding Denmark dan Norway . . . hehehe) Bahasanya mirip juga sama Danish dan Norwegian sih.
3. Sama juga kaya di Denmark, museum disini banyak yang gratis hari-hari tertentu.
Info tentang Museum apa aja yang gratis dan hari apa aja bisa nanya ke turis informasi atau digoogling di website.

Italian Vocabs

Bahasa Italia menurut gw salahsatu bahasa yang menarik untuk dipelajari (dan termasuk susah sih benernya) karena terdengar ekspresif dan indah didengar ^^

Pelajaran bahasa Italia gw dimulai dari Bologna dan Venezia, tahun 2010 waktu pertama kali nyampe Itali.
Yang wajib diketahui sih simple phrase seperti Buongiorno (selamat pagi), Grazie (terima kasih), Ciao (halo/ dagh), Prego (silahkan), permesso (permisi), scusi/scusa (maaf).

Banyak juga website yang ngasi clue untuk belajar bahasa Itali contohnya :
http://www.linguanaut.com/english_italian.htm

Atau yang lebih advance bisa liat disini :
http://www.iluss.it/schede_gram_free.html


Bahkan ada link dari BBC yang ngasi tips Italian phrase untuk situasi yang informal :)
http://www.bbc.co.uk/languages/italian/cool/pulling_flash.shtml

My free Italian lesson sebenernya gak masuk kamus, karena ini bahasa yang mestinya gak dipake sehari-hari alias vocab untuk swearing :)
However, kenapa gw masukin di blog ini, karena setelah belajar (tau) fakta ini, gw perhatiin banyak banget orang dijalan make kata-kata swearing ini!

Berikut contohnya :

Vafan Culo! (= f**k ass , ekspresi sangat menentukan, jadi make sure kalo pake ini mukanya juga harus beneran marah) bisa dipake kalo ada kendaraan yang seenaknya nyerobot jalur kita.

Porca Puttana!/Porca Troia!/Porca lainnya (porca=pig, jadi silahkan ditambahkan di depan kata apapun udah jadi kasar artinya) boleh dipakai juga kalo untuk ngedumel, misalnya nyari barang gak ketemu-ketemu.

Sei uno stronzo! kurang lebih artinya 'you are shit' ... jadi pake kalo bener-bener kesel sama orang/orang yang sangat menyebalkan

Pezzo di merda! (=piece of shit) ini paling tepat dipake kalo qta abis nginjek 'ranjau' dijalan, hasil buangan anjing yang suka diajak jalan-jalan sama majikannya :)

Sei un ciccione (m)/cicciona (f) artinya sih 'you are fat', tapi orang Itali kayanya bakalan tersinggung banget kalo dibilang gendut. Temenku bilang ini cocok dipake kalo sesama cowo maen sepak bola lalu mengumpat yang larinya paling lambat.

Tu non scopi !! artinya 'kamu impoten' ... hmm kebayang kan betapa marahnya orang Itali (yang sangat mengagung-agungkan machoisme) kalo dibilang ini, so ati-ati make yang satu ini

Selaen itu ada hal-hal yang lucu dari bahasa Itali yang gw tau seperti
tokoh kartun Popeye ternyata disana namanya Braccio di Ferro (=lengan dari besi).

Fakta lainnya yang penting : Orang (atau cowo) Itali juga termasuk romantis dan affectionate, dijamin bisa klepek-klepek deh kalo ada cowo Itali naksir qta (para cewe).

Mereka juga masih memperhatikan tata krama Galateo e.g. wanita harus jalan di depan lebih dulu, harus dibukain pintu, dikasi duduk (kalo naik kendaraan umum), pas dating disiapin kursi dengan pemandangan lebih nyaman etc.


Owya ini nasehat yang gw kasi untuk temen (cewe) gw yang jomblo :
"Get yourself an Italian man at least once in a lifetime, they're the best thing in the world that woman can get"
[Oktavia, 2011]
^^

Stockholm :: Venice of the North [1]

Sekilas tentang kenapa gw milih Stockholm sebagai tempat tujuan setelah Bergen.

Ehm, pertama untuk alasan kepraktisan aja nih, karena kan masih sama-sama Skandinavia dan gw belum pernah nyampe kota laen di Swedia selain Malmø (yang berbatasan sama Denmark, dan cuman 40 menit pake train dari Kopenhagen).
Dan waktu itu nyari tiket nemu yang gak terlalu mahal (pake Norwegian Air, karena booking beberapa bulan sebelumnya), akhirnya ya udah deh diputuskan sebagai tempat tujuan jalan-jalan setelah Bergen.

Owya, sebelumnya googling dulu- seperti apa sih Stockholm dan apakah worth to visit.

Sebenernya untuk orang Indo mah, ampir semua tempat di Eropa tentunya worth to visit, kan orang Indo easy to please :-)
Lagian kita udah biasa susah juga di negara sendiri, jadi research tempat destinasi cuman untuk persiapan aja biar gak kaget gitu pas nyampe sana. Juga supaya tau apa-apa aja yang mesti dikunjungi.

gamla stanGamla Stan :: old town-nya Stockholm

Ternyata kata tante Wiki, Stockholm punya nama sebutan Venice of the North.
Baru tau juga kalo kota Stockholm itu sebenernya beberapa pulau (kecil) yang digabung jadi satu municipality. Makanya banyak kawasan air juga kaya di Amsterdam. Bedanya kalo di Amsterdam kan kanal, kalo di Stockholm ya perairannya itu laut.

Kesan pertama gw tentang Stockholm : Mahal !

Dan gw dirampok gara-gara mbak yang di tempat turis informasi ngasi tau untuk beli tiket train untuk nyampe city centre pake Arlanda Express seharga 260 SEK (Swedish Kroner) ~ 350 ribu IDR. Padahal ada bus yang bisa nganter ke city centre dengan harga 1/8 nya!

*Grgrgrrgrgrrrgrgrrr*
Teganya.

Dampaknya gw jadi mesti berhemat-hemat di Stockholm (yang akhirnya gagal juga, abis ada summer sale . . . . huhuhu)

Pas nyampe ternyata suhunya lumayan cerah.
Bukan lumayan lagi sih, tapi 29 derajat Celsius! Officially summer here :)

arsitektur gedungnya mengingatkan gw sama Budapest,
hanya disini lebih bersih ...


Disini juga bisa naek sepeda, dan aslinya enak banget sesepedaan (asal gak nyasar dan bisa baca peta :) karena udaranya bersih, kotanya juga enak dijelajahi dengan sepeda karena banyak taman yang bisa diexplore, dan disini ada city bike yang bisa disewa selama 3 hari seharga 165 SEK (~ 220 ribu IDR).

city bikeCity bike :: modal untuk meng-explor kota ^^

City bike ini ada beberapa spot rack-nya di kota, dan bisa diakses pake kartu city bike yang bisa dibeli di turis informasi deket TT-Centralen (statiun central nya Stockholm).

Kalo males pake sepeda juga bisa beli tiket untuk 16 journey seharga 180 SEK (~242 ribu IDR), hanya tiket ini ternyata gak beneran bisa dipake untuk 16 kali perjalanan ternyata . . . cuman bisa untuk 8 kali aja :(

Karena summer artinya cuaca udah mulai anget dan nyaman untuk outdoor activities, sebenernya gw sih prefer sesepedaan. Tapi buat nyonya dan nona yang gak mau item dan kurang fit untuk sepedaan silakan saja pake transport umum.
Transport umum juga lebih cepet dan gak lecek, hanya buat gw sih (yang udah biasa sesepedaan di Amsterdam & Kopenhagen) rasanya gak afdol kalo gak ngerasain sesepedaan juga disini.

biking aroundbanyak turis laen yang sesepedaan juga, bagus sih cuacanya

Tourist center:
Vasagatan 14

Arlanda (airport) - Stockholm Cityterminal ; one way ticket 89 SeK (pake Swebus)
Cityterminal - Skavsta (airport) ; one way ticket 119 SeK

Your Fonts - Font Generator